Mama Dogtooth Palu

Pangalasiang, Palu terkenal akan spot Tuna Gigi Anjing (Dogtooth Tuna) idaman para pemancing se Nnusantara. ekosistem alam Sulawesi nan asri pun menjadi pemikat bagi mata yang rindu nuansa alami. Pesona ini akhirnya menjadi daya tarik bagi para pemancing dri Jakarta, Batam, Surabaya bahkan Singapura dan Korea untuk meraakan tarikan sang Dogtooth.

persiapan-para-pemancing-di-dermaga-pangalasiang-palu
Para pemancing ketika melakukan persiapan menaiki kapal dari Dermaga Pangalasiang, Palu.

Perjalanan darat dari Palu menuju dermaga Pangalasiang diselingi rasa kantuk usai penerbangan dari Jakarta yang mengalami keterlambatan. Namun obrolan dari para pemancing ditambah suasana alam Sulawesi nan asri seolah mengusir lelah. Makan siang dengan menu ikan bakar akhirnya jadi tambahan energi sebelum tiba di tempat KM Berdikari 2 bersandar.

Usai menyantap makan siang, tim kemudian bergegas menuju dermaga dan langsung memasukan barang serta perlengakapan ke atas kapal agar tidak terlalu sore. Sekitar 1.5 jam berlayar, kita sudah bisa mulai menjajal spot di perairan Pangalasiang. Spot mancing di sini memang tidak terlalu jauh dari darat namun tetap menawarkan potensi yang terbilang bagus. Seluruh pemancing mulai menggunakan pirantinya masing-masing, kali ini Melvin menjadi aktor yang merasakan strike perdana. Seekor ikan Mata Bongsang sukses dinaikkan ke atas kapal usai melewati perlawanan kuat atas ikan penghuni laut dalam tersebut. Langkah Melvin ini berlanjut setelah beberapa ikan seperti Tuna Gigi Anjing (Dogtooth Tuna) Salem (Rainbow Runner) serta Tongkol dinaikkan oleh rekannya yang lain.

Sementara kredit poin layak diberikan kepada Lastiyo karena selain ikan yang disebutkan tadi, pembina dari Maguro Fishing Community (MFT) itu sukses mendapatkan satu-satunya ikan Tenggiri pada trip di hari pertama. Hal tersebut tentu menjadi awal yang baik guna melanjutkan kegiatan mancing di hari selanjutnya.

Mayoritas pemancing yang ikut serta kali ini baru pertama kali merasakan pengalaman mancing di Palu. Untuk itu sesuai kesepakatan bersama, pada hari kedua KM Berdikari 2 melanjutkan mancing menuju spot Pasoso yang berjarak lebih kurang 4 jam agar pemancing yang baru pertama kali tadi bisa merasakan sensasi mancing di beberapa spot di Palu.

Harapan coba ditanamkan di dalam hati masing-masing pemancing saat piranti mulai diturunkan setibanya kapal di Pasoso. Namun apa daya rupanya intensitas strike justru berkurang dibanding dengan lokasi mancing sebelumnya.

Hingga waktu coba dimanfaatkan oleh para pemancing untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman seputar mancing oleh Rivai Susanto dari Relix Nusantara serta oleh Melvin dan Yohan. Parade strike Kegiatan mancing memasuki hari terakhir. Karena hasil yang kurang maksimal, KM Berdikari 2 kembali menuju spot Pangalasiang. Seluruh pemancing bertekad untuk bisa mendapatkan hasil lebih maksimal di hari terakhir ini.

foto-bersama-anglers-di-kapal-berdikari
Foto bersama anglers di Kapal Berdikari

Rekan-rekan dari Samson FC, yohan dan Mr. Cho langsung melakukan cast jig dari bagian atas kapal. Sementara yang lainnya mengisi tiap sudut kapal juga dengan metode mancing serupa. Kinoy menjadi bintang pada hari ketiga ini usai strike Dogtooth Tuna bertubi- tubi setelah di hari pertama dan kedua kurang mendapatkan hasil maksimal. Hal serupa juga dirasakan oleh Mr. Cho yang nampak sumringah menikmati kegiatan mancingnya ini setelah sukses menaikkan ikan Cakalang (Skipjack Tuna). ikan yang masuk spesies Tuna tersebut memang banyak ditemukan di wilayah perairan Sulawesi dan sekitarnya.

Melihat intensitas strike yang tinggi di hari ketiga, kami merasa yakin jika terdapat Dogtooth monster di bawah sana. Upaya menggunakan metal jig terus menerus dilakukan namun belum juga membuahkan hasil. Akhirnya Amin Maulani berinisiatif menggunakan teknik ngoncer menggunakan umpan hidup. Sesuai kesepakatan sebelumnya, hanya dua ekor Dogtooth ukuran besar yang boleh dinaikkan ke atas kapal guna memberi kesempatan kepada rekan pemancing lain di trip selanjutnya.

Bak sedang melakukan operasi di meja bedah, sebagian pemancing bergerak cepat memasang ikan Salem ukuran sedang yang didapat Amin ke dalam rangkaian koncer yang sudah disiapkan. Seperti sudah diskenariokan, konceran yang digunakan Amin berhasil disambar ikan. Joran oH Maguro Deep-X melengkung tajam, “Strike,” seru kami serempak. Amin mulai memompa joran dan memutar ril. Di tengah pertarungan dengan ikan, Edy mengambil alih joran dan melaksanakan tugas menaikkan monster dengan baik. Seluruh pemancing bersorak memberikan applause kepada Edy yang masih terengah- engah. Perburuan monster Dogtooth kedua pun kembali dilakukan yang kali ini menggunakan umpan ikan Tongkol segar. “Kalau strike lagi, aku mau deh naikinnya,” kata Bayu setelah melihat serunya perjuangan Amin dan Edy.

Strike yang dilakukan oleh Lastiyo selaku pembina Trip Maguro Fishing Community
Strike yang dilakukan oleh Lastiyo selaku pembina Trip Maguro Fishing Community

Sembari menunggu konceran disambar, seluruh pemancing masih aktif ngejig diselingi cast jig. Lempar- tarik metal jig ukuran 100 gram terus Lastiyo lakukan dan membuahkan hasil ikan Salem dan Tongkol yang menyambar. “Asyiikkk Dogtooth,” teriak ABK saat menunggu ikan naik. “Dogtooth kok ada batiknya?” ujar Lastiyo lemas setelah melihat, lagi-lagi Dogtooth Kw alias Tongkol berhasil ia dapatkan. Mancing bersama kru KM Berdikari 2 di Pangalasiang memang selalu menghadirkan kesan luar biasa, terutama soal hidangan di atas kapal. Satu hal yang dirindukan para pemancing untuk kembali lagi ke tempat ini adalah menu Bakso Tenggiri. Juru masak KM Berdikari 2, Jamal ahli dalam membuat menu masakan yang satu ini. “Coba Tenggiri mas Lastiyo kemarin dibikin bakso ikan, uenaakkk tau,” celetuk Jamal. “Memang bisa ya, Tenggiri dijadikan bakso? ya sudah, tugas om Papi cari Tenggirinya, ya?” kata Lastiyo sambil menepuk bahu om Papi Samson. “Siap, laksanakan Ndan,” jawab om Papi sambil tertawa lebar.

Dengan sigap om Papi melakukan cast jig untuk mencari ikan Tenggiri. Pucuk dicinta ulam pun tiba, usaha om Papi Samson tadi membuahkan hasil dengan strike dua ekor Tenggiri. Dibantu Lastiyo, Tenggiri segera diserahkan ke Jamal untuk diolah menjadi hidangan istimewa di atas kapal pada malam itu.

Malam semakin larut namun keseruan kian bertambah setelah konceran yang dipasang Bayu mendapatkan sambaran. rupanya perlawanan ikan dari dalam laut membuat Bayu kewalahan. Namun semangat tinggi serta rasa penasaran membuat Bayu terus mengerahkan seluruh tenaganya. Cukup lama upaya Bayu menaklukkan perlawanan hingga terlihat bayangan dari permukaan air, rupanya seekor Hiu memangsa umpannya. Dengan cepat ia langsung memotong leader benang pancing agar ikan tersebut terlepas.

yohan-pemancing-asal-jawa-timur
Seekor Dogtooth yang diidamkan oleh Yohan pemancing asal Jawa Timur yang berhasil ia tangkap

Dari sudut lain terlihat Kinoy dan yohan berkali-kali merasakan strike Dogtooth. Melihat rekannya itu strike, Lastiyo mencoba berpindah menuju depan hingga belakang kapal untuk melakukan castjig. Belum juga sampai belakang, ia dikagetkan dengan menegangnya tali Pe dan melengkungnya joran miliknya. “Strike,” jeritnya kaget. Melihat perlawanan ikan dan komentar teman-teman membuat Lastiyo berhati-hati saat fight karena khawatir ikan terlepas kembali. Setelah berjuang lama, ternyata seekor Dogtooth yang ia idamkan selama 3 hari mancing akhirnya sukses dinaikkan ke atas kapal. “Woi akhirnya dapat Dogtooth juga ya, Mas,” kata yohan. Strike Dogtooth ini melengkapi 3 spesies ikan yang berhasil didapatkan yaitu Salem, Tenggiri, dan Skipjack, total 4 spesies di spot Pangalasiang sudah ia rasakan sensasi tarikannya.

Kegiatan mancing yang sebentar lagi akan berakhir membuat para pemancing memaksimalkan sisa waktu yang ada. Amin kembali memasang rangkaian koncerannya dengan umpan Tongkol hasil strike-nya Mr. Cho. “Semoga dimakan Dogtooth besar, Tongkolnya yaaaa,” kata edy sembari duduk di samping joran konceran. Lama menunggu sambaran tiba-tiba joran edy melengkung. “Nah, nah, ambil jorannya. Tarik-tarik dahulu biar makin nancap pancingnya,” seru Amin ke edy yang dengan sigap mengamankan joran dan memulai aksinya menaklukkan ikan. Pertarungan seru dan penyelesaian strike kali ini terpaksa dilakukan bergantian antara edy dan Mr. Cho dan dikembalikan lagi ke edy hingga akhirnya monster Dogtooth kedua berhasil naik bagian belakang kapal.

Aktifitas mancing masih berlanjut, kali ini giliran Lastiyo melakukan jigging. Beberapa kali ia mengganti jenis dan ukuran metal jig dengan harapan bisa disambar oleh Tuna Sirip Kuning (Yellowfin Tuna). Spesies ikan yang merupkan maskot dari produsen alat pancing Maguro dan bisa menjadi kado hari jadinya yang ke-14 ini. Namun apa daya rupanya usahanya tersebut hanya menarik perhatian seekor Tongkol dari dalam air. Kado ulang tahun untuk Maguro ke-14 belum berhasil diraih. Boiling di depan kapal yang belum bisa dijangkau membuat seluruh pemancing gigit jari. Karena diyakini, fenomena tersebut memiliki potensi besar terhadap keberadaan sang YFT. Di ujung dermaga sana, warga sekitar Pangalasiang sudah berkumpul menanti bersandarnya KM Berdikari 2 yang kerap membagikan hasil pancingan kepada warga. Sebuah kebiasaan yang selalu ditanamkan oleh para pemancing yang melakukan kegiatan mancing di sana. wisata kuliner masakan Kaledo, Sop Sumsum Tulang Sapi menjadi kegiatan penutup trip kami di Palu Sulawesi Tengah kali ini. rasa kebersamaan selalu jadi doa agar mampu kembali melakukan trip bersama. – Lastiyo Kusumo