Bagaimana Pengaruh Cahaya Terhadap Keberadaan Ikan?

Pengaruh cahaya terhadap ikan
Papi Samson

Pada umumnya, nafsu makan ikan akan timbul di saat minimnya cahaya matahari, misalnya di pagi dan sore hari. Sementara pada malam hari, pengaruh cahaya yang berasal dari atas kapal akan membantu pemancing karena pantulan cahaya menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan pelagis, sehingga akan membentuk rantai makanan baru. Bila sudah terlihat beberapa ikan kecil berkumpul, maka sorotan lampu harus dikurangi untuk mencegah ikan-ikan besar menjauh ke luar batas cahaya. Sebab pada malam hari, di saat cahaya bulan mulai muncul, ikan-ikan di dasar laut akan menyebar. Kondisi ini yang membuat pemancing kesulitan untuk mengumpulkan kawanan ikan. Maka dari itu dibutuhkan bantuan cahaya lampu sorot dari kapal. Seandainya pemancing menggunakan teknik jigging, maka umpan cukup diturunkan sejajar seperti biasa. Bila menggunakan castjig, maka metaljig dilempar melewati batas cahaya kemudian ditarik karena ikan-ikan lebih senang menunggu di batas cahaya.

Faktor adanya cahaya baik dari matahari maupun sorotan lampu tidak terlalu berpengaruh pada ikan
ikan berhabitat karang karena sifatnya yang teritori. Sementara untuk jenis ikan pelagis akan cenderung menyebar keberadaannya pada siang hari tergantung sumber makanan. Jenis ikan nokturnal seperti oil fish berbeda lagi, biasannya di saat siang hari akan lebih aktif di perairan yang lebih dalam. Sementara di malam hari adalah saatnya ikan ini beraktifitas dan kerap ditemukan di kedalaman air sekitar 150 meter. Spesies ikan yang paling sering mendekati cahaya ialah jenis Tuna, Trevally, Tengiri, Salem (Rainbow Runner) bahkan Hiu. Namun cahaya hanya lah sebagian kecil faktor, pengaruh terbesar nafsu makan pada ikan adalah kondisi suhu dan air. – Papi Samson.