Bagaimana Karakteristik Toman di Spot Waduk?

Mustolihin (Mus Yen)

Spot Toman (khususnya di waduk) memiliki karakteristik berupa perairan yang tergenang tumbuhan air seperti eceng gondok dan rumput air (ilalang). Wilayah tersebut merupakan habitat idaman Toman untuk mencari makanan dan berlindung dari terpaan sinar matahari di siang harinya. Salah satu ikan predator air tawar ini juga sering kali ditemukan nenggak (timbul ke permukaan untuk mengambil nafas) di tepian keramba milik warga. Daerah tepi luar keramba, dengan aneka ikan-ikan kecilnya merupakan salah satu wilayah favorit Toman dalam berburu mangsa. Ada beberapa perbedaan karakteristik spot antara Toman dan Gabus, keduanya adalah keluarga Snakehead. Gabus lebih senang berada di perairan dangkal tepian waduk. Namun di sini Toman lebih jauh jangkauan jelajahnya, sehingga kerap menyelam di air lebih dalam.

Estimasi sebuah spot keramba ikan misalnya, dimana perairan tersebut biasanya memiliki kedalaman mulai 3-50 meter. Bahkan Toman bisa berenang lebih dalam tergantung dari kedalaman sebuah waduk. Faktor penentuan keberadaan Toman sebelum mancing dilakukan juga bisa dilihat dari kondisi cuaca. Dimana jeda berhentinya hujan setelah panas berkepanjangan menjadi saat terbaik untuk memancing Toman. Toman biasanya akan lebih agresif pada saat itu.

Tidak ada patokan pasti umpan buatan (lure) jenis apa yang bisa dipakai untuk memancing Toman. Semua punya fungsi masing-masing. Jika berada di spot terhalang tumbuhan air, maka gunakan soft frog. Umpan yang sifatnya memercik air (berisik) seperti spinner cocok untuk menggugah keberadaan Toman di dalam air. Sementara di spot tanpa halangan, sebaikanya gunakan minnow maksimal ukuran 14 cm. Umpan lebih baik dilempar melewati keberadaan ikan (tenggakan) agar ikan merasa terganggu dengan umpan yang melintas dihadapannya.- Mustolihin (Mus Yen)