Adu Ngejig & Jackpot Sempurna

SM kembali menelusuri perairan Binuangeun untuk kali kedua. Desa di pesisir selatan Provinsi Banten ini senantiasa menghadirkan kerinduan di benak para big gamer untuk kembali berkunjung. Suasana jalanan desa yang disibukkan dengan aktivitas warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang sengaja datang untuk menjajal laut Binuangeun.

Jalan di sekitar Lebak yang akhir tahun lalu masih dalam perbaikan sebagian besar sudah memasuki tahap akhir. Antrian kendaraan sudah tidak ada lagi, perjalanan tim pada Rabu malam (25/2) hanya membutuhkan waktu 4,5 jam dari Tangerang.

Tiba di Binuangeun
Pukul 2.30 WIB, rombongan tiba di Binuangeun disambut cuaca yang cerah. Kapal-kapal milik nelayan maupun para pengusaha jasa kapal berjajar di sepanjang muara Binuangeun. Dari kapal ukuran kecil, hingga kapal motor dengan mesin dan kapasitas penumpang yang besar. Saat itu, waktu masih dini hari, warna-warni cahaya lampu kapal yang berkelap-kelip menjadi pemandangan yang unik selama berada di muara. Muara yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini merupakan  salah satu kampung nelayan penghasil ikan terbesar di Tanah Debus.

Tanpa banyak menghabiskan waktu, tim bergegas menaiki kapal dengan maksud beristirahat menunggu hari terang. Sebagian mengobrol mengenai segala macam obrolan yang berhubungan dengan pancing- memancing, piranti, serta spot-spot disekitar Binuangeun. Sisanya tidur sebentar dengan maksud mengisi tenaga untuk pertarungan melawan ikan-ikan monster.

Nampak cuaca pada hari itu cukup bersahabat. Ombak tak terlalu besar dan angin bertiup lembut. Hanya saja arus bawah laut agak sedikit kencang. Pemandangan pagi di Samudera Hindia memanjakan mata kami yang berada di atas KM Medallion of Courage, sambil menikmati makan pagi yang hangat. Tak terasa matahari di ufuk timur perlahan naik tinggi. Kapal Medallion yang dikemudikan kapten Muslim ini tiba di spot sekitar Pulau Deli saat pagi semakin terang. Suara mesin kapal yang sejak tadi berisik perlahan sunyi. Tanda ABK sudah menurunkan jangkar. Tak berselang lama, Nanang, Victor, Piyan, Toni dan Adi memulai perburuannya hari itu. Piranti mancing yang sudah disiapkan diturunkan satu-persatu.

Trip mancing di Binuanguen selalu menghadirkan cerita yang menarik. Nanang Maulana, pemancing asal Serang, Banten menganggap bahwa Binuanguen merupakan spot favorit bagi para pemancing di Jakarta, Banten dan sekitarnya. Itu dikarenakan Binuangeun memiliki sumber daya laut yang besar. Seperti Perairan Pulau Deli, Pulau Tinjil, Karang Tengah dan banyak lagi.

Strike pembuka

Adi yang menjadi striker pertama
Adi yang menjadi striker pertama

Bagi Adi, trip kali ini merupakan pengalaman pertamanya kembali ke Binuanguen setelah kurang lebih 12 tahun tak mengunjungi spot-spot idaman disana. Mengandalkan tehnik dasaran, umpan irisan ikan yang dipasang Anak Buah Kapal (ABK) menjadi andalan umpan mancingnya pagi itu. Sementara pemancing lainnya juga melakukan hal sama dengan menurunkan umpan mereka memainkan tehnik bottom fishing.

Tidak membutuhkan waktu lama, Adi langsung menunjukkan aksinya. Joran yang sejak tadi ia pegang tiba- tiba bergerak. Spontan ia langsung menggentak dan menggulung rilnya. Strike perdana itu ia coba lakukan dengan hati-hati. Ternyata Kurisi berukuran sekitar 5 Kg yang menerjang umpan miliknya. Yeah, hasil pertama yang tidak begitu buruk.

Nampaknya Adi menjadi penglaris pada trip mancing kali ini. Dia kembali berhasil strike dengan selang waktu tidak lama. Kembali ia berhasil menaikkan Kurisi ke atas kapal. Bahkan untuk ketiga kalinya, Adi kembali yang melakukan strike dengan ukuran yang rata-rata sama. Sementara pemancing lainnya belum ada satupun yang strike. Hingga akhirnya Piyan dan Toni menyusul Adi mendapatkan buruan mereka.

Kurisi lagi

Nanang berhasil menaikkan kurisi
Nanang berhasil menaikkan kurisi

Masih disekitar spot sebelumnya, hingga memasuki siang hari pukul 12:00 WIB para pemancing terus memancing. Sampai tiba waktunya makan siang, ikan pun belum ada yang bisa dinaikkan kembali ke atas kapal. Untuk itu mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, mengisi perut dengan sajian sup daging yang sengaja dibawa Nanang dari rumah, nikmatnya.

Usai makan, tim melanjutkan memancing dan sebagian memilih untuk tidur mengumpulkan energi untuk atraksi jig malam nanti. Sementara Nanang, Victor dan Piyan memilih untuk bermain dasaran berharap mendapatkan buruan dengan ukuran besar. Setelah mereka menurunkan umpan yang dipasang oleh Asep (ABK –red), ada miscall dari dalam laut. Beberapa kali umpannya disambar tanpa sisa digondol ikan.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya usaha mereka berbuah hasil. Nanang merasakan umpannya disambar ikan. Dengan cepat ia menggentak joran dan menggulung ril secara bersamaan. Strike!!! Lagilagi Kurisi menjadi langganan buruan para pemancing. Nanang berhasil mengangkat Kurisi dengan berat sekitar 4 Kg.

Victor dengan hasil tangkapannya

Tak mau kalah dengan Nanang, Victor yang merupakan pemilik KM Medallion of Courage memamerkan aksinya. Ia juga berjibaku dengan ikan yang ternyata sama dengan yang diperoleh Nanang. Tapi kali ini ia mendapatkan Kurisi dengan bobot sedikit lebih besar. Ikan kurisi, Nemipterus japonicus, merupakan tergolong ikan demersal dengan nilai ekonomi penting yang banyak tersebar dan tertangkap di perairan Indonesia. Daerah karang-karang berbatu menjadi habitat utama Kurisi yang kedalamannya mencakup 100300 M.

Surprise Jeng Riri
Terbenamnya matahari sore menandakan pergantian hari, malam pun tiba. Kapten kapal mengubah haluan dengan berpindah ke spot selanjutnya di Karang Tengah pukul 17:30 WIB. Arus laut pada malam hari lumayan kencang. Para pemancing yang kelelahan membaringkan badan sejenak di tempat tidur yang tersedia. Kapal motor ini memiliki dua buah kamar dengan pendingin ruangan. Satu kamar mampu menampung 3 orang pemancing untuk beristirahat.

Sedang nyenyaknya memejamkan mata, tiba-tiba ABK membangunkan satu persatu pemancing. Ternyata kapal sudah tiba di spot Karang Tengah tepat pukul 20:30 WIB. Semua pemancing langsung berkumpul di dek belakang kapal untuk menyiapkan alat pancingnya masing-masing. Malam ini, tim memutuskan memainkan tehnik jigging. Satu persatu metal jig yang telah terpasang didekatkan ke lampu sorot yang ada di sudut belakang dan samping kapal. Tim berpencar, konsentrasi, dan melempar jig ke laut sejauh mungkin. Suasana di kapal menjadi ramai kala ABK memutarkan lagu remix menggunakan layar LCD.

Nanang, Victor, Piyan serta Toni terlihat sangat menikmati malam itu. Piyan mencoba menguasai keadaan. Baru saja melempar jig, jorannya langsung melengkung. Ia merasakan ada tarikan dari dalam air yang menyerupai perlawanan monster bawah laut. Tarik-menarik dilakukan Piyan dengan sepenuh tenaga. Sesekali terdengar suara ril yang menderit menahan perlawanan ikan, walau drag sudah dikunci penuh oleh Piyan. Ia mencoba tidak memaksakan tarikan ikan agar benang tidak putus atau bahkan kail copot sehingga buruan bisa lepas.

Setelah berjuang sekuatnya, akhirnya ada penampakkan di permukaan air. Ternyata seekor Tenggiri dengan ukuran 5 Kg berhasil didapatkan Piyan. Rasa bangga terlihat dari raut wajahnya dengan menebar senyum dan ejekan bernada canda kepada teman-temannya yang lain. Ini benar-benar sebuah kejutan. Tak mau kalah dengan Piyan, dengan joran yang dibiarkan menyangkut di pinggir kapal, Victor berusaha menaklukkan perlawanan ikan dari sisi kanan belakang kapal. Sedang asyik Victor mengatasi fight, Nanang yang merupakan pemilik joran tersebut mendengar suara ramairamai di belakang kapal. Tak lama kemudian dia keluar kamar dan langsung mengambil alih strike tersebut. Dengan penuh ceria, Nanang terus mengatasi perlawanan ikan. Seekor Kurisi Hijau berukuran lumayan besar berhasil didapatkan. Ikan dengan nama lain Green Jobfish ini memiliki bentuk tubuh seperti Kurisi namun warna permukaannya agak kehijauan.

Alternatif Dasaran

jackpot kerapu 25 kg di hari terkahir oleh Piyan

Lelah dengan tehnik jigging, para pemancing beralih menggunakan tehnik dasaran. Sementara menjelang dini hari, angin bertiup kian kencang. Kondisi ini diantisipasi oleh para pemancing dengan memasang timah pemberat ukuran 9-10 agar umpan tidak terbawa arus bawah laut. Tehnik dasaran menjadi salah satu tehnik mancing yang dilakukan para pemancing setelah tenaga mereka terkuras oleh tehnik jigging.

ABK langsung menyiapkan umpan segar saat para pemancing meminta main dasaran. Satu persatu umpan dikaitkan pada kail dan langsung diceburkan ke dalam laut. Spot disekitar Karang Tengah ini memiliki potensi ikan yang besar apabila penghuninya sedang doyan makan. Benar saja, tak berapa lama memainkan tehnik dasaran, Toni berhasil mengangkat ikan-ikan dasar berukuran mini. Hingga pukul 02:00 WIB arus masih kencang dan ikan juga enggan mendekati umpan, kapal perlahan pindah haluan. Berputar disekitar spot Karang Tengah. Sementara tim sebagian memilih untuk tidur sampai pagi hari.

Jackpot Kerapu

Ketika matahari mulai menampakkan cahayanya di trip hari kedua, rombongan masih setia memegang joran dengan harapan umpannya disambar ikan. Kali ini, kapten Muslim membawa kapal menuju spot sekitar Pulau Tinjil. Di spot ini arus bawah laut masih cukup deras untuk timah ukuran di bawah 9.
Beberapa kali tim mencoba mengkombinasikan jigging dan dasaran, hasilnya masih belum maksimal. Hingga matahari mulai menampakkan cahayanya, kapal masih berputar di sekitaran spot Pulau Tinjil. Akhirnya tim memilih untuk menyantap sarapan guna mengembalikan tenaga yang terkuras semalam.

ikan hasil tangkapan tim

Sadar hasil belum maksimal, kapten Muslim berinisiatif membawa kapal menuju spot berikutnya di Tanjung Selatan. Spot ini tak terlalu jauh dari tempat sebelumnya atau hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Pulau Tinjil. Pukul 11:15 WIB, kapal tiba di Tanjung Selatan. Kembali tim memainkan tehnik dasaran guna melengkapi rasa penasaran mereka terhadap ikanikan dengan bobot yang besar. Joran langsung diturunkan satu persatu. Sedang asyik istirahat sambil mengobrol, tiba-tiba terdengar bunyi meringik dari ril milik Piyan. Victor yang menyadarinya sejurus kemudian langsung mengambil joran itu. Sementara Piyan masih tertidur, Victor yang mengawali fight ini. Sampai akhirnya Piyan terbangun karena suara ramai-ramai terdengar olehnya.

Piyan yang melanjutkan fight karena tidak ingin kehilangan momen berharga ini. Kerapu dengan ukuran sekitar 25 Kg berhasil didapatkan oleh Piyan setelah berjibaku dengan berat selama 15 menit. Raihan ini menjadi penutup trip Binuangeun kali ini. Jackpot Kerapu yang tidak terduga membuat tim merasa puas dengan hasil yang didapat. –RPS