Maguro for Indonesia: Nila Untuk Palangkaraya

Kian sulit ditemukannya spesies ikan Nila di perairan Palangkaraya membuat Maguro Fishing Team (MFT) region Palangkaraya tergerak melakukan penebaran benih Nila di Kereng Pangi, Kalimantan Tengah, Minggu (16/7). Kegiatan ini merupakan rangkaian program pelestarian alam bertemakan ‘Maguro for Indonesia’.

Benih ikan Nila ukuran 6-9 cm sebelum dilepas oleh perwakilan MFT Palangkaraya ke wilayah perairan di Kereng Pangi, Kalimantan Tengah, Minggu (16/7). Foto/Dwi Nopianto.

“Dewasa ini sulit bagi pemancing untuk mendapatkan ikan Nila. Untuk itu, kami MFT Palangkaraya memilih Nila untuk ditebar agar pemancing lokal (khususnya negeg) tetap mempertahankan eksistensinya. Tidak hanya castinger saja yang tenar,” ujar Dwi Nopianto, ketua MFT Palangkaraya ketika dihubungi melalui pesan singkat, Senin (16/7).

Dwi menjelaskan, seperti diketahui bahwa perairan di Kalimantan, khususnya di wilayah danau didominasi predator air tawar seperti Snakehead. Jelas spesies Snakehead menjadi ancaman ikan-ikan seperti Nila sehingga sulit dipancing.

“Selain faktor perusakan oleh manusia (setrum, racun, dsb, Snakehead juga mempengaruhi berkurangnya Nila. Untuk itu kami melakukan penebaran benih sebanyak 2100 ekor Nila di sungai,” tambah Dwi.

Tindakan penebaran benih ini merupakan tindakan Maguro dalam mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan kelestarian. Dalam setiap kegiatan eksplorasi mancing yang dilakukan MFT Palangkaraya, Dwi menyebutkan bahwa mereka selalu menyelipkan kegiatan penebaran benih.

Trip mancing rutin diadakan setiap 6 bulan sekali dan dijadikan momentum berkumpul rekan-rekan MFT Palangkaraya dari berabagai wilayah di sana. Juga kami kerap melakukan penebaran benih ikan. Untuk trip mendatang, mungkin kami akan menebar benih jenis ikan lainnya,” kata Dwi.

Seperti diketahui, Maguro for Indonesia merupakan program kepedulian pelestarian lingkungan yang diusung oleh Maguro. Pembina MFT, Lastiyo Kusumo dalam pemaparannya kepada SM menjelaskan, langkah ini memiliki banyak kegiatan. “Selain penebaran benih, kedepannya Maguro juga akan melakukan berbagai kepedulian lingkungan seperti pembuatan lubang biopori, penanaman bibit pohon dan pembuatan tempat sampah,” jelas dia.

Khusus penebaran benih ikan, Lastiyo menyebutkan bahwa Maguro melalui beberapa regionnya di berbagai wilayah di Indonesia akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Tidak hanya oleh region-regionnya, MFT juga membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan berbagai komunitas mancing merealisasikan pelestarian lingkungan. “Dekat-dekat ini, penebaran ikan akan lanjut dilakukan oleh region MFT Jambi di wilayahnya. Masalah jumlah dan spesies yang akan disebar, kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk menentukan,” tutupnya – RPS