Marisca Suzana: Syukuri Nikmat dengan Hobi

Menginap tanpa listrik di tengah hutan, Mandi dengan guyuran air hujan, Serta terjebak badai di tengah laut menjadi warna- warni kisahnya selama menggeluti hobi mancing. Marisca Suzana, Wanita kelahiran Purwokerto 33 tahun silam ini sebagai cancer survivor dirinya dinyatakan sembuh oleh tim dokter. Menghindari diri dari stress, menjaga fisik dan melewati kejenugan menjadi suatu keharusan baginya. besarnya dukungan moril dari keluarga terutama suami, yang merupakan ketua Forum Komunitas Castinger Indonesia (FORCASI) mendorong Marisca untuk tetap maksimal dalam beraktivitas dan menjalani hobi. Kenali lebih jauh wanita yang tergabung dalam Ladies Angler Community ini lewat wawancara kami berikut ini:

Bisa diceritakan profil singkat anda sejak kecil hingga sekarang ini?
Sedari kecil saya tinggal bersama Pakde dan Bude, berpindah-pindah kota. Jakarta, toli-toli Sulawesi utara, Semarang, Jogjakarta hingga Salatiga. Oleh sebab Pakde yang merupakan karyawan Pertamina diharuskan berpindah-pindah lokasi kerja, Mau tidak mau saya juga ikut pindah. Sewaktu kecil saya sempat merasakan bangku sekolah di taman kanak-kanak Kebon Melati, Tanah Abang. Sampai akhirnya setelah remaja kembali lagi ke Jakarta untuk meneruskan studi ke jenjang perkuliahan pada 2001 lalu. Di jakarta-lah saya bertemu dengan pria penghobi mancing hingga hubungan kami berlanjut ke jenjang pernikahan.

FTF SM11 Marisca (6)
PROFIL
Nama : Marisca Suzana
Profesi : Wirausaha
Asal : Purwokerto
.

Apa kesibukan anda saat ini?
Saat ini saya sedang menjalankan bisnis online menjual abon sapi, sambel pecel dan sambel bawang. Sebenarnya bisnis ini sudah lama, namun baru 3 bulan belakangan ini saya mulai serius dan alhamdulillah sudah banyak reseller. Hobi memancing memiliki pengaruh positif bagi siapa saja yang berwirausaha, dengan mancing kita bisa mendapatkan banyak teman, jadi saya bisa pasarkan barang dengan mudah. Sambil menyelam, minum air. apalagi dengan adanya sosial media.

Apa yang mendasari anda untuk terjun menggeluti kegiatan mancing dan sejak kapan?
Di tahun 2005, Saya sering menemani suami mancing galatama di pemancingan PIk, Kapuk, saya sendiri pada saat itu belum memiliki minat memancing, hanya sekedar menemani saja. Hingga akhirnya pada suatu kesempatan, Saya diajak mancing ikan Bandeng di daerah Kamal, Jakut. Saat itu merupakan kesempatan pertama kali memegang joran dan akhirnya berhasil strike. Senang rasanya bisa merasakan strike pada kesempatan pertama kali mancing hingga membuat saya ketagihan sampai sekarang. Sebagian orang mendukung dan memberikan komentar positif terhadap hobi saya ini, namun ada pula beberapa orang beranggapan aneh dengan mengatakan “Perempuan kok hobinya mancing?” namun tidak masalah, tanggapi dengan santai saja. Sebab tiap orang punya hobi masing-masing. Secara pribadi saya bangga dengan hobi ini sebagai pembuktian bahwa perempuan juga bisa (mancing), karena mayoritas pemancing adalah laki-laki.

