Nunu Nugraha (Hartini) : “NYOBOK” Mania

Tidak seperti kebanyakan Lady Angler yang melakukan kegiatan memancing di tempat-tempat nyaman, Ia cenderung lebih menggemari ‘nyobok’. Hobi yang sudah dilakukannya sejak 2 tahun belakangan ini memang beresiko, Namun ia rela melakukannya demi merasakan sensasi strike yang berbeda. Ia biasa memancing dengan mengunjungi spot-spot alami disekitaran Jawa Tengah bersama rekan-rekannya yang mayoritas pria. Dalam kesempatan wawancara yang dilakukan, Mbak Nunu, begitu sapaan akrabnya berbagi cerita kepada tim SM. Berikut kutipan wawancaranya:

PROFIL
Nama : Hartini (Nunu Nugraha)
Profesi : Trainer
Asal : Klaten, Jawa Tengah

Apa yang mendasari anda untuk menggeluti kegiatan memancing?
Pada dasarnya memancing itu bukan sekedar hobi tapi bisa juga dijadikan alternatif kegiatan untuk menghilangkan penat akibat rutinitas pekerjaan dan menjalin hubungan silaturahmi antar orang dengan hobi yang sama. Saya memulai kegiatan ini sejak 2 tahun yang lalu. Sebenarnya tidak ada yang mempengaruhi saya untuk terjun ke hobi mancing. Ceritanya dulu saya sering ikut menemani suami memancing, kebetulan suami hobi memancing kemudian saya ikut mencoba sekedar ingin tahu dan rupanya saya menikmati kegiatan ini sampai sekarang

Mengapa anda memilih memancing ekstrim di spot seperti rawa-rawa atau waduk padahal mancing bisa di empang?
Ya, karena saya menemukan keasyikan serta sensasi tersendiri dari kegiatan memancing ‘nyobok’. Apalagi kalau memancing dengan banyak teman, bisa bersenda-gurau dan tertawa serasa hidup ini tak ada beban. Di daerah saya, Solo, tidak terlalu banyak bahaya seperti spot-spot di luar Pulau Jawa yang masih liar dan terdapat hewan- hewan buas.

Dimana biasanya anda memancing dan target ikan apa yang biasa didapat?
Pemilihan tempat atau spot mancing tergantung dari ikan apa yang menjadi target. Ada beberapa waduk di sekitar tempat tinggal saya di Jawa Tengah. Jika ingin menargetkan ikan ombro, saya dan teman-teman mancing di pinggiran waduk, biasanya beralaskan tikar dan dinaungi payung. Jika mancing nyobok, Ikan Nila Hitam menjadi buruan yang paling banyak didapatkan. Menurut saya nyobok membuat kegiatan memancing menjadi tidak membosankan, berbeda dengan mancing di pinggiran yang berdiam diri menunggu umpan disambar ikan.

Apa yang dimaksud dengan Nyobok?
Nyobok merupakan istilah untuk metode memancing yang dilakukan dengan cara merendamkan badan ke dalam air di spor-spot air tawar. Demi menjaga keselamatan, pemancing harus menggunakan pelampung selama nyobok.

Sebagai perempuan, persiapan seperti apa yang anda lakukan untuk mancing Nyobok?
Untuk mancing nyobok, Saya menggunakan peralatan keselamatan berupa pelampung untuk menghindari kemungkinan tenggelam. Untuk memancing di pinggiran, Saya hanya menyiapkan payung guna melindungi diri dari sinar matahari langsung serta alas untuk duduk atau merebahkan badan sambil menunggu umpan dimakan ikan. Sejujurnya, Saya tidak pernah memakai peralatan kosmetik seperti make-up karena sejak dahulu kulit saya memang sudah gelap. Saya cukup menggunakan masker dan kacamata hitam. Tidak ada resep khusus untuk menjaga kecantikan, Bagi saya itu saja sudah cukup.

Teknik mancing nyobok memang berbahaya dan penuh resiko