Afis Ciptakan Sabi Fish Finder Demi Bantu Nelayan Indonesia

Afis yang merupakan Mahasiswa jurusan Tenik Informatika, bertekad untuk menciptakan alat pendeteksi ikan yang bisa dijangkau oleh kaum penjala di Indonesia. Sebelum ia menelurkan alat ciptaannya, Afis terlebih dahulu melakukan survei kepada para Nelayan yang berada di sekitar kediamannya. Dalam surveinya, ia mendapatkan para Nelayan banyak membawa perangkat smartphone ke tengah laut saat memburu ikan.

Afis Sabi Masrury, memamerkan alat pendeteksi temuannya dalam uji coba Sabi Fish Finder di hadapan awak media. (Dok/Youtube)

Sabi Fish Finder, alat pendeteksi ikan ciptaan Afis Sabi Masrury, rupanya tidak dibuat hanya untuk menyalurkan hobi mancingnya saja saja. Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 ini mengungkapkan, jika dirinya tergerak untuk menciptakan alat pendeteksi ikan berawal dari keprihatinannya kepada Nelayan yang berada di dekat kediamannya di Sitobondo, Jawa Timur.

Dalam pengamatannya, Afis mengungkapkan jika selama ini Nelayan dalam melaut hanya mengandalkan insting pengalaman serta beberapa alat tangkap yang masih sangat tradisional. Hal ini pun bak langit dan bumi dengan kondisi nelayan dari luar negeri yang dilengkapi dengan peralatan canggih seperti GPS pendeteksi ikan dalam menangkap ikan.

Bagi kebanyakan Nelayan Indonesia, membeli alat pendeteksi ikan adalah sebuah keniscayaan. Selain karena harganya yang relatif mahal, GPS Ikan komersil umumnya membutuhkan perangkat lain saat difungsikan seperti monitor dan alat penangkap frekuensi ikan. Kondisi tersebut kurang terjangkau bagi Nelayan lokal yang kebanyakan masih menggunakan cara tradisional.

Untuk itu Afis yang merupakan Mahasiswa jurusan Tenik Informatika, bertekad untuk menciptakan alat pendeteksi ikan yang bisa dijangkau oleh kaum penjala di Indonesia. Sebelum ia menelurkan alat ciptaannya, Afis terlebih dahulu melakukan survei kepada para Nelayan yang berada di sekitar kediamannya. Dalam surveinya, ia mendapatkan para Nelayan banyak membawa perangkat smartphone ke tengah laut saat memburu ikan.

“Mereka bawa smartphone ke tengah laut itu untuk main game, makanya saya buat alat itu dengan menggunakan Android. Program androidnya saya buat sendiri dan sudah jadi prototype-nya pada Januari 2017,” terang Afis kepada SahabatMancing.com (14/8).

Lebih lanjut, dengan terhubung dengan aplikasi di perangkat android, alat pendeteksi ikan yang diberi nama Sabi Fish Finder ini pun dengan mudah digunakan diaplikasikan oleh nelayan. Selain itu ia menambahkan, jika Nelayan dapat menghemat pengeluaran karena alat pendeteksi ikan besutannya ini dapat terhubung ke ke perangkat gawai dengan sambungan bluetooh, bukan dengan paket data internet.

Dibanderol Kurang Dari Rp1 Juta

Kemudian dari segi harga, Afis juga sudah merancang jika harga yang akan dibanderol pada setiap unit Sabi Fish Finder dibawah Rp1 juta agar dapat terjangkau bagi para nelayan. “Saya selama buat alat ini sampai gagal-gagalnya total butuh Rp1 juta, sampai jadi prototype-nya tambah Rp500 ribu. Nanti untuk versi komersilnya bisa dijual engga sampai Rp1 juta,” tambahnya.

Selain untuk mendeteksi ikan di kedalaman 3 meter sampai 30 meter, Sabi Fish Finder juga memiliki keunggulan untuk ‘memanggil’ ikan dengan teknologi gelombang sonar. Saat ini, Afis mengaku sedang mengembangkan ciptaannya dengan menambah beberapa fitur tambahan seperti pengukur besar kecilnya ikan, sampai mengganti peran koneksi bluetooth menjadi jaringan wi-fi seperti halnya pada perangkat action cam.

“Harapan saya yang paling besar yang pasti support dari pemerintah. Mungkin bisa kerjasama dengan KKP agar bisa lebih bermanfaat bagi nelayan Indonesia,” tutupnya.