Cumi-cumi, Alternatif Segala Musim

Diapit oleh dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Pasifik, menjadikan kawasan Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia memiliki spot-spot mancing yang potensial. Sebagaimana spot berburu cumi-cumi pada trip ini di pantai Jawa Timur, yang menarik untuk dieksplorasi. Memancing cumi-cumi, selain mudah didapatkan, hewan ini juga memiliki tekstur daging yang unik dan nikmat.

Tim dari G-Tech berkesempatan untuk melakukan trip memancing pada hari Kamis (13/11/14) ke kota kelahiran mantan presiden SBY, yaitu Kota Pacitan. Berada di ujung Barat daya provinsi Jawa Timur, kota ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Daerah pesisir Jawa Timur yang terkenal akan makanan khasnya yaitu nasi Tiwul.
Perjalanan tim dari Jakarta yang diketuai oleh Hariwanli Suparta atau biasa disapa Alip, dimulai dari titik poin di sebuah toko pancing di Bandengan Utara, Jakarta. Tepat pukul 13:00, rombongan langsung menuju ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang menuju Yogyakarta.

piranti BC yang diandalkan Tim
piranti BC yang diandalkan Tim

Perjalanan menuju Kota gudeg memerlukan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan jalur udara. Burung besi mendarat tepat di Bandara Sucipto sebelum hari gelap. Cuaca cerah menyambut kedatangan tim dari Jakarta. Selepas mendarat, Alip sudah disambut para pemancing dari Yogyakarta yaitu, Agung, Bagus dan Tommy.

Waktu menunjukkan pukul 02:00 dini hari. Agar tidak terlalu lama, rombongan bergegas meninggalkan hotel di Jogja untuk berangkat menuju Kota Pacitan. perjalanan dari Jogja menuju Pacitan memerlukan waktu lebih kurang 2 hingga 2,5 jam menyisir bagian Selatan Yogyakarta yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan Timur.

Ketika rombongan sampai di Pelabuhan Pacitan, hari masih gelap. Angin yang kencang berhembus di dermaga pada pagi itu, lumayan menusuk kulit. Untuk mengisi perut yang lapar tim segera menyantap nasi uduk di sebuah rumah makan. Sambil menunggu matahari terbit dari ufuk timur.

Sarapan sudah selesai, sekarang saatnya tim untuk menyiapkan peralatan mancing. Mayoritas anggota menggunakan joran G-tech jig Force 582B Pe2-4 yang dipasangkan dengan ril baitcasting g-tech.

Piranti G-tech telah terbukti kehandalannya dalam menaklukan setiap buruan pada trip-trip yang dijalani oleh tim. Menggunakan tehnik casting, para pemancing memulai atraksinya satu persatu. Setengah jam sudah berlalu, belum ada hasil yang terlihat. namun walau begitu semangat mereka untuk merasakan tarikan cumi masih terlihat besar. Kesabaran mereka berbuah hasil. Joran milik Bagus tibatiba melengkung tanda umpannya disambar. Strike!

Strike perdana yang dilakukan oleh salah satu Angler dari Jogja
Strike perdana yang dilakukan oleh salah satu Angler dari Jogja

Mengetahui keadaan seperti itu Bagus segera menariknya ke darat. Benar saja, seekor cumi dengan berat kurang dari satu kilogram menyangkut di umpan miliknya. Hasil yang tidak buruk untuk strike perdana pada trip kali ini. Alip sempat putus asa karena sulit mendapatkan buruannya tersebut. Dari beberapa kali percobaan strike, cumi yang menyangkut di kailnya pasti lepas. Sempat dirinya berpikir untuk menyudahi trip terlebih dahulu dari pemancing lainnya. Namun setelah teman-temannya memberikan motivasi, perburuan pun dilanjutkan kembali. Berbeda dengan mancing ikan yang harus digentak saat umpan dimakan, memancing cumi butuh kesabaran. Ketenangan yang ekstra harus dimiliki pada saat cumi mulai menyantap umpan. Jangan terburu-buru menggentak karena jika terlalu cepat kemungkinannya cumi akan terlepas.

Beberapa waktu kemudian, Alip langsung unjuk gigi. Sepertinya ia tidak ingin menyia-nyiakan momen berharga ini. Secara perlahan ia menggulung ril baitcasting G-tech miliknya hingga buruannya itu mendarat. Ternyata cumi berukuran lumayan besar berhasil diangkat. Rasanya hasil tersebut menjadi hadiah dari semangat tak menyerah yang diperlihatkan olehnya.

Cumi-cumi merupakan hewan yang tidak bertulang belakang, istilahnya disebut invertebrata, yang banyak ditemui di perairan Indonesia. Biasanya, cumi lebih senang berada di permukaan laut yang tenang. Selain itu cumi tidak terpengaruh oleh musim, sehingga para nelayan atau pemancing bisa dengan mudah mendapatkannya.

cumi yang didapatkan oleh Hariwanli Suparta
cumi yang didapatkan oleh Hariwanli Suparta

Rekor cumi terbesar di dunia pernah tertangkap dengan bobot mencapai 495 Kg pada Mei 2008 lalu di Selandia Baru. Cumi dengan panjang sekitar 6 meter kini disimpan di Museum Te Papa Wellington. Dengan bobot sekitar 1,25 Kg, cumi yang didapat Alip menjadi cumi terbesar yang didapatkan Diapit oleh rombongan. Rasa bangga terpancar dari rona wajahnya karena berhasil mengalahkan perolehan teman-teman yang lain, rata-rata perolehan cumi anggota yang lain berkisar 1 Kg kebawah. – Hariwanli Suparta.