Kasal Cup 2017: 225 Pemancing Jajal Ganasnya Laut Banda

Kejuaraan Nasional Olahraga Perairan KASAL Cup 2017 sudah resmi berakhir. Ajang perlombaan lintas daerah ini ditutup langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI, Ade Supandi pada Sabtu (9/9) waktu setempat. Sebanyak 5 cabang olahraga telah sukses ditunaikan dengan keikutsertaan hampir 2000 peserta. 225 orang diantaranya mengikuti lomba mancing Kasal Cup yang mengangkat potensi spot mancing di sekitar perairan Pulau Menui, Kendari Sulawesi Tengah. Seperti apa potensinya?

Dari ki-ka; Mayjen TNI (Purn) Suwandi Thahir, Kolonel Laut (P) Retarto, Dudit Widodo, dan Mayjen TNI Gatot Triswanto (Aspotmar Kasal) saat seremonial pembukaan lomba mancing KASAL Cup 2017, Jum’at (8/9). Dok/Purnomo Adi

Lomba mancing menjadi salah satu cabang kegiatan yang banyak ditunggu-tunggu oleh para pecinta olahraga air ini. Hal tersebut bisa dilihat dari antusiasme pemancing yang mengikuti lomba mancing KASAL Cup 2017 yang banyak datang dari dan luar daerah Kendari. Ada 45 tim yang berisi 5 orang pemancing dalam satu tim yang mengiktui lomba mancing KASAL Cup 2017.

Kemudian masing-masing tim menggunakan satu kapal yang akan membawa mereka ke spot mancing yang berjarak 45 mil dari pesisir kota Kendari. Jarak yang cukup jauh ini sempat menjadi kendala karena faktor cuaca yang kurang bersahabat saat perlombaan tengah dilangsungkan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Mayor Laut (S) Purnomo Adi, selaku Koordinator Panitia KASAL Cup 2017.

 

Menurut Purnomo, pihaknya sempat pesmis mengenai jalannya lomba mancing karena keadaan cuaca yang berubah-ubah. Saat itu katanya, kondisi arus laut tengah berjolak dengan ombak setinggi 1 sampai 2 meter. Namun hal tersebut tak menyiutkan nyali para pemancing yang sedari awal sudah tidak sabar untuk menjajal laut Kendari dengan berbagai macam potensinya.

“Saya juga berkordinasi dengan BMKG mengenai cuaca yang menerpa perairan di sekitar spot mancing. Meski cuaca sempat mendung dan banyak angin, alhamdulilah perlombaan tetap berjalan dengan lancar. Kami juga dari TNI AL siap siaga menjaga keamanan dan kenyamanan peserta dengan patroli di sekitar spot mancing,” ujarnya kepada SahabatMancing.com, Selasa (12/9).

Tak hanya itu, dengan kondisi laut yang didominasi oleh ombak setinggi 2 meter, namun tak jua melunturkan semangat para pemancing untuk bisa mendaratkan ikan-ikan penghuni perairan pulau Menui. Sampai pada Sabtu (9/9) dini hari, peserta mulai banyak mendulang strike dengan buruan utama spesies ikan yang hidup di laut dalam.

Karma, peserta dari tim Bahtera Sutra Mancing (BSM), berhasil keluar sebagai kampiun KASAL Cup 2017 dengan mendaratkan ikan DogTooth Tuna dengan berat 14,2 Kg. (Dok/Purnomo Adi)

“Peserta menganggap ini bukan sekadar hobi lagi, tapi sudah olahraga memancing. Mereka sambil jigging, popping ditambah terpaan ombak itu jadi sensasi tersendiri. Tapi rata-rata peserta berhasil mendaratkan ikan jenis Dogtooth Tuna, Barakuda, Escolar dan sebagian Mata Bonsang. Beratnya bervariasi ada yang 7 kilo, 8 kilo, sampai yang paling berat belasa kilo,” tambahnya.

Sampai waktu menunjukan pukul 15:00 sore waktu setempat, peserta sudah kembali ke darat dengan membawa buruan ikan masing-masing. Dari proses penimbangan dan penilaian oleh panitia, terpilih tiga pemancing yang berhasil mendaratkan induk terberat dan berhak mendapatkan status juara dalam lomba mancing yang memperebutkan piala KASAL ini.

Ikan yang dihitung menjadi juara oleh panitia adalah; Juara 1 ikan DogTooth Tuna 14.2 Kg, Juara 2 ikan Barakuda 14.2 Kg, dan juara 3 ikan Barakuda 13.2 Kg. “Juara pertama dan juara dua beratnya sama tapi hanya beda di waktu siapa yang paling cepat menimbang. Juara pertama itu dari klub Bahtera Sutera Mancing (BSM), sisanya juara 2 dan 3 diborong oleh Klub SORVIC. Mereka berhak mendapatkan hadiah Rp20 juta untuk juara pertama, Rp15 juta untuk juara kedua, dan Rp10 juta untuk juara ketiga,” tutupnya.