Lomba Mancing Lenggoksono, Momentum Eksplorasi Potensi Spot Teluk di Selatan Malang

Lomba mancing skala nasional bertajuk “1001 Ragam Budaya dan Pesona Lenggoksono” akan diselenggarakan pada 16 Juli 2017 di Pantai Lenggoksono, Malang, Jawa Timur. Terselenggaranya acara ini bertujuan untuk memperkenalkan Pantai Lenggoksono yang memiliki potensi panorama alam dan spot mancing khas laut selatan yang masih potensial untuk sport fishing.

Pantai Lenggoksono (dok. www.jtwisata.com)

“Spot yang sudah ditentukan oleh panitia adalah perairan di Teluk Lenggoksono dengan batas 50 meter ke depan dari Pulau Karasan. Karakternya (spot) sama dengan yang di (Pantai) Tamban (berkarang) ciri khas laut Malang Selatan. Untuk kedalamannya bervariasi antara 80-100 meter,” kata Ketua Panitia Pelaksana, F. Aditya Wardanur melalui pesan singkat, Sabtu (6/5).

Aditya mengatakan, potensi ikan di Pantai Lenggoksono didominasi spesies seperti Tenggiri, Giant Trevally (GT), dan ikan Todak. “Dominasi ikan predator, bahkan baru minggu kemaren ada nelayan yang dapat ikan Todak sekitar 15 kilo-an (yang) hanya (terdapat) di spot ini. Kalau potensi ikan menurut nelayan sekitar dan teman-teman dari grup mancing lokal yang tergabung dalam kepanitiaan bahwa di spot tersebut masih sering (terdapat) ikan tengiri dan GT ukuran besar up 10 kg bisa landed,” jelasnya.

Menurutnya Aditya, respon dari calon peserta sangat luar biasa dalam menyambut lomba mancing ini sehingga melebihi ekspetasi yang diperkirakan oleh pihak panitia. Tercatat hingga saat ini sudah sebanyak 309 peserta terdaftar dan bahkan sudah ada yang masuk ke dalam daftar peserta cadangan. Peserta di dominasi dari Surabaya dan sekitarnya, selain dari Malang, Lumajang, Probolinggo, Tulungagung dan Jakarta.

Sebanyak 76 perahu telah disiapkan pihak panitia. Tiap perahu memiliki kapasitas 6 orang yang terdiri dari 4 pemancing, 1 nahkoda dan 1 navigator. “Saat ini ketersediaan perahu yang sudah dikonfirmasi ada sekitar 76 perahu, ada kemungkinan bisa bertambah lagi jika dibutuhkan, yang fungsinya sebagai perahu cadangan,” terang Aditya.

Respon Positif Masyarakat

Respon positif pun datang dari masyarakat setempat terhadap penyelenggaraan acara ini. Mereka sangat berantusias karena diharapkan dengan terselenggaranya acara ini, dapat meningkatkan pendapatan perekonomian mereka. “Masyarakat sekitar turut dilibatkan dengan tersedianya warung-warung dan home stay disekitar lokasi yang nantinya dapat disewakan ke peserta, khususnya yang membawa keluarga,” tambah Aditya

Aditya menyebutkan, untuk mengamankan jalannya acara pihak panitia bekerjasama dengan pihak dari kelurahan Purwodadi (Malang), Koramil, Polsek, Linmas dan Rindam V Brawijaya. Rindam V Brawijaya akan menunjang penuh dalam acara ini, selain mengamankan jalannya acara, mereka juga menyediakan 2 unit truk militer untuk mengangkut peserta yang berasal dari luar kota dan 1 tenda militer dengan kapasitas 20 orang.

“Bagi peserta yang berangkat perorangan dari luar kota kami sediakan mobil truk militer untuk pengangkutan peserta Surabaya-Lenggoksono PP (pergi dan pulang), dengan titik kumpul di Stasiun Surabaya pada Sabtu (15/7) jam 21.00. Kami sediakan pula tenda militer untuk seluruh peserta yang (ingin) bermalam di (Pantai) Lenggoksono, untuk jumlah unit truk dan tenda kemungkinan dapat bertambah mengikuti jumlah respon dari peserta nanti” jelas Aditya.

Terselenggaranya Lomba Mancing Nasional Lenggoksono ini diharapkan dapat mempromosikan potensi alam serta spot mancing di Pantai Lenggoksono dan juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi para pemancing. Selain itu, diharapkan pula dengan terselenggaranya acara ini, Pemda setempat dapat segera memperbaiki infrastruktur jalan menuju lokasi perlombaan.

“Diharapkan hati pemerintah (mampu) terketuk untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju Pantai Lenggoksono seperti halnya di Pantai Sendang Biru,” harap Aditya. – LP