Barramundi Fishing Game 2017 Torehkan Rekor Babon 18,85 Kilogram

Jakarta, Sahabatmancing.com – Gelaran turnamen mancing Barramundi Fishing Game 2017 di Muara Sungai Bengawan, Ujung Pangkah Gresik, Minggu (22/10) menuai kesuksesan. Event tahunan yang digelar oleh Paguyuban Pemancing Gresik (PPG) ini menorehkan tinta emas dari berbagai bidang. Mulai dari antusias peserta yang membludak dengan keikutsertaan 375 pemancing dari 75 tim, hingga rekor tangkapan induk terberat dengan bobot 18,85 kg.

Kampiun juara pertama Barramundi Fishing Game 2017, diboyong oleh Rea Reo Fishing Club dari Surabaya. Sang jawara berhasil menorehkan rekor dengan mendaratkan ikan seberat 18,85 kg. Rekor ini belum terpecahkan sejak penyelenggaraan turnamen perdana pada 2013 silam. (Dok/Sugeng Sukardi)

Praktis saja dengan capaian tersebut, membuat Barramundi Fishing Game tahun keempat ini menjadi penyelenggaraan paling sukses sejak pertama kali dilangsungkan pada 2013 silam. Bahkan muara sungai Bengawan Solo sepanjang satu kilometer menuju bibir laut, dipenuhi kapal-kapal milik peserta yang jumlahnya total mencapai 75 kapal. Padahal peserta yang mengikuti turnamen ini perlu merogoh kocek senilai Rp2 juta yang sudah termasuk dengan konsumsi, sewa kapal dan asuransi.

Meski begitu, lomba tetap berjalan semarak dan membuahkan hasil yang memuaskan bagi seluruh peserta. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Slamet Sukardi, selaku Ketua PPG. Menurut Slamet, jika hampir seluruh peserta turnamen mancing tidak boncos alias berhasil mendaratkan buruan ikan.

Padahal tuturnya, pihaknya sempat pesimistis dengan hasil lomba usai melihat kondisi cuaca di hulu sungai yang diterpa intesitas hujan tinggi. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya debit air menuju muara sungai Bengawan Solo yang juga berefek pada menurunnya tingkat salinitas. Kondisi ini yang membuat muara sungai yang umumnya berair payau menjadi lebih tawar akibat dari tingginya debit air kiriman dari hulu sungai.

“Padahal hari Sabtu kami sempat tes spot untuk menguji potensi dan intesitas strike-nya seperti apa. Ternyata hasilnya engga seberapa. Kami menggunakan empat perahu hanya dapat mendaratkan ikan kecil dengan berat 8 ons sampai 1,5 kilo. Sempat juga kena babon indukan kira-kira 13 kilo, tapi engga sampai landed,” tuturnya kepada SahabatMancing.com, (25/10).

Namun rasa pesimistis itu langsung sirna ketika gelaran turnamen Barramundi Fishing Fame 2017 berlangsung. Lomba yang dimulai dari pukul 07:00 pagi sampai 15:00 sore ini, berlangsung sengit dan membuahkan tiga juara yang berhasil mendaratkan ikan kakap putih terberat sebagai buruan utama.

“Turnamen tahun ini memang benar-benar spesial, kami sampai sureprise dengan hasil tangkapan peserta yang beratnya melebihi rekor pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2014 itu paling berat 6 kg, tahun 2015 turun menjadi 4 kg, tahun ini tembus rekor 18 kg lebih meski kondisi cuaca kurang mendukung,” tambahnya.

Rekor tangkapan ikan kakap putih seberat 18,85 kg ini ditorehkan oleh Brakak, pemancing dari Rea Reo Fishing Club Surabaya. Kemudian disusul oleh Sidayu dari Gresik Fishing Club dengan torehan 6.05 kg. Kemudian podium terakhir ditempati oleh Radar Bromo 2 dari Probolinggo dengan catatan mendaratkan ikan seberat 4,45 kg.

Praktis ketiga kampiun juara ini berhak membawa pulang hadiah uang tunai masing-masing senilai Rp10 juta, Rp5 juta dan Rp3 juta. Kemudian ada juga hadiah tambahan berupa Piranti mancing dengan brand kenamaan seperti Shimano dan Relix, dari Toko Aneka Raya Pancing sebagai salah satu sponsor. Lalu ada juga doorprize berupa alat-alat elektronik dari Dinas KKP dan Dinas Pariwisata Gresik untuk para peserta yang beruntung.

“Kami berharap event tahun depan lebih banyak disupport lagi oleh dinas-dinas terkait. Kami tidak hanya sekadar menyelenggarakan lomba mancing, tapi kami juga mengajak masyarakat setempat untuk ikut peduli dengan kelestarian alam muara Sungai Bengawan Solo. Terlebih kota Gresik bisa dikenal sebagai destinasi pariwisata mancing selain dikenal sebagai kota religi,” pungkasnya.