Rena: Menantang Agresifitas Dogtooth

Bagi pemancing, merasakan peralawanan ikan meriupalan kenikmatan tiada tara. Setiap spesies ikan memberi perlawana yang berbeda beda, ada yang hanya melawan saat momen tertancap kail, hingga ada yang tidak sedikitpun mengurangi tenaga hingga tetes darah penghabisan, yang kedua inilah tipe perlawanan ikan predator. Rasa penasaran terhadpa ikan predatoor inilah yang membuat Rena, seorang lady angler asal Jakarta, sangat ingin merasakan sensasi tarikan tersebut. Dirinya merasa tertantang bila mampu meleawati proses saat umpan disambar ikan, menaklukan perlawanan hingga menaikkan ikan ke atas kapal. Untuk saat ini, Tuna Gigi Anjing (Dogtooth Tuna) menjadi spesies yang ingin sekali Rena dapatkan. Mengapa? simak wawancara kami dengan Rena berikut ini:

rena-berpose-dengan-ikan-tangkapannya3
Nama : Rena
Profesi : Karyawan Swasta
Asa: DKI Jakarta

Apa yang mendasari anda untuk terjun menggeluti kegiatan memancing?
Awal mulanya saya diajak Papah mancing beberapa tahun lalu di danau (galian pasir) sekitar tahun 2009. Kemudian beralih mancing di lokasi lain yaitu pemancingan Bandeng hingga terus mancing di pinggiran laut. Namun secara perlahan saya mencoba untuk mancing di bagan hingga pada tahun 2014 saya mencoba lebih aktif untuk mancing di tengah laut menggunakan kapal pancing hingga sampai sekarang ini.Mengapa saya lebih cenderung suka mancing di tengah laut? Karena di laut suasanya lebih asik. Tarikan serta ukuran ikan yang ada jauh lebih besar dan membuat puas. Memang resikonya (mancing di tengah laut) lebih besar, namun selama saya yakin dan menikmati, semua pasti akan baik-baik saja. Pertama kali saya mancing di laut yaitu ketika saya mancing di spot sekitar Pulau Pari, Kep. Seribu pada 2014. Sejauh ini, paling jauh saya melakukan trip mancing yaitu ke Tulamben, Bali dan November ini mau kesana lagi bersama teman-teman dari Jakarta Angler Community (JAC). Selain itu juga pernah ke Sea Mount Reef (SMR) lampung. Jumat (30/9) kemarin kembali ke SMR naik kapal KM Camar dari Labuhan, Banten. Namun hasilnya tidak maksimal karena datang badai.

Menurut anda, apa asyiknya mancing?
Bagi saya, mancing itu memiliki sensasi keasyikan tersendiri terutama pada saat menunggu umpan hingga disambar ikan dan menarik perlawanan ikan tersebut. Apalagi kalau ikannya berukuran besar, menariknya membuat tangan terasa pegal sekali. Hingga saat ini saya masih penasaran dengan tarikan Tuna Gigi Anjing (Dogtooth Tuna). Sebab ikan jenis ini terkenal memiliki tenaga dan perlawanan yang kuat. dalam waktu dekat ini, ya saya ingin sekali rasanya mendapatkan ikan tersebut. Untuk spesies ikan yang pernah saya dapatkan diantaranya Tenggiri, Kerapu dan ikan karang lainnya.

rena-berfoto-bersama-saat-melakukan-trip-mancing-2Apa komentar orang sekitar terhadap hobi mancing anda tersebut?
Ada yang berkomentar, “Jangan mancing, nanti kulit kamu jadi hitam.” apalagi pernah suatu ketika rekan perempuan berkomentar ke saya, “kok lu mau aja sih (mancing)? daripada mancing mending ke mall.” ya, kalau saya sih tidak terlalu memperdulikan komentar-komentar negatif karena ini memang hobi saya sejak lama. Cari waktu yang pas buat jadwal mancing. Waktu untuk memancing gak menentu, harus cari jadwal dahulu karena kesibukan sehari hari sebagai Karyawan Swasta yaitu admin di salah satu perusahaan.

Apa perbedaan pada diri anda setelah menjalani hobi mancing?
Nomor satu pasti kulit memang berubah jadi menghitam karena tersengat matahari. Untuk meminimalisir sengatan matahari, saya biasa menggunakan baju lengan panjang (jersey), sarung tangan, masker penutup wajah serta kacamata hitam. Oh iya, selain itu yang pasti saya selalu menggunakan sunblock agar kulit tidak terbakar. Kalau perawatan sesudah mancing sih tidak ada perawatan khusus. Hanya saya terbiasa pergi ke salon untuk perawatan seperti creambath dan lainnya. Selanjutnya apakah ada kebiasaan yang berubah? mungkin kalau lama tidak mancing pusing, jadi ‘sakaw’ ingin segera merasakan tarikan ikan. Hehe.. Karena itu mancing juga mengajarkan saya untuk menjadi orang yang lebih sabar lagi dari biasanya. Salah satunya sabar supaya bisa merasakan tarikan dogtooth.

Rena berpose dengan Ikan tangkapannya
Rena berpose dengan Ikan tangkapannya

Adakah momen yang tidak terlupakan selama memancing?
Kondisi saat cuaca sedang tidak bagus pasti menjadi hal yang selalu teringat. Sebab kondisi tersebut sudah pasti membuat drop dan pasti tidak bisa mancing mendapatkan hasil maksimal karena ikan tidak tertarik menyambar umpan. Seperti yang pernah saya rasakan ketika mancing di Tulamben, Bali. Oleh karena itu sebelum melakukan trip, saya dan rekan-rekan selalu melihat kondisi cuaca pada hari saat mancing. Saat di tulamben itu hanya beberapa ikan yang berhasil didapatkan yaitu Lemadang dan beberapa Yellowfin Tuna (YFT) berukuran kecil. Namun pengalaman lain pernah saya rasakan yaitu ketika mancing di Sea Mount reef (SMR) Lampung. Saking penuhnya tempat, waktu itu saya sempat tidak kebagian tempat mancing dan istirahat karena membludaknya jumlah peserta trip. Namun momen yang paling berkesan bagi saya, saat mancing di laut adalah bisa bersama sama merasakan sensasi tarikan ikan saat strike. Lelah tidak terasa karena keasyikan merasakan sensasi tersebut.

Apa komentar anda mengenai semakin berkembangnya dunia pemancing di Indonesia?
Dunia pemancingan di Indonesia ini saya perhatikan sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Itu dibuktikan dengan semakin bertambahnya para pemancing terutama di wilayah pedalaman yang mengerti teknik mancing modern seperti casting, jigging serta popping. Selain itu berbagai turnamen mancing yang diadakan oleh berbagai pihak juga ikut berpengaruh atas perkembangan tersebut. Belum lagi kian merebaknya komunitas-komunitas mancing, salah satunya ladies Angler Community. tentu hal ini membawa warna berbeda mengingat mayoritas pemancing itu laki-laki. Untuk ikut bergabung dengan La.Com, sepertinya belum ada kesempatan. Hehe.

Rena dan Rekan laki lakinya saat trip bersama
Rena dan Rekan laki lakinya saat trip bersama

Bagaimana komentar mengenai peran sosmed dalam dunia pemancing di Indonesia?
Bagus, ya. Soalnya medsos bisa membantu perkembangan mancing. Membantu para pemancing pemula untuk mengetahui berbagai ragam informasi seputar dunia pemancingan, seperti teknik atau spot. untuk bisa mendapatkan informasi, saya pun tak segan menanyakan kepada rekan serta senior-senior mancing dengan jam terbang yang lebih tinggi.

Apakah anda punya tackle kesayangan yang kerap dibawa saat mancing?
Sudah sejak 2 tahun yang lalu saya punya ril accurate underhead, ril ini selalu saya gunakan ketika saya mancing. Selain ril adalah umpan seperti metal jig sudah pasti selalu saya bawa, mengingat saya lebih cenderung menyukai teknik mancing ini. Untuk itu karena faktor kondisi laut dengan target berbeda, maka saya memiliki metal jig dengan berbagai ukuran mulai dari yang kecil hingga yang besar. Metal jig selalu saya pesan ke rekan saya di Bali yang merupakan pemancing sekaligus pembuat umpan. Kalau perlengkapan lainnya saya biasa berbelanja di Galeri Mancing atau Aneka Raya Pancing. untuk teknik mancing yang sering saya gunakan yaitu jigging dan casting, kadang sesekali ‘jebluk’ (dasaran) untuk mengasah sensitifitas tangan. Sejak awal saya sudah dikenalkan mancing dengan teknik jigging. walau membutuhkan tenaga ekstra, jigging memiliki sensasi mengasyikkan ketika umpan disambar ikan dari dalam laut.

Selain mancing, apakah anda punya hobi lain?
Yang pasti hobi makan, ya. Hehe. Saya juga kerap meluangkan waktu luang untuk traveling ke daerah pegunungan. Berbeda dengan hobi mancing yang harus ke tengah laut, namun saya juga menyukai nuansa alam khas pegunungan yang sejuk. Tujuannya untuk mengimbangi agar tidak jenuh juga karena hobi mancing selalu ke laut.

Apakah di lain kesempatan anda akan mengajak teman lain anda terutama perempuan?
Untuk saat ini sih belum ada keinginan untuk mengajak teman perempuan, karena kan awal mancing pun saya diajak oleh Papah saya. Mungkin suatu saat saya akan coba menularkan hobi ini ke teman-teman khususnya yang perempuan biar ada ‘partner in crime’nya. – RPS