Heni Setyarini: Ambisi Besar Muli Lampung

Tarian senar yang terbang dari proses tarik ulur peranti fly fishing hadirkan keunikan. Konsentrasi penuh adalah kunci utama guna menentukan keakuratan untuk melempar umpan menuju titik potensial. Tidak hanya teknik pelemparan, kemampuan dalam menyiapkan material umpan (tying flies) juga berpengaruh besar, dimana pemancing diwajibkan menguasai kondisi spot serta karakteristik target ikan. Di Indonesia, fly fishing belum menjamah seluruh lapisan masyarakat secara merata. Namun berbeda dengan Heni Setyarini. Tidak seperti lady angler lainnya, perempuan muda ini menambatkan pilihannya terhadap fly fishing sejak beberapa tahun belakangan. Sabar menjadi kunci pembelajaran dirinya menekuni fly fishing serta bercita-cita mengunjungi Mongolia sebagai lokasi mancing idaman. Apa sebenarnya arti fly fishing bagi Heni? Simak wawancara kami dengannya berikut ini:

Heni Setyarini
Nama: Heni Setyarini
Profesi: Wiraswasta
Asal: Bandar Lampung

Apa hal yang pertama kali membuat anda tertarik terhadap fly fishing ketika pertama kali anda melihatnya?
Proses casting-nya (melempar umpan) yang menarik. Awalnya lucu sih melihat senar diterbangkan ke depan belakang seperti itu. Saya faham, untuk menerapkan beberapa teknik casting fly tersebut, perlu keterampilan dan latihan. Lagi-lagi kesabaran diuji. sebenarnya ada satu hal lagi yang menarik bagi saya, yaitu proses ketika fight dengan ikan. Karena peranti fly fishing menurut saya adalah sistem downgrade dari peranti pada teknik lainnya, maka ketika melakukan fight dengan peranti fly fishing, sensasinya jauh lebih terasa. Peranti fly fishing cenderung lebih soft, jadi ketika fight dengan ikan (walau hanya Tarpon ukuran 3 jari) akan terasa sensasinya terutama bila menggunakan peranti yang seimbang.

Dari beberapa teknik mancing yang ada, mengapa anda lebih memilih fly fishing?
Pada dasarnya semua teknik memancing sama saja, hanya yang berbeda sudut pandang dan kesenangan yang didapatkan oleh masing-masing orang. Saya lebih tertarik fly fishing awalnya untuk terapi kesabaran, sebab saya tipe orang yang kurang sabar dalam hal apapun. It’s true! Lalu sempat pula punya pandangan bahwa mancing itu membosankan. Tapi setelah kenal fly fishing ternyata ada teknik mancing yang menarik gini. Fly Fishing banyak seninya, banyak melatih keterampilan yang menuntut kesabaran juga.

Fly fishing mengajarkan kita untuk peka terhadap umpan yang akan digunakan tergantung dari karakteristik masing-masing spot dan ikan yang jadi target. Kita harus mampu membuat umpan buatan (tying flies) sebisa mungkin pada umumnya menyerupai serangga kecil, ulat, ikan, udang dsb. Kita harus memperhatikan komposisi yang tepat antara material flies dan kailnya. Jika umpan sukses diminati ikan dan landed, kepuasan pasti akan datang. Hingga timbul keinginan khususnya bagi saya untuk terus belajar menyempurnakan keterampilan membuat umpan. Itu adalah hal yang menyenangkan.

Pengaplikasian fly fishing lebih rumit, bagaimana komentar anda?
Entah kenapa dari banyak teknik mancing yang ada saya lebih tertarik dengan fly fishing. Mungkin alasannya yaitu di fly fishing lebih banyak hal yang harus dipelajari lebih dalam dan saya sangat suka belajar dari hal baru. Hal itu yang menghilangkan kebosanan bagi saya ketika melakukan fly fishing.

Heni Setyarini saat berpose dengan ikan hasil tangkapannya.

Heni setyarini saat berpose dengan ikan tangkapannya.Fly fishing memang dianggap sebagian orang teknik yang sulit dan rumit. Bahkan di beberapa negara membuka sekolah khusus fly fishing. Intinya saya ingin membangun stigma di masyarakat bahwa fly fishing itu menyenangkan, tidak sulit dan hanya menantang. Saya saja perempuan mau belajar kok dan bisa! Jadi harapan kedepannya makin banyak orang yang tertarik terhadap fly fishing, terutama perempuan, biar saya ada kawan mancingnya. Hehe.

Kesulitan apa yang anda rasakan ketika pertama kali melakukan fly fishing?
Kesulitan lebih kepada casting-nya ya. Sebab casting pada fly fishing memiliki standar dan aturannya. Kita harus memadukan gerakan cast antara tempo, sudut yang dituju dan kekuatan yang menentukan kecepatan lemparan. Hal yang membuat sulit bagi saya ialah keakuratan lemparan, dimana menuntut kita agar mampu melempar tepat sasaran apalagi jika targetnya jauh. Selanjutnya adalah tying flies. Sebab banyak sekali yang harus diketahui, mulai dari material hingga pola-nya. Namun kebutuhan informasi bisa dengan mudah didapatkan dengan browsing tutorial serta diskusi bersama pemancing senior.

Adakah lokasi mancing yang ingin sekali anda kunjungi?
Untuk saat ini saya masih mancing di daerah asal di Lampung dengan target ikan Tarpon dan Hampala. Kalau lokasi mancing yang sangat ingin saya kunjungi di Indonesia itu Papua, saya ingin mencoba sensasi memancing Bonefish. Jika di luar Indonesia, saya ingin ke Mongolia dengan target ikan Taimen. Awal tertarik sebetulnya karena dapat brosur dan info ketika mengikuti event International Fly Fishing Show 2017 di Lembang, Bandung.

Guna menambah pengetahuan informasi mancing, Heni juga kerap bergabung dengan kegiatan pelatihan serta kopdar fly fishing seperti International Fly Fishing Show 2017 di Bandung beberapa waktu lalu.

Perjalanan ke Mongolia menurut saya seru banget. Pemandangannya cantik dan banyak tempat bagus. Kenapa Taimen? Karena ikan ini salah satu target mancing favorit di Mongolia yang mampu memacu adrenaline karena tergolong anggota terbesar dari keluarga Salmon. Untuk ke sana sejauh ini belum ada upaya masih masuk daftar wish list. Sekarang masih mau explore Sumatera dahulu.

Dalam dunia mancing, siapa orang yang anda idolakan?
Idola saya April Vokey Seorang proflyfisher perempuan yang sangat menginspirasi dengan segudang prestasinya. Saya banyak belajar dari tulisan-tulisannya yang sangat inspiratif dan edukatif. Dia mendirikan Fly Gal Fentures, yang di bangun atas dasar promosi, pendidikan dan dorongan bagi mereka yang yang ingin serius di Fly Fishing. Dia juga seorang casting dan flytying instruktur yg memegang sertifikat FFF. Seorang travelling speaker dan guide yang sudah sangat professional. Keren banget kan April Vokey.

Dari kegiatan mancing ini, apa kesan positif yang anda rasakan?
Ayah saya pernah bilang, hidup ini bisa dianalogikan seperti mancing ikan. Jadi hidup bukan sekedar hidup, perlu punya target, impian dan cita-cita. Untuk mendapatkannya perlu proses. Siapkan umpan, ilmu pengetahuan, juga kesabaran. Umpan yang baik akan memudahkan mendapatkan target. Namun umpan bukanlah hal utama dibanding kualitas diri dan wawasan.

Terlepas itu semua, mancing dan hidup ditentukan sama yang namanya takdir. Jadi tugas kita, ya siapkan diri sebaik baiknya. Kita hanya perlu umpan untuk mendapatkannya dan kesabaran untuk menikmati prosesnya. Mancing adalah bagian dari hidup. Hidup perlu bahagia. Mancing adalah salah satu hal yang membuat saya bahagia.

Bagaimana komentar orang-orang di sekitar Anda?
Sejauh ini mendukung, ya. Walau bagaimana pun saya tetap wanita biasa yang suka hang-out bersama teman sebaya. Pintar-pintar atur waktunya saja, antara kerja, mancing, serta quality time dengan keluarga dan kawan sebaya. Karena saya masih belajar mancing, jadi belum ada upaya untuk mengajak teman-teman yang lain. Tapi orang-orang di lingkungan sekitar sebenernya kebanyakan sudah pemancing juga sih hanya berbeda genre-nya saja. –RPS