DKP Yogyakarta Gencarkan Minat Konsumsi Ikan

Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang menggencarkan minat konsumsi ikan pada masyarakat DIY. Segala upaya pun dilakukan seperti penganekaragaman pengolahan hasil ikan laut yang sosialisasi dan pelatihannya direncanakan akan melibatkan berbagai kelompok usaha makanan, ibu rumah tangga, serta para pembudidaya ikan.

 

Pelatihan Pengolahan Ikan Angkatan I. (dok. Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta)

“Selain mendongkrak nilai jual hasil laut khususnya ikan, penganekaragaman dengan berbagai macam olahan bisa meningkatkan minat masyarakat makan ikan,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta pada obsessionnews.com, Kamis (11/5).

Menurut Suwarman, penganekaragaman pengolahan ikan yang bisa dilakukan antara lain dalam bentuk nuget ikan, keripik kulit ikan, presto, serta otak-otak ikan, bukan hanya digoreng atau direbus. “Kami berharap semakin banyak usaha-usaha baru dengan produksi berbahan ikan atau hasil tangkapan laut lainnya,” ujarnya.

Suwarman mengatakan, minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan perlu terus ditingkatkan karena omega tiga yang terkandung dalam ikan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. “Pada 2016, DKP DIY mencatat bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat mencapai 24 kilogram per kapita per tahun atau meningkat dari konsumsi ikan masyarakat DIY pada 2014 yang masih mencapai 21,15 kilogram per kapita per tahun,” jelasnya.

Dalam rangka mendukung pencapaian program gemar makan ikan, menurutnya DKP DIY telah mengimbau kabupaten penghasil ikan seperti Bantul dan Gunung Kidul membangun sentra-sentra pengolahan hasil perikanan. Selain masih dipicu produksi ikan tangkap di DIY yang masih rendah, rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY juga disebabkan belum gencarnya kampanye mengenai penganekaragaman pengolahan ikan bagi ibu rumah tangga.

Analis Kelautan dan Perikanan DKP Yogyakarta, Bahari Susilo (47) menjelaskan ada beberapa hal pemicu produksi ikan tangkap di DIY rendah. Menurutnya, pemicunya seperti tempat pendaratan ikan yang hanya terdapat di Pelabuhan Sadeng, kemudian dari faktor kendala cuaca, dan penggunaan sarana transportasi nelayan yang masih menggunakan perahu dengan mesin tempel. Beragam upaya pun telah dilakukan untuk menjalankan program Gemarikan di DIY, seperti sosialisasi yang diadakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten pada anak-anak dan ibu-ibu PKK di DIY.

“Sosialisasi telah dilakukan (mulai) dari anak-anak sekolahan (SD) dengan mendatangi sekolahannya dan penyuluhan pada ibu-ibu PKK,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Jum’at (12/5).

Di wilayah DIY, konsumsi ikan warga Gunungkidul merupakan yang terendah, dimana rata-rata konsumsi ikan masyarakat DIY berada di kisaran 21-22 kg perkapita per tahun. Angka ini bahkan jauh di bawah rata-rata nasional. Saat ini rata-rata konsumsi ikan nasional 45 kg per kapita per tahun, sementara di Gunungkidul presentasenya hanya 20 kg per kapita per tahun. – LP