Gairahkan Industri Mancing Indonesia Lewat IFTE 2017

Event Indonesia Fishing Tackle Expo 2017 resmi dibuka oleh Rivai Susanto selaku ketua panitia IFTE di Mall Epiwalk, Epicentrum Kuningan, Jakarta, (23/11). Ajang pameran produk-produk piranti pancing terbesar di Indonesia ini, diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan industri mancing tanah air selaras dengan meningkatnya potensi pariwisata bahari yang terkandung di rahim Ibu Pertiwi.

Para perwakilan pemilik brand yang menjadi peserta pameran berkumpul di main stage dalam rangka peresmian opening IFTE 2017.

IFTE tahun kelima ini akan berlangsung sampai hari Minggu, 26 November 2017. Hampir seluruh pemain brand pancing kenamaan nasional maupun internasional turut meramaikan pameran ini. Mulai dari brand Maguro,Relix, Exori, Shimano sampai Daiwa menyuguhkan produk-produk terbaiknya dalam gelaran IFTE 2017.

Dalam sambutannya, Rivai Susanto, selaku ketua panitia mengungkapkan, jika tujuan diselenggarakannya IFTE 2017 adalah untuk mengajak semua pihak untuk bersama-sama memajukan industri pancing Indonesia. Seperti diketahui industri mancing di Indonesia sudah sejak lama menggeliat dan terus bertumbuh sepanjang tahunnya.

Kendati begitu, hal tersebut tak jua menjadikan segmen mancing menjadi lumbung pariwisata nasional. Untuk itu menurut Rivai, perlu langkah pasti yang digerakan oleh semua stakeholder, agar nama Indonesia bisa bersanding dengan negara-negara asia lainnya. Beberapa negara tetangga bahkan sudah selangkah lebih maju dari sisi industri dan pariwisata mancing bagi negaranya.

“Potensi alam perairan darat dan laut Indonesia begitu luar biasa. Banyak spot-spot mancing yang bisa dieksplor, termasuk juga dengan biota ikannya yang eksotis. Dengan bertambahnya  peminat pemancing di Indonesia tentu akan menjadi potensi yang luar biasa bagi pariwisata dan industri mancing itu sendiri,” ujar Rivai dihadapan para pengunjung yang menyaksikan opening IFTE 2017.

Dalam hari pertama penyelanggaraan pameran IFTE, sudah tampak terlihat antusias pengunjung yang menyambangi gerai-gerai produk pancing yang digandrunginya. Rata-rata pengunjung adalah kaum eksekutif yang beraktifitas atau bekerja di sekitar area perkantoran Epicentrum Kuningan. Hal ini terbukti disaat jam makan siang dan menjelang jam pulang kantor, traffic pengunjung mulai yang datang ke pameran semakin meningkat.

Tampak atas tenant-tenant pengisi pamera IFTE 2017. (Dok/Shimano)

Namun selain kalangan pekerja kantor, ada juga penghobi mancing yang khusus datang ke pameran ini, untuk berburu produk-produk andalan yang ditawarkan harga menarik selama event IFTE berlangsung. Salah satu keunggulan berbelanja di pameran alat pancing tahunan tersebut, pengunjung bisa lebih mudah memilih dan menyeleksi produk-produk dari berbagai merek yang diinginkan dalam satu tempat.

Dengan lokasi yang terletak di jantung Ibukota, pihak panitia memproyeksikan ada sekitar 7000 pengunjung yang hadir selama empat hari penyelenggaraan IFTE 2017. “Kami harapkan dengan tempat dan tenan- tenant yang ada, bisa menarik minat pengunjung dan membawa manfaat yang cukup bagi pemilik tenant dan juga tentunya para pengunjung,” tutupnya.