Bagaimana anda membagi waktu antara mancing dengan kegiatan lainnya?
Sebisa mungkin saya menyesuaikan dengan kegiatan sehari-hari. (Seandainya hasrat mancing sudah tak tertahan) paling cari kolam pancing big fish, seperti di Tambok Lobu, TangSel untuk pemancingan ikan patin, Pemancingan Saung Desa, atau ke pond-pond terdekat seperti Situ Cibuntu Lestari (SCL) atau langsung ke Danau Cipule, Karawang. kolam ikan punya teman juga suka saya pancingin kalau sedang datang sakaw ingin memancing. Hahaha.. yang penting strike.

FTF SM11 Marisca (7)
Marisca saat berpose dengan Mangrove Jack hasil pancingannya.

Seberapa rutin anda melakukan kegiatan mancing?
Untuk (lokasi mancing) yang dekat dan mudah dijangkau sebulan 2 kali, untuk trip jauh tergantung waktu dan kesibukan. Lokasinya bermacam- macam, di muara, sungai dan danau atau rawa. Lokasi trip di daerah yang pernah saya datangi yaitu spot-spot mancing di Kalimantan. Spot untuk mancing di freshwater terjauh yaitu Danau Sentarum, Kalimantan Barat, Delta Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, spot di Bandar Lampung hingga Bungsamran, Thailand dengan strike ikan bervariasi seperti Toman, Kerandang, Blackbass, Mekong Catfish serta Siamese Carp.

Bagaimana komentar anda mengenai semakin berkembangnya dunia pemancingan di indonesia terutama castinger?
Saya sangat bangga dengan pesatnya perkembangan dunia pemancingan di Indonesia terutama pemancing yang menggunakan teknik casting karena makin banyak jumlahnya. Dunia pemancingan menjadi semakin ramai sehingga makin banyak pengetahuan yang didapat seperti pada saat acara- acara kopdar. Pesatnya castinger terbukti dengan adanya program- program mancing casting di beberapa stasiun televisi. menurut saya saat ini mancing sudah menjadi lifestyle, bisa atau tidak yang penting mau mencoba dan bisa kumpul bareng pemancing.

FTF SM11 Marisca (4)
Walau berukuran kecil Marisca pernah merasakan strike GT menggunakan teknik casting.

Apakah anda tergabung dalam komunitas mancing? apa keuntungan yang anda rasakan setelah bergabung?
Iya, saya tergabung dengan Ladies Angler Community (LA Com). Ada banyak keuntungan yang dirasakan setelah bergabung diantaranya semakin bertambahnya teman dari berbagai daerah, Mudah mendapatkan informasi tentang pertemuan dan lomba mancing serta bertukar pengalaman serta teknik- teknik mancing lainnya. Lahirnya LA Com ini sangat bagus karena mampu mewarnai dunia pemancingan di indonesia. Ada kekurangan dan kelebihan, untuk suami yang hobi mancing akan lebih mudah mendapatkan izin memancing karena memiliki hobi yang sama. Namun bila sang istri juga hobi mancing maka pengeluaran akan bertambah. Bukan hanya meminta uang belanja bulanan, tapi juga uang untuk membeli peralatan mancing beserta aksesorisnya. Alhamdulillah suami tidak keberatan, mungkin karena kami belum punya tanggungan (anak) jadi belum terlalu pusing. Biasanya kami saling pinjam tackle dan lure, Kebetulan jika suami belanja (alat pancing) terkadang beli 2 untuk kami masing-masing.

Apakah anda ikut dalam struktur kepengurusan La Com?
Kebetulan saya hanya menjadi anggota saja di komunitas ini, karena pada waktu awal pembentukkan komunitas, saya belum bisa ikut karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk beraktivitas. masih proses kemoterapy mengingat saya merupakan cancer survivor yang harus meminimalisir tingkat stress. Bulan april lalu tepat satu tahun operasi pengangkatan kanker payudara yang saya idap. Insya allah saya akan berusaha terus meramaikan setiap acara LA Com.

Kegiatan memancing apakah membantu anda dalam survive terhadap penyakit tersebut?
Dengan kondisi saya seperti kemarin (sakit), Sejujurnya sih memancing itu nomor dua. Karena orang sakit pasti hanya butuh support yang besar apalagi dari pasangan. Alhamdulillah pasangan saya baik sekali, malah super baik seluruh Indonesia Raya ini hahaha… Support dari suami, Dan tentunya campur tangan serta mukjizat dari Allah SWT membuat saya masih hidup sampai sekarang. Hal yang pasti pasangan, keluarga dan teman-teman sangat berarti sekali. Dalam melewati proses pengobatan yang berat itu, Mas Wim selalu bilang, “Ayooo, Kamu semangat ya sayang, harus kuat. Kan nanti kita mancing lagi kaya dulu.” itu hal yang membuat saya tertawa dan terhibur. Ini juga berpengaruh sama Mas Wim sih ya, dia seperti orang yang kehilangan teman karena biasa mancing bareng dengan saya tapi pada waktu itu gak bisa bareng lagi. Makanya waktu saya sudah- kuat dan bisa mancing lagi, Dia senang sekali. Alhamdulillah (saat ini sudah) sehat dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun saya tetap harus check-up per-6 bulan sekali, rontgen dll, serta minum obat tiap hari selama 5 tahun. Saya mensyukuri nikmat sehat dan kesempatan hidup kedua ini dengan selalu berpikir positif serta meminimalkan stress. Salah satunya dengan mancing.

lebih memilih mancing di freshwater atau laut? mengapa?
Saya lebih suka memancing di spot- spot freshwater karena selain bisa menikmati sensasi strike dengan ikan, saya juga bisa menikmati keindahan alam sekitar dan kuliner di tiap-tiap daerah yang saya singgahi. Kota-kota di Pulau Jawa jadi tujuan favorit karena saya penggemar makanan-makanan asli Jawa. Saya lumayan menyukai kuliner, Namun sekarang sudah harus dikurangi karena ada jenis-jenis makanan yang harus dipantang. Untuk mancing di laut, spot di Ujung Kulon dan Kepulauan Seribu menjadi favorit. Ujung kulon merupakan lokasi paling berkesan karena saya sukses strike Ikan Mangrove Jack sebesar 3 kg, Ikan Kerapu sebesar 2 kg dan ikan Giant Treally sebesar 1 kg.

FTF SM11 Marisca (3)
Panas terik tidak pernah menghalanginya untuk terus memancing.

Adakah Anda pernah mengalami momen yang tak terlupakan selama mancing?
Pernah saat memancing di pedalaman Kalimantan yang minim air bersih dan listrik. Karena minim air maka terpaksa mandi di sungai dan terkadang mandi menggunakan air hujan. Kemudian tidur di tengah hutan dengan menggunakan tenda dan di rumah pohon. Belum lagi pada malam hari sering terdengar lolongan anjing saling bersahutan. Sementara pengalaman lain yaitu pada saat saya masih gemar mancing di Kepulauan Seribu.

Waktu itu pulang dari penginapan di Pulau Putri terlalu sore, Ditambah lagi di tengah perjalanan perahu yang ditumpangi terjebak ombak dan hujan. ketinggian ombak mungkin mencapai dua meter, semua penumpang langsung mengenakan life jacket dan mencari pegangan. Jika diingat kembali jadi seram. Kapok sih tidak, hanya saat ini lebih memilih untuk mancing di pinggiran pulau saja dibandingkan harus mancing di tengah laut.

Adakah hobi lain selain memancing?
Hobi lain yaitu menyanyi. Walau suara juga pas-pasan namun sejak masih kecil saya sering mengikuti perlombaan menyanyi antar sekolah. Ya namanya juga hobi, tidak penting suara jelek yang penting hobi hehehe… –RPS

2 tanggapan untuk “Marisca Suzana: Syukuri Nikmat dengan Hobi

  • 2 Juli 2016 pada 5:29 AM
    Permalink

    cara ikutnya gimana?

    • 19 Juli 2016 pada 10:43 AM
      Permalink

      Cara ikut apa pak?

Komentar ditutup.