Dogtooth Gosong Pasir

Rintik hujan pada kamis sore (4/2) menemani perjalanan 11 pemenang pemancing dar Jakarta untuk melakukan ekspedidi mancing di Perairan Sea Mount Reef (SMR), Lampung. Spot mancing di perairan paling Selatan Pulau Sumatera tersebut sepertinya bak celengan ikan raksaan di dalam laut yang tiada habisnya sebab dari jumlah ikan serta bobotnya, SMR terkenal selalu menjajikan hasil mancing yang maksimal.

Kondisi cuaca di bulan Februari tergolong rawan badai karena masih masuk musim penghujan. Berdasarkan laporan BMKG, potensi hujan besar disertai angin kencang dan gelombang tinggi masih menggelayuti perairan selatan Indonesia. Namun rupanya keberuntungan menaungi rombongan pemancing kali ini, cuaca cerah langit Lampung menyambut kedatangan mereka pada pukul 07:00 WIB. TPI Lempasing, tempat bersandarnya KM New Agung Kusuma, menjadi titik awal keberangkatan sebelum melaut.

Kejutan Hasil Trolling
Tanpa banyak menghabiskan waktu, ABK yang sudah menunggu langsung mengangkut segala macam barang bawaan serta peralatan pancing milik rombongan. Kapten Abas serta sang pemandu dari KM Agung Kusuma, Ali Ashari menyambut satu-persatu para pemancing ke atas kapal. Perjalanan melelahkan dari Jakarta membuat sebagian rekan pemancing langsung mengambil posisi tidur pada saat kapal mulai berlayar.

Empat jam sudah KM Agung Kusuma berlayar menuju laut lepas dengan kondisi permukaan laut yang datar. Ali memerintahkan ABK untuk memasang peralatan trolling di buritan kapal dengan harapan seekor ikan besar bisa didapatkan. Sementara ABK lain sibuk menyiapkan santapan bagi para pemancing sebagai salah satu pelayanan yang diberikan di atas kapal.

Sedang asyik menikmati santapan di atas kapal, tiba-tiba terdengar bunyi jeritan ril, sontak seisi kapal heboh. Hendrik dengan sigap segera memegang joran untuk berjibaku meladeni perlawanan ikan. Jika dilihat dari pergerakan joran yang melengkung tajam, diduga bobot ikan lumayan besar. Semangat dari rekan-rekan membuat Hendrik tetap kuat memompa joran dan ril. Setelah melewati perjuangan keras akhirnya seekor Tenggiri berhasil dinaikkan ke atas kapal.

Seisi kapal bersorak gembira melihat hasil trolling tersebut. Penimbangan pun dilakukan, seekor Tenggiri dengan bobot lebih dari 10 kg menjadi perolehan impresif di awal pertempuran. Umpan trolling menggunakan lure kembali dipasang. Beberapa lama ditunggu-tunggu belum juga memberikan tanda-tanda disambar ikan. Tim memutuskan melanjutkan istirahat usai makan guna memulihkan tenaga.

Spot daratan
Pukul 03.30 WIB kapal tiba di spot pertama. Kapten Abas memposisikan kapal di atas spot berkarang untuk memainkan teknik dasaran. Para pemancing langsung menyebar di sisi-sisi kapal dan memainkan peralatan masing-masing. Kali ini Kanda mengawali perolehan pertama setelah berhasil menaikkan Kakap Merah dengan bobot 4 kg serta Kurisi Emas sekaligus. Di sisi kanan kapal strike pun terjadi, Roni dan Jamal merasakan double strike secara bersamaan. Rupanya kapten memarkir kapal tepat di atas spot yang dimaksud. Terbukti para pemancing berhasil merasakan perlawanan ikan penghuni karang seperti Kakap Merah, Giant Trevally, Kue Lilin, Kurisi Hijau serta Lencang. Semua ikan-ikan tersebut sukses dinaikkan ke atas kapal dan mulai memenuhi geladak penyimpanan ikan. Setelah dirasa sudah mulai tak adanya sambaran, kapten memutuskan untuk pindah haluan.

Tidak jauh dari titik awal, kapal kembali berhenti. Lokasi dasar laut berkontur karang rupanya masih menjadi pilihan. Sama seperti di spot sebelumnya, semua pemancing pun berhasil merasakan strike para penghuni karang.

Pertarungan doggie
Sebelum tiba di spot ketiga sekitar Gosong Pasir, Ali Ashari memerintahkan ABK agar mengganti leader dengan benang berbahan fluoro carbon ukuran 60 lbs serta membuat rangkaian ngoncer dengan rangkung. Gunawan Tribuana (Gete), Apoy, H. Ilmi, Puadin Redi dan Yosi memilih menggunakan teknik cast jig, sementara yang lain berkonsentrasi dengan teknik ngoncer dasarannya. Belum lama Yosi melakukan cast jig, strike pun terjadi. Metal jig 60 gram milik Yosi rupanya berhasil disambar ikan dan membuatnya kewalahan. Selang beberapa lama, terlihat di permukaan air seekor Tuna Gigi Anjing tertancap mata kailnya. Gerak cepat ABK membantu Yosi membuat Doggie dengan bobot 10 kg berhasil naik ke atas kapal.

trip_go-strike-gosong-pasir-2
Spot SMR (Sea Mount Reef) lampung merupkan lokasi tempat Dogtooth berhabitat.

Teknik ngoncer oleh Afi Sofawi rupanya juga membuahkan hasil saat tiba-tiba terdengar bunyi jeritan dari ril miliknya. Namun belum lama strike sambil menggulung ril tiba- tiba benangnya putus. Ia kecewa dan lemas. Mungkin belum rezekinya, bagi pemancing pemula menarik ikan hingga joran melengkung tajam merupakan hal yang menakjubkan.

Kali ini parade strike di Gosong Pasir dimulai. Apoy dengan teknik cast jig-nya berusaha menarik perhatian predator penghuni samudera. Beberapa kali ia lempar dan tarik jig secara cepat hingga umpan menyerupai pergerakan alami ikan-ikan kecil. Tak berselang lama ia merasakan ada sambaran dari bawah laut. Strike! Dengan cepat Apoy mengapit gagang joran dengan lengan ke pinggang. Perlawanan ikan sangat kuat membuat dirinya membungkuk mengikuti gerak pergelangan tangan. Seekor Dogtooth lebih dari 15kg akhirnya berhasil dipaksa naik ke atas kapal.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Kanda tak berselang lama setelah Apoy strike. Melihat ada perlawanan dari bawah air, sontak Kanda memutar handle ril seirama dengan gerakan naik-turun joran. Tidak sulit bagi Kanda untuk menaklukan ikan. Dogtooth dengan bobot 3kg menjadi perolehan miliknya kali ini. Pesta strike Tuna Gigi Anjing kembali berlanjut setelah H. Ilmi bersusahpayah menaklukkan agresivitas sang predator di sisi belakang kapal. Adrenalinnya terpacu hingga usahanya membuahkan hasil dengan terangkatnya dogtooth berbobot 18kg dan kesekian kalinya memenuhi coolbox.

Puadin Redi kali ini benar-benar sedang dinuangi Dewi Fortuna. Usahanya memainkan cast jig berkali-kali mampu menarik perhatian ikan hingga ia strike seekor Bonito. Tak ingin kalah dengan rekannya yang lain, Gete pun unjuk kebolehan. Belum sempat naik ke atas permukaan, metaljig miliknya disambar ikan. Perlawanan kuat membuatnya terus mengulur benang agar ikan tidak lepas hingga targetnya itu kelelahan. Namun apa daya, belum sempat melihat ikan di permukaan, benangnya putus. Pe 5 miliknya tidak mampu menahan perlawanan predator yang agresif tersebut. Kejadian ini tidak hanya menimpa Gete, melainkan juga dirasakan Afi kala mendapatkan sambaran. Bahkan kejadian ini menimpanya hingga 7 kali.

Cerita berbeda dialami oleh Roni Wahyudi. Perolehan dogtooth pada trip kali ini coba ia tambah setelah merasakan sambaran kencang. Kemampuannya yang sudah terasah dalam menaklukkan ikanikan agresif, tidak membuat Roni kesulitan dan ikan pun berhasil di bawa naik ke atas kapal. Pak Haji, sapaan akrab H. Ilmi kemudian ikut meramaikan strike setelah umpannya mendapat sambaran. Kali ini pertarungan cukup alot, namun dengan kerja keras dan kesabaran akhirnya seekor dogtooth kembali dinaikkan ke atas kapal. Serbuan dogtooth kali ini tiada henti hingga malam menjelang waktu subuh. Semua pemancing sempat merasakan tarikannya satu persatu. Beberapa metal jig juga tak terhitung berapa banyak yang putus menjadi korban.

Ikan ikan karang
Hujan yang turun menjelang pagi membasahi tiap sudut KM New Agung Kusuma. Meski derasnya hujan membuat tak nyaman, namun bukan berarti mancing terhenti. Justru ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pemancing untuk bisa merasakan sensasi tarikan ikan-ikan penghuni karang. Adalah Puadin Redi, keberuntungan besar memang selalu berpihak kepadanya. Sejak awal ia selalu disibukkan dengan strike Bonito bertubi-tubi, hingga membuatnya kelelahan sendiri. Totalnya jika dihitung, sekitar 25 ekor menjadi perolehan terbanyak Puadin.

Sedang konsentrasi memegang joran tiba-tiba ril milik Pak Haji menjerit kencang. Strike! Ikan melawan. Sekuat tenaga ia meladeni perlawanan ikan, mengulur sambil sesekali menggulung kembali senar menunggu hingga ikan kelelahan. Rupanya perlawanan tangguh dari ikan kali ini tidak mudah ditaklukkan. Ia bertanya-tanya, seberapa besar ikan yang tersangkut di kailnya hingga membutuhkan waktu yang begitu lama untuk bisa dinaikkan ke atas kapal? Namun akhirnya muncul bayangan besar di permukaan air. Suasana menjadi gaduh kala melihat bayangan tersebut ternyata seekor Dogtooth berukuran besar dan berhasil dinaikkan ke atas kapal. Tidak tanggung-tanggung, sementara ini H. Ilmi memegang rekor ikan terbesar dengan bobot 25 kg.

Ikan hasil tangkapan tim.
Ikan hasil tangkapan tim.

Saat hari semakin terang dan cuaca perlahan membaik, tim memutuskan untuk ngomset ikan-ikan karang. Seluruh pemancing berlomba menaikkan para penghuni karang seperti Kerapu Lodi, Kakap Merah, Kue Lilin, GT hingga Kurisi. Walau tim sangat menikmati mancing pada siang itu, namun Ali Ashari dan Kapten Abas menyarankan agar para pemancing jangan terlalu memforsir tenaga. Sebab pada malam harinya, kapten Abas akan membawa mereka ke spot lain untuk berburu Tenggiri yang rata-rata berbobot 12 kg lebih.

Sesampainya di spot tujuan, tim langsung memulai aksinya. Afi Sofawa, Roni, Hendrik, Kanda, Jamal dan Dicky mencoba memainakn teknik ngoncer dasaran. Sementara agar tidak mengganggu kenyamanan yang lainnya, Gete, Apoy, Puadin Redi, H. Ilmi dan Yosi memilih memainkan cast jig. Ali Ashari yang juga menggunakan metaljig 60 gram akhirnya strike terlebih dahulu. Hanya membutuhkan dua kali lemparan ia langsung berhasil mendapatkan sambaran. Sekuat tenaga ia meladeni perlawanan ikan yang memiliki khas dan sensasi tersendiri.

Cast Jig juara
Nasib buruk kini dialami oleh Afi. Belum sempat didaratkan, ‘Si Makau’ justru membuat benangnya rontok tidak karuan alias mocel. Sem entara Apoy masih dengan cast jig-nya sukses memikat sang predator Tenggiri. Hal sama juga dirasakan Gete serta Puadin, keduanya dengan kompak mendapatkan double strike hingga benang keduanya saling melilit. Beruntung ABK dengan sigap membantu para pemancing itu dan ikan bisa dinaikkan ke atas kapal. Tragedi benang putus pada malam itu membuat beberapa metal jig putus dan mulai kehabisan stok.

Melihat Puadin sejak tadi selalu strike menggunakan cast jig membuat Kanda tertarik menjajalnya. Satu, dua hingga tiga kali ia terus mencari feeling yang pas dan pada akhirnya di lemparan kelima lure-nya disambar ikan. Spontan Puadin berteriak, sambaran tiba-tiba itu meningkatkan adrenalin serta degup jantungnya. Usahanya membuahkan hasil usai seekor Tenggiri berhasil dinaikkan ke atas kapal. Puadin terlihiat senang sekali malam itu, karena sukses pada percobaan sebelumnya ia jadi keranjingan teknik cast jig.

trip_go-strike-gosong-pasir-4
Cast jig yang membuahkan hasil di malam hari

Sepanjang malam hingga pagi, ABK benar-benar dibuat kalang-kabut karena tidak biasanya 11 pemancing sepanjang malam bisa merasakan strike bertubi-tubi. Sering kali karena parade strike berlangsung intens, beberapa benang milik pemancing saling berlilit hingga kusut. Para ABK bekerja-keras membenarkan benag satu persatu. Hingga menjelang pagi, tim berhasil mendapatkan total 42 ekor Tenggiri rata-rata 12 kg yang kemudian dimasukkan ke dalam 5 coolbox.

Terbitnya mentari di ufuk Timur perlahan menyilaukan mata yang sayu karena lelah meladeni perlawanan para predator Gosong Pasir. Sepakat, seluruh pemancing akhirnya menyudahi petualangan mereka mengingat jarak pulang ke daratan Lempasing terbilang jauh. Kapten Abas kemudian menyalakan mesin kapal yang dengungnya bersahut-sahutan dengan debur ombak di samudera. Beragam rasa yang lahir dari pengalaman ini melekat di benak para pemancing untuk kembali lagi di kemudian hari. – Gunawan Tribuana