Lita Lauw: ‘Fight’ Dua Jam Ikan Genghis Khan

lady angler, lita lauw
Nama : Lita Lauw
Profesi : Pengusaha rumah makan
Asal : Jakarta

Pemancing perempuan jumlahnya terbilang sedikit, padahal mancing sebagai kegiatan olahraga maupun rekreasi sejatinya bukanlah monopoli kaum lelaki. Meski faktanya, jumlah penghobi mancing di perkotaan dan daerah di dominasi pemancing laki-laki.

Mancing sebagai hobi ternyata sungguh berkesan, punya sensasi tersendiri bagi siapa saja tanpa harus memilah latar belakang usia, profesi bahkan gender. Beberapa waktu lalu Sahabat Mancing menjumpai seorang pemancing perempuan, yaitu Lita Lauw.

Di tengah kesempatan langka ini, Lita mengkisahkan, bagaimana dirinya melakoni mancing dari sekadar hobi hingga rutin dilakukan. Dijumpai di rumah makan prasmanan miliknya di bilangan Jakarta Barat, Lita Lauw (46) punya harapan tersendiri agar jumlah pemancing perempuan bertambah banyak. Menurut Lita, saat ini sulit sekali menemukan teman mancing perempuan, maklum, aku dirinya yang juga perempuan, seharusnya perempuan memang bukan berada di kolam-kolam pemancingan atau di lautan, melainkan di salon kecantikan, mal atau pusat perbelanjaan.

“Memang terasa aneh perempuan kok mau panas-panasan, tetapi saya tidak khawatir kalau kulit saya bakal menjadi hitam hanya karena mancing. Perempuan yang berpendapat seperti itu, tidak tahu bagaimana serunya ketika strike dan harus tarik menarik dengan ikan,” ungkap Lita, penuh semangat.

Perempuan yang pernah dua kali melakukan trip saltwater ini, meng-kisahkan awal dirinya melakoni hobi mancing, saat salah seorang saudara Lita mengajaknya mancing di kolam catch and release. Sejak itu, ia katakan, dirinya mulai gemar mancing di kolam catch and release, kiloan dan juga mancing laut.

Suatu ketika, aku Lita, dirinya pernah dilarang trip oleh sang ibu, dengan alasan besarnya resiko yang akan dihadapi di lautan. Saat dirinya telah berkeluarga pun, lanjut Lita, dirinya masih menyempatkan mancing di waktu-waktu senggang. Meski begitu, kata Lita, suami dan putrinya tidak keberatan Lita menjalani hobi mancingnya.

“Itu pengalaman pertama, tanpa sepengetahuan orang tua, aku tetap ikut trip ke laut, meski dilarang. Aku paksakan ikut karena merasa tertantang kalau mendengar bunyi reel berderit. Apalagi saat aku strike di trip pertama di laut, aku berhasil angkat ikan kuwe, senang rasanya,” kenang Lita.

Lita melanjutkan, minat mancingnya kini memang lebih banyak dilakoni di kolam-kolam pemancingan, dirinya kini gandrung mancing kiloan ikan bandeng dan jika ada waktu bersama keluarga biasanya Lita mancing di kolam. “Aku pernah dua jam tarik-tarikan ikan Genghis Khan di kolam catch and release, karena waktu itu aku tidak pakai senar PE, jadi aku mesti sabar,” seru Lita.

lady angler, lita lauwSementara itu, saat ditanya jenis ikan apa yang menjadi target tangkapannya, seandainya ia kembali trip ke laut, dirinya mengaku meminati ngoncer ikan tenggiri. Akan tetapi, dirinya kata Lita, masih terus berharap punya teman mancing perempuan, agar seandainya trip ke laut berlangsung, dirinya tak perlu lagi sungkan, saat hasil strike pemancing perempuan mampu mengimbangi perolehan strike laki-laki.