Apa Saja Persiapan Mancing Pasiran?

Mancing Pasiran

Eko Santoso
Eko Santoso

Potensi spot pasiran sama dengan ketika kita mancing menggunakan perahu ke tengah laut. Pemancing harus bisa membaca keberadaan palung-palung di tepian pantai yang ditandai dengan adanya jalur arus. Di situ biasanya dijadikan tempat ikan-ikan predator untuk menunggu mangsa berupa ikan- ikan berukuran kecil. Pertemuan arus tersebut ditandai dengan kondisi air agak berbusa akibat beriaknya air laut. Bila arus datang dari kiri, maka kita harus bergerak ke kanan, begitu pun sebaliknya. Lempar umpan sewajarnya saja sebab pertemuan arus tersebut akan membawa bandul kita hanyut ke tengah. Lebih jauh lemparan tidak menentukan efektifitas. Untuk itu kemampuan membaca spot diperlukan agar tidak susah payah ketika melempar umpan. Rangkaian pancing dalam praktik surf fishing ada 2 jenis yaitu rangkaian renteng (bandul, kail 1, kail 2 baru mainline) serta rangkaian engkel (kail, leader menyesuaikan, bandul dan mainline). Kedua rangkaian tersebut, selain susunan pancingnya berbeda, juga dibedakan berdasarkan target ikan yang akan dicari. Untuk renteng biasanya target ikan kecil, seperti Surung, Samanganti, Kakap, Bojor hingga Pompano. Sementara engkel, dengan umpan hidup untuk target predator berbobot besar.

Selanjutnya adalah spesifikasi piranti. Untuk joran, wajib menggunakan joran dengan panjang minimal 390 cm, berat antara 100-250 gram dan dikombinasikan dengan ril ukuran 5000 ke atas. Jika sedang tidak menargetkan ikan besar, cukup menyambung senar utama (monofilament) ke leader (fluorocarbon) ukuran 0.25. Sementara untuk target GT disarankan menambahkan neklin sepanjang satu jengkal. Alasan penggunaan neklin tidak lain untuk antisipasi tajamnya gigi predator ketika menyambar umpan seperti spesies Giant Trevally (GT) dan Kakap. Namun teman-teman di Jogja lebih sering menggunakan kreasi berupa karet pentil ban sepeda untuk neklinnya dengan alasan lebih ekonomis. Walau menggunakan karet pentil, beberapa pemancing sukses menaikkan Kakap Hitam 11 kg dan GT 22kg. Eko Santoso