Panen Strike Dalam Gelaran IFT Game Fish Monster Competition

Seusai gelaran Four Strike Galatama yang telah rampung pada akhir Oktober kemarin, IFT Member kembali menghelat turnamen mancing IFT Game Fish Monster Competiton di kolam pemancingan Saung Desa Bekasi, Minggu (5/11). Turnamen berlabel galatama ini, kembali hadir untuk menghapus ‘dahaga’ para pemancing di sekitaran Bekasi yang ingin unjuk kebolehan dalam sebuah kompetisi bergengsi. 

Para jawara menaiki podium usai sukses menjadi yang paling unggul dari total 40 peserta yang mengikuti ajang IFT Game Fish Competition. (SahabatMancing/ Rama Vijaya)

Dalam turnamen yang berhadiah total lebih dari Rp10 juta ini, ada sekitar 40 pemancing yang  memburu monster-monster predator air tawan penghuni kolam Saung Desa. Meski peserta dibatasi hanya bagi kalangan pemegang kartu Membership IFT Member, namun hal itu tak mengurangi atmosfir kompetisi yang dipancarkan oleh masing-masing peserta.

Hal ini terbukti dari antusias peserta yang sudah hadir sejak pukul 08:00 minggu pagi untuk menentukan posisi lapak yang potensial. Namun peserta yang telah hadir langsung diundi secara acak untuk penentuan lapak yang akan ditempati. Kemudian agar lebih semarak, posisi lapak juga diubah secara berlawanan pada sesi kedua pukul 12 siang. Kondisi tersebut tentu membuat masing-masing peserta memiliki peluang yang sama dalam memburu monster predator air tawar.

Gayung pun bersambut, tak membutuhkan waktu lama salah seorang peserta sudah menikmati tarikan ikan meski lomba baru dimulai kurang dari setengah jam. Kemudian hal serupa juga terus berulang oleh peserta lain yang juga turut merasakan sensasi sambaran predator air tawar seperti spesies catfish, patin, gabus, bawal dan lain sebagainya.

Saling bersahutan strike ikan ini berkaitan pula dengan ketentuan perlombaan yang menghitung akumulasi poin sebagai syarat penentuan juara. Besaran poin juga berbeda-beda tergantung jenis ikan yang berhasil didaratkan. Spesies ikan seperti; Tapah, Belida, Mekong, Leopard, hingga Gabus masuk ke golongan ikan berpoin besar. Sebaliknya juga untuk spesies ikan; Arapaima, Jenghisk, Aligator, RTC, Patin, Bawal dan Lele mengandung poin yang kecil.

Tak pelak para peserta sangat berambisi untuk mendaratkan buruan pendulang poin besar demi menambatkan diri sebagai kampiun juara. Salah satu pemancing yang berhasil keluar sebagai juara adalah Ayama asal Bekasi. Pemancing berusia 42 tahun itu sukses mendulang total 80 poin berkat mendaratkan predator utama seperti; Mekong, Patin dan Bawal.

Peserta yang tengah bertarung dalam prosesi strike untuk mendaratkan sang predator air tawar.

Kemudia disusul kemudian oleh pemancing bernama Priono dengan torehan 60 poin dan Hendy dengan 55 poin. Ketiga juara ini otomatis mendapatkan hadiah utama uang tunai masing-masing senilai Rp4,5 juta, Rp2,5 juta dan Rp1 juta. Kemudian ada juga hadiah jackpot bagi pemancing yang berhasil mendaratkan induk terberat sesuai kategori spesies ikan yang dilombakan.

Untung kategori spesies ikan poin besar hadiah yang disiapkan senilai Rp300 ribu, lalu untuk kategori spesies poin kecil berhadiah Rp150 ribu. “Saya sudah lima kali juara di sini (Saung Desa). Walaupun sempat ada kendala angin dan sangat menguji kesabaran saat proses strike namun saya berhasil melalui itu semua. Alhamdulilah saya jadi juara pertama,” ujar Ayama kepada SahabatMancing.com seusai lomba, (5/11).

Ia berharap kedepan IFT member dapat menggelar turnamen mancing serupa dengan skala yang lebih besar lagi. “Lebih banyak turnamen lagi, dimanapun adanya pasti saya ngikut khususnya di hari libur dan daerah Bekasi,” tutupnya.