Apa Yang Harus Dipersiapan Untuk Landbase Popping?

Dhewa Madhe

Sesuai dengan namanya, istilah landbase popping adalah teknik mancing menggunakan metode popping namun di lakukan dari tepian laut, bisa dari pinggiran tebing atau dengan menyeburkan setengah tubuh di pinggiran laut (ngoyor). Pada dasarnya, landbase popping tidak jauh berbeda dengan metode popping pada umumnya.

Hal yang membedakan selain lokasinya adalah beberapa piranti yang digunakan. Rod popping dengan panjang setidaknya 3,6 meter merupakan piranti wajib agar mampu memaksimalkan lemparan saat landbase popping (terutama saat ngoyor). Sementara untuk pemilihan umpan (popper) ada beberapa faktor. Jika cuaca bagus, bisa menggunakan ukuran 80-100 gram. Namun ketika angin berhembus kencang, popper ukuran di atas 100 gram merupakan hal yang mutlak untuk digunakan agar mampu melempar tepat di titik yang diinginkan.

Titik-titik drop off (tubiran atau palung laut) dan pertemuan arus menjadi habitat ikan predator seperti Kuwe (Giant Trevally). Di beberapa spot di Alas Purwo, Jawa Timur tubiran-tubiran tersebut biasanya berjarak 100 meter hingga 1 kilometer dari bibir pantai. Tapi terkadang juga ada spesies lain, semacam ikan Pakung (Barakuda besar) dan jenis Lencam bahkan ikan Kampuh/Kapuran. Landbase popping harus dilakukan dalam kondisi laut yang surut yaitu pagi hari mulai pukul 05:00-07:00 dan siang hari pukul 02:00-05:00.- Dhewa Madhe