Membakar adrenalin di Gosong Pasir

Dermaga TPI Lempasing merupakan tempat bersandarnya kapal- kapal mancing berbagai ukuran di kawasan Lampung, salah satunya ialah KM Berdikasi 9. Suasana dermaga dan aktivitas pelelangan selalu dicirikan dengan suara khas koordinator lelang TPI Lempasing. Bagi siapa saja yang mendengar, akan membenak dalam memorinya dan menghidupkan kembali nostalgia ketika kembali ke sini.

Ketika dengung mesin dinyalakan, pelan-pelan kapal bergerak meninggalkan daratan lempasing. seluruh tackle milik pemancing disusun berdasarkan kegunaannya masing-masing. sambil menunggu kapal tiba di spot awal di sekitar gosong Pasir yang jaraknya sekitar 8 jam perjalanan dari darat.

Nuansa alam daratan lampung dari laut cukup memanjakan mata para pemancing sebelum membelah laut lepas di selat sunda. Bukan hanya bukit-bukit yang menjulang tinggi nan hijau, pantai- pantai pasir putih di kawasan pesisir selatan lampung juga tak kalah indahnya membingkai pandangan.

Spot laut dangkal
Delapan jam sudah km berdikari 9 berlayar menerjang ombak hingga sampai di spot pertama. masing-masing pemancing mulai menyiapkan rangkaian pancing pada tackle dan membagi peran untuk melakukan teknik jigging dan juga bottom fishing (dasaran). Iman Sulaiman yang mengambil tempat di buritan kapal memulai peruntungannya. Metal jig diturunkan pada kedalaman air kurang dari 100 meter dan beberapa kali ia memompa joran hingga akhirnya ril miliknya berbunyi.

Kekuatan penuh ditampilkan pemancing asal Cirebon, Jawa Barat ini guna menjajal perlawanan ikan. Spot-spot di sekitar kawasan SMR memiliki beragam kedalaman sesuai dengan kontur dasar berupa pegunungan api yang ada di bawah laut. kali ini kapten dartim membawa kapal menuju spot dangkal kedalaman sekitar 40-60 meter dengan harapan dapat menemui ikan-ikan penghuni karang dan bisa dinaikkan ke atas kapal.

Sendi Nur Zaman nampaknya menikmati trip perdananya di SMR stetelah sukses meraskan beberapa kali strike GT.
Sendi Nur Zaman nampaknya menikmati trip perdananya di SMR stetelah sukses meraskan beberapa kali strike GT.

Selanjutnya giliran Sendy yang strike. Perlawanan kuat dari dalam air rupanya membuat joran yang ia pegang melengkung tajam. ayunan joran seirama gulungan ril terus ia samakan sambil sesekali menahan perlawanan sang predator. Rupanya ikan lebih dahulu kelelahan dan menyerah hingga kail tersangkut tepat di bibirnya. Giant Trevally (GT) berukuran 5 kg lebih berhasil ditarik menggunakan gancu oleh ABK saat ikan terlihat di permukaan. Buritan kapal rupanya menjadi lokasi terbaik pada sore itu. Belum selesai sendy menaikkan ikan ke atas kapal, aang rupanya menyusul. Jerit ril miliknya menandakan ada perlawanan ikan dari dalam laut. Strike!!! gerakan tubuh selaras dengan maksud memudahkannya untuk menaklukkan ikan terus ia lakukan. Hingga dari permukaan air laut terlihat bayang putih GT dan kembali menjadi raihan sore itu.

Dari ufuk barat, rona jingga sang surya mulai tenggelam melewati batas garis cakrawala. Cahaya dari lampu di tiaptiap sudut kapal menyala satu persatu menerangi lokasi mancing. Walau mesin kapal tidak dinyalakan, namun suara genset mampu mengisi ruang hampa di tengah samudera. Kegaduhan malam hari pecah ketika sendy tiba-tiba strike di buritan kapal. Bermain dasaran, umpan miliknya sukses disambar ikan dan membuatnya tertegun. Ia terus memaksa ikan untuk naik ke atas kapal, memompa joran dengan hati-hati agar tetap dalam keadaan seimbang. Setelah kian mendekati permukaan akhirnya target terlihat, seekor ikan kurisi cablak pun berhasil diangkat ke atas kapal.

trip-gosong-pasir-ii_4
Sambaran ikan yang membuat joran salsh satu Tim melengkung hebat.

Yoga yang sedang duduk menunggu sambaran di pinggir kapal juga strike setelah joran yang ditancap di sisi kapal melengkung. Perlawanan ikan sempat membuat yoga kewalahan hingga dirinya harus bergeser dari samping kapal menuju buritan. Rupanya seekor tuna gigi anjing (Dogtooth Tuna) memakan umpan milik Yoga. Dengan sigap ABK langsung menggancu ikan saat terlihat di permukaan.

Ril overhead yang digunakan Felip seketika berderit keras, kemudian dibarengi lengkungan joran mengikuti pergerakan ikan. Nada khas overhead sesekali membangkitkan semangat Felip untuk terus memompa joran. Sampai akhirnya pemancing asal jakarta ini sukses menaikkan seekor kurisi dengan berat sekitar 5 kg ke atas kapal.

Yoga selanjutnya menyusul rekannya yang lain. Entah ikan apa yang menyambar umpan miliknya hingga membuat joran terpaksa harus sedikit diturunkan agar tidak patah. Kekuatan besar dari bawah air cukup menyulitkan Yoga, Yap doggy landed. Perolehan malam pertama menjadi awal yang baik pada trip ini.

Memasuki pagi hari, teknik dasaran coba kembali diterapkan sendy di buritan kapal menggunakan umpan cumi. Di antara rekan-rekannya yang lain ia lebih dahulu strike saat itu. Belum selesai ditarik ke atas kapal, ikan yang tersangkut di umpan sendy membuat ricuh hingga benang saling terlilit satu sama lain karena perlawanan ikan cukup agresif. rupanya seekor ikan kurisi sekitar 3 kg yang membuat kacau suasana mancing saat itu.

Kapal hanya berputar di sekitar lokasi pertama dari laut dangkal hingga titik yang lebih dalam. Bagian belakang kapal menjadi tempat favorit bagi Setyo karena lumayan nyaman untuk memancing. Tak butuh waktu lama bagi setyo untuk bisa merasakan strike. Peluh keringat tercurah dari tubuh Setyo sambil bertanya-tanya ikan apa yang terperangkap di kailnya. Rupanya seekor amberjack menjadi raihannya kali ini.

Pembuktian coba dilakukan Zaky Zaman sebagai pemancing dengan jam terbang tinggi. Teriknya matahari siang itu tidak menghalangi dirinya untuk bisa mendapatkan dogtooth. Dengan penuh percaya diri, beberapa ekor doggy sukses menambah perolehan coolbox di BD 9.

Serangan Predator Gosong Pasir
Serangan dari predator-predator laut pada malam selanjutnya menghilangkan kantuk yang menggelayut di mata para pemancing. berbagai teknik coba dilakukan untuk harapan ikan besar bisa terangkat. dari atas kapal, maizun coba berinisiatif melempar popper jauh ke titik yang menurutnya berpotensi. Pemancing asal Pekalongan tersebut cenderung lebih menyukai teknik popping dibandingkan yang lainnya. Beberapa kali lempar akhirnya sambaran pertama datang dari bawah laut. Strike!!! umpan yozuri hydro Popper 43 gram warna hitam silver miliknya tertarik ikan hingga membuatnya hilang keseimbangan. Seketika maizun menahan benang agar tidak terlalu terulur panjang dengan terus menggulung handle reel. Rupanya seekor giant trevally berukuran sekitar 4 kg sukses didapatkannya lewat teknik popping.
Ke

trip-gosong-pasir-ii_7
Berpose dengan ikan hasil tangkapan

Beruntungan rupanya terus menaungi maizun sepanjang malam itu. Rangkaian strike dalam selang waktu singkat menghadirkan kesenangan dari raut wajahnya. Masih dengan lure sama, sambaran terjadi lagi. Bagi maizun, popping memiliki sensasi tersendiri kala merasakan sambaran dari predator laut. Total 4 ekor gt dengan bobot berkisar 3-4 kg berhasil ikut memenuhi raihan di coolbox km BD 9. bagian paling depan km berdikari 9 menjadi arena pembuktian hondi sepanjang malam itu. Popper hinomiya andalannya berkali-kali mendapatkan sambaran ketika beberapa kali melakukan retrieve. Seketika hondi memasang kuda-kuda agar tidak hilang keseimbangan karena perlawanan ikan yang kuat. Kembali seekor gt sukses menjadi target hondi dan diangkat mulus ke atas kapal oleh ABK. Sementara di sudut depan kanan kapal, suara kegembiraan Felip terdengar jelas hingga belakang. Teknik castjig yang ia terapkan membuahkan hasil usai disambar kawanan tongkol yang berenang di sekitar kapal. Walau belum sepenuhnya menguasai castjig namun dirinya sukses mengumpulkan banyak tongkol berkat masukan dari Zaky Zaman. Hanya membutuhkan satu-dua kali lemparan untuk Felip bisa merasakan sambaran kawanan tongkol.

Tak mau kalah dari sisi sebelah kiri kapal, Ucok terus membuktikan kehebatannya yang sejak awal bermain dasaran. Mudah baginya untuk strike ketika umpan cumi sudah diturunkan ke laut. Naik turun joran dipompanya dimulai dari posisi berdiri, duduk hingga kembali berdiri sampai akhirnya dari permukaan terlihat seekor cablak terperangkap kailnya. Bertambah lagi perolehan ikan kali ini.

Belum selesai sampai di situ, pemancing tangguh asal Cirebon ini rupanya terus dinaungi keberuntungan. Bunyi keras dari rilnya menandakan sambaran dari predator bawah laut. Untuk kesekian kalinya seekor gt sekitar 4 kg sukses dinaikkan ucok melalui perlawanan cukup menguras tenaga.

Pagi hari di minggu yang cerah mengakhiri petualangan para pemancing di birunya lautan SMR. Atas kesepakatan bersama trip pada kali ini disudahi mengingat waktu tempuh menuju darat lumayan lama. Mendengar perintah pulang, kapten dartim tancap gas dan abk langsung sigap membersihkan peralatan pancing milik peserta trip. Sebagian abk membersihkan geladak kapal agar terhindar dari bau amis, sisanya seorang juru masak menyiapkan hidangan terakhir di atas kapal.

Ikan hasil tangkapan tim.
Ikan hasil tangkapan tim.

Ikan-ikan yang terkumpul di dalam 5 boks besar satu persatu dijajarkan di bagian depan kapal yang dibuat sedemikian rupa untuk foto-foto. bagi para peserta trip yang menggunakan km berdikari, rasanya menjadi hal wajib untuk melakukan sesi ini sebelum turun dari kapal. Trip yang memuaskan, adrenalin terbakar dipompa ikan-ikan besar. – RPS