Lomba Mancing Selat Sunda 2017 Sukses Digelar

Lomba Mancing Selat Sunda 2017 yang merupakan rangkaian kegiatan dari Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2017 sukses digelar di sekitar perairan Pulau Sangiang, Banten, Minggu (20/8). Perlombaan ini diikuti hampir 450 pegiat sport fishing dari berbagai daerah seperti dari Cilegon, Serang, Jabodetabek hingga Bandung.

Haji Maman, salah satu peserta Lomba Mancing Selat Sunda, berhasil menjadi kampiun dengan mengangkat GT seberat 17,6 kilogram.

Penyelenggaraan lomba mancing ini dipusatkan di perairan sekitar Pulau Sangiang yang menjadi lokasi favorit berburu ikan-ikan seperti Giant Trevally (GT), Kerapu, Tenggiri dan spesies ikan karang lainnya. Sebanyak 80 unit kapal mancing dengan kapasitas 5-7 orang per kapal disiapkan panitia untuk mengangkut para peserta menuju spot-spot mancing yang sudah ditentukan.

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa yang hadir langsung untuk membuka jalannya perlombaan dengan mengibarkan bendera di Dermaga Paku, Banten mengapresiasi perlombaan mancing ini. Pandji melihat penyelenggaraan Lomba Mancing Selat Sunda pada tahun ini lebih besar dari penyelenggaraan sebelumnya, baik dari segi peserta maupun dari animo masyarakat dalam meramaikan rangkaian acara AKCF 2017.

“Dengan melihat animo mancing dan kegiatan-kegiatan lain membuat kami semangat untuk membuat kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, bisa mendukung potensi pariwisata di kawasan Pantai Anyer. InsyaAllah tahun depan kami akan adakan lagi dengan skala yang jauh lebih besar,” imbuh Pandji, dalam sambutannya, Minggu (20/8).

Di lain pihak secara menyeluruh, penyelenggaran Lomba Mancing Selat Sunda berjalan lancar dan tidak ada kejadian berarti yang menghambat kesuksesan acara. Kondisi tersebut tidak lepas dari peran Dit Polair Polda Banten yang mengawal prosesi lomba mancing di perairan laut lepas itu.

“Kerjasama dengan panitia lomba merupakan upaya yang dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan di laut. Sebanyak 2 unit kapal cepat dari Ditpolair Banten diturunkan untuk membantu mengawal jalannya perlombaan mancing ini,” tutup AKBP Noman Tri Sapto, selaku Kasat Satrolda Dit Polair Banten.

Pada perlombaan mancing ini, teknik seperti popping, jigging dan handline paling banyak digunakan oleh para peserta. Untuk teknik handline, umpan yang digunakan rata-rata berupa umpan hidup seperti Gurita dan Tongkol.

Hasilnya pun tak mengecewakan, banyak peserta yang sukses mendapatkan ikan buruan utama yaitu GT dan beberapa predator laut lainnya. Sampai pada akhir perlombaan pada pukul 15:00 WIB, banyak peserta yang sudah mendarat dengan membawa tangkapan yang bervariasi. Semua hasil tangkapan kecuali ikan yang dilindungi, dihitung oleh panitia dan dewan juri sesuai dengan kategori lomba yang diikuti.

Tiga kategori tersebut adalah Kategori Hobi, Katir dan Nelayan. Dari ketiga kategori tersebut terplih tiga juara dengan perolehan hadiah secara berurut  yaitu Rp12.5 juta, Rp10 juta dan Rp7,5 juta. Dari kategori Hobi, Maman Suherman dari Cilegon Fishing Club keluar sebagai pemenang dengan perolehan GT seberat 17,6 kilogram.

Pria yang akrab disapa Haji Maman ini mengungkapkan jika dirinya cukup sulit menaklukkan ikan saat proses strike di sekitar perairan Pulau Sangiang. Ia yang menggunakan teknik handline sampai dibantu oleh tiga rekannya dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk bisa menaklukan GT ke atas kapal. – HRP