Bagaimana Pemilihan Soft-Frog Yang Tepat?

Soft Frog

Tunggul Prakoso (Tan Po Liang)
Tunggul Prakoso (Tan Po Liang)

Kualitas bahan mempengaruhi pula kualitas umpan softfroggy (SF). Misal, bahan baku yang terbuat dari unsur kimia yang pekat dan beraroma tajam mungkin mempengaruhi selera makan ikan bahkan bisa mencemari perairan bila larut di air. SF yang bagus biasanya berbahan karet lateks. Itu dikarenakan karet lateks memiliki kelenturan lebih dinamis dibanding material karet lainnya. Hal ini tentu mampu memudahkan ikan tersangkut mata kail ketika menyambar umpan.

Tebal atau tipisnya material tidak pula menentukan umur pemakaian lure, hanya saja akan lebih mampu bertahan dari kerusakan akibat hantaman ikan-ikan predator air tawar. Tidak ada aturan pasti dalam hal melakukan pemilihan warna pada SF. Namun pada umumnya sering didapati warna- warna terang seperti jingga, kuning dan hijau paling kerap mendapatkan sambaran. Tak ketinggalan pula warna hitam pekat juga punya peluang sama. Pemilihan warna sebenarnya tidak berpengaruh.

Faktor terpenting adalah action lure ketika dilakukan cast. Sebab action sangat mempengaruhi peluang menggugah daya tarik ikan. Ada beberapa action dari SF, diantaranya walk the dog (WTD) dan jump. Jenis lure yang agak berat kadang diperlukan untuk spot yang tertutup tanaman air agar berat lure dapat membuka jalur yang dilewati lure dan sempurna memberikan getaran/frekuensi. Sehingga ikan tertarik menyambar lure berdasarkan visual dan audio yang menghasilkan getaran dan ditangkap oleh indera sonar ikan tersebut. Misalnya ditambahkan blade guna menciptakan action putaran pada percikan air. Tunggul Prakoso (Tan Po Liang)