Menteri Susi Anggap Pemberantasan Illegal Fishing Belum Usai

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) Susi Pudjiastuti menganggap langkah Indonesia dalam memerangi pencurian ikan (Illegal, Unreported and Unregulated – IUU Fishing) belum selesai. Ia menyebutkan, beberapa titik perairan Indonesia masih ditemukan praktik pencurian ikan dengan berbagai modus.

Penangkapan kapal nelayan ilegal warga negara Thailand di perairan Natuna beberapa waktu lalu. Foto: djpsdkp.kkp.go.id

“Modus pencurian (ikan) di laut Indonesia bermacam-macam. Di Sulawesi Utara contohnya ditemukan kasus pencurian oleh Warga Negara Asing (WNA) yang menggunakan kapal dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia,” ujar Susi di kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Untuk itu, Susi mengajak negara-negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan IUU Fishing sebagai kejahatan transnasional yang terorganisir. Sebab menurutnya, jika membiarkan praktik illegal fishing, bukan hanya stok ikan di laut yang berkurang, namun juga mengancam punahnya beberapa spesies-spesies laut.

Seruan Menteri Susi di Konferensi Kelautan PBB beberapa waktu lalu mengenai IUU Fishing mendapat dukungan dari Presiden Sidang Majelis Umum PBB, Peter Thompson. Peter menyatakan, dirinya menyambut baik upaya Indonesia dalam menjadikan illegal fishing sebagai kejahatan transnasional.

“Kami berusaha keras melalui konferensi laut (PBB) ini, tetapi ini (persetujuan) juga tergantung pada semua orang, bukan pribadi,” ujar Peter. – RPS