Mancing Liar, Hampala Ciliwung

Memancing ikan-ikan predator air tawar di perairan darat kota metropolitan seperti Jakarta bukan perkara mudah. Danau, rawa dan habitat asli ikan sudah tidak banyak lagi. Belum lagi aliran sungai yang tercemar menambah deretan derita terputusnya rantai hidup ikan. Keadaan ini sudah terlanjur terjadi terutama di aliran sungai-sungai penting seperti Sungai Ciliwung.

Secara geografis, Ciliwung punya berbagai macam kelebihan berupa potensi fauna yang endemik. Bagi para pecinta casting, Ciliwung masih bisa jadi andalan untuk dimaksimalkan potensi ikannya, terutama dalam perburuan ikan Hampala. Agar bisa dengan mudah mendapatkan target, penentuan spot serta pembacaan kondisi lapangan menjadi salah satu hal yang perlu dikuasai. Sungai dengan lokasi berpasir dan berbatuan cadas merupakan karakteristik habitat Hampala. Biasanya ikan ini mendiami suatu wilayah bebatuan atau tepi- tepi sungai yang arusnya tenang dan berbatasan dengan arus deras. Ini sangat cocok dengan Ciliwung yang di banyak titiknya terdapat bebatuan dan pasir.

Pencarian Spot
Dua orang castinger, Sugeng Poerba asal Jakarta dan Fendy Hwan asal Bogor mencoba membuktikan seberapa besar hasil yang didapat dalam mengeksplorasi Ciliwung dalam trip freshwater kali ini. Fendy Hwan merupakan seorang castinger penghobi wildfishing yang berpengalaman dan cukup hapal spot-spot terbaik yang dimiliki Ciliwung. Berbagai macam lure seperti mini popper, minnow, serta spoon menjadi senjata andalan dalam upaya memburu Hampala. Lures tersebut juga sengaja dipasang menggunakan kail tipe single hook, atau satu mata kail, dengan tujuan meminimalisir cedera pada ikan disaat hook-up. “Bila menggunakan treble hook dapat merusak (mulut) ikan,” jelas Fendy.

Ferdy berhasil melakukan strike perdana kali ini.
Pict By: Fendy Hwan

Strike Perdana
Di pagi yang cerah itu, kala arus sungai cukup deras, Fendy mulai melempar umpan buatan (lure) ke satu titik. Beberapa kali lemparan dilakukan namun belum terlihat adanya sambaran. Untuk menarik perhatian ikan, Fendy menarik (retrieve) lure secara hati-hati sesuai karakter lure yang digunakan hingga menyerupai umpan sungguhan.

Beberapa kali lemparan dilakukan akhirnya usahanya berbuah hasil. Lure miliknya disambar Hampala hingga tarik-menarik pun terjadi. Dengan percaya diri, Fendy mencoba menaklukkan perlawanan ikan yang membawa lure-nya menjauh dari permukaan. Pertarungan disudahi setelah ikan berukuran telapak tangan lebih menyerah dan berhasil diangkat ke permukaan. Butuh keahlian untuk bisa menaklukkan Hampala, sebab ikan ini memiliki rahang yang mampu membengkokkan mata kail berbentuk treble sekalipun. Ketika sudah hook-up, benang harus terus digulung serta joran harus tetap menahan perlawanan.

Melihat rekannya berhasil mendaratkan Hampala, tangan Poerba semakin gatal untuk mendapatkan giliran. Satu dua kali cast, belum ada tanda-tanda segera strike. Namun inilah casting, pemancing dituntut untuk bersabar dan rajin melakukan lemparan umpan. Filosofi itu yang coba diyakini Poerba hingga pada lemparan ketujuh kalinya sang Hampala merasa terganggu.

Dengan cepat joran milik Poerba melengkung tajam bersamaan dengan riak air di sebuah sudut sungai. Kali ini ikan benar- benar melakukan perlawanan mencoba melepaskan diri dari mata kail miliknya. Pertarungan dengan Hampala di sisi kota yang mempesona ini memberikan sensasi yang luar biasa bagi siapa saja wild angler yang mengalaminya. Adrenalin terpacu deras hingga pada akhirnya Hampala Ciliwung berhasil didaratkan setelah melalui perjuangan yang sengit.

Tidak terasa matahari semakin terang menyinari kesyahduan alam Ciliwung. Meski siang itu lumayan terik, namun hembusan angin yang menggerisik barisan bambu nan rimbun menghiasi tepian sungai mampu menyejukkan suasana.

Perlawanan Hampala

Sugeng Poerba berpose dengan Hampala hasil tangkapannya
Pict By: Fendy Hwan

Semangat untuk terus merasakan sensasi tarikan Hampala masih terlihat dari aksi Fendy dan Poerba yang masih casting-an. Sedang fokus melempar umpan akhirnya lure Poerba mendapat sambaran. Hampala lagi, sambarannya yang mantap membuat mata kail masuk tepat ke dalam rongga mulut ikan. Merasa sedang dalam situasi berbahaya, ikan memberikan perlawanan yang sporadis. Membawa lure yang ditelannya ke wilayah bebatuan dan membuat Poerba khawatir akan mendapatkan kesulitan. Poerba terus berusaha menjinakkan perlawanan ikan. Rupanya ikan kali ini lumayan gesit, seperti memiliki strategi tempur, ia membuat situasi Poerba menjadi sulit, kini benang pancing terhalang bebatuan. Seperti yang sudah diduga, mocel, ikan memenangkan pertarungan. Dewi fortuna belum berpihak padanya kala itu.

Dari tragedi mocel tersebut, Poerba merasa masih belum puas. Kembali satu dua lemparan ke beberapa titik ia lakukan, namun cuaca kurang mendukung. Apa boleh buat, baik Fendy maupun Poerba akhirnya memilih untuk menyudahi trip.

Perburuan Hampala Ciliwung bukanlah sebuah legenda. Di sana masih terdapat spot-spot potensial untuk di jelajahi. Bagi warga Ibukota yang ingin merasakan sensasi tarikan Hampala, Ciliwung bisa dijadikan spot pilihan.Sugeng Poerba