Apakah Jenis Simpul Mempengaruhi Kekuatan Benang?

Amin Maulani

Simpul atau knot merupakan salah satu unsur penting di dalam kegiatan memancing. Simpul pada rangkaian pancing digunakan untuk mengikat kail, kili-kili, solid ring atau menyambung PE ke leader atau PE ke PE untuk jenis hollow. Kekuatan benang rata-rata mengalami drop akibat pemakaian simpul, penerapan simpul untuk jenis benang nylon, fluorocarbon, atau PE mengalami tingkat penurunan kekuatan yang berbeda-beda. Hal ini menjadi salah satu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis benang itu sendiri. Sehingga piranti mancing yang digunakan tidak bisa optimal.

Setelan drag pada ril menjadi salah satu faktor keberhasilan saat mancing, terutama untuk target ikan-ikan besar. Untuk mendapatkan setelan drag yang maksimal, penurunan kekuatan akibat simpul juga harus dihitung agar benang yang digunakan aman dari resiko putus akibat kapasitas drag yang melebihi kekuatan dari benang. Contohnya benang dengan kekuatan 80 lb, dikurangi beberapa persen kekuatan simpul yang dipakai. Misalnya simpul dengan kekuatan 80% memiliki perhitungan 80lb x 80 : 100 = 64 lb. Jadi benang yang tadinya memiliki kekuatan 80 lb akan turun menjadi 64 lb akibat pemakaian simpul 80%. angka tersebut harus kita hitung ketika melakukan penyetelan drag.

Begitu juga dengan simpul antara PE dengan leader, baik fluorocarbon maupun nylon juga memiliki perbedaan penurunan kekuatan yang signifikan, terutama untuk jenis fluorocarbon. Jadi, ketepatan dalam menentukan jenis leader harus disesuaikan dengan teknik yang digunakan.

Pada saat saya melakukan tes simpul FG knot, bimini twist dan vertical jigging noued knot pada beberapa jenis dan merk PE dan beberapa jenis yarn mulai x3, x7, x8 benang PE ke leader setelah disimpul terjadi penurunan kekuatan antara 30-40 persen dari kekuatan benang, meskipun pada kenyataannya tidak terjadi break/putus disimpul terutama untuk jenis benang berdiameter besar. Mungkin ini jawaban mengapa setelan drag pada ril tidak boleh melebih 30% dari kekuatan benang sebenarnya.

Untuk jenis simpul dari leader ke kili-kili atau solid ring, leader jenis fluorocarbon mengalami tingkat penurunan yang jauh lebih besar dibanding jenis nylon, pada leader jenis fluorocarbon saat kita melakukan ikatan simpul jika terjadi luka sedikit saja akan menjadi masalah ketika fluorocarbon menerima tekanan secara konstan berbeda dengan leader jenis nylon.- Amin Maulani