Camping Sambil Mancing Bareng Ala AFC

Komunitas Archipellago Fishing Community (AFC) sukses melaksanakan acara “Mancing Sambil Camping Bareng” di Pulau Damar, Kep. Seribu, Jakarta pada Minggu, 3 September 2017. Acara ini digelar selain untuk mempererat rajut kekeluargaan sesama anggota dan jejaring komunitas AFC, sekaligus sebagai sarana refreshing menjauhi hiruk pikuk perkotaan dengan mengangkat tema fun fishing.

Sekitar 65 pemancing meramaikan agenda “Camping Sambil Mancing Bareng” yang dikomandoi oleh Komunitas Archipellago Fishing Community (AFC) di Pulau Endam – Damar Kepulauan Seribu, Minggu (3/9). SAHABATMANCING/Heksa RP

Bersama sekitar 65 peserta baik dari komunitas AFC sendiri beserta keluarga, hingga dari pelbagai komunitas lain turut meramaikan agenda mancing di gugusan kepulauan yang berada di teluk Jakarta ini. M Iqbal Ralybi selaku ketua AFC mengungkapkan jika acara ini tidak hanya ditujukan bagi komunitasnya saja, tetapi juga menjadi ajang silatuhrami bagi pemancing individual maupun lintas komunitas.

“Ini juga gaung utamanya dari Bolang Adventure, tim kecil dari AFC sebagai induk komunitas. Tapi hal tersebut tak menutup ruang bagi pemancing lain untuk bergabung. Alhamdulilah acara berjalan baik dan banyak diikuti oleh pemancing dari luar komunitas,” ujar Iqbal kepada SahabatMancing.com, Minggu (3/9).

Lebih lanjut, melihat animo yang cukup besar dari pemancing lintas komunitas, Iqbal juga tidak menutup diri jika ada undangan dari komunitas lain, AFC siap untuk menyemarakan event yang akan diselenggarakan tersebut. “Ini kan semacam timbal balik dan silatuhrami yang terjalin tidak putus di satu kegiatan saja. Harapannya kedepan, dengan acara yang hampir serupa partisipasi dari peserta bisa lebih besar lagi,” tambahnya.

Sesuai dengan tema besar yang diangkat, agenda AFC pada kali ini memang menitik beratkan pada memancing dan berkemah di alam liar. Dimulai dari titik keberangkatan di Dermaga Kresek yang berlokasi tepat di samping Kantor Polisi SubSektor Koja Jakarta Utara, para peserta yang dikomandoi oleh Ahmad Maulana, Menyebrang ke Pulau Endam – Damar dengan mencarter empat kapal motor tradisional milik nelayan.

Kapal bertolak dari dermaga Kresek pada pukul 22:10 Minggu malam dan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih dua jam untuk sampai merapat ke Pulau Endam. Menurut salah satu pengemudi kapal, dalam kondisi normal biasanya hanya memerlukan waktu 1 jam atau 1,5 jam untuk menyeberang ke Pulau di Teluk Jakarta tersebut. Namun karena faktor angin tenggara, dan posisi melaut pada saat itu melawan arah angin, praktis kondisi ini linear dengan waktu tempuh yang dibutuhkan.

Sesampainya di pulau, peserta sudah disambut dengan tenda-tenda dengan suguhan api unggun yang sudah disiapkan oleh tim panitia lain yang sampai lebih dahulu pada siang sebelumnya. Praktis peserta bisa memilih untuk langsung beristirahat atau menyiapkan amunisi untuk digunakan untuk memancing pada esok harinya.

Sejumlah pemancing tengah bergelut untuk memburu ikan karang yang menjadi potensi di Pulau Endam – Damar, Kepulauan Seribu.

Malam pun berlalu dan berganti dengan mentari pagi yang menyumbul di ufuk Timur. Peserta pun langsung bergegas menuju perburuan untuk meramaikan acara utama yaitu fun fishing. Sampai pada pukul 11:00 siang, peserta sudah kembali dengan memboyong tangkapan yang didominasi ikan karang.

Acara pun berlanjut dengan makan bersama dengan hidangan liwetan sekaligus dibagikan doorprize dan hadiah bagi pemancing utama. “Pulau Damar spotnya masih bagus, potensinya ada, pulau tak berpenghuni jadi masih leluasa untuk diexplore. Rata-rata orang emang datang kesini mancing di atas kapal, tapi kami coba untuk di landbase dan ternyata hasilnya cukup memuaskan,” pungkasnya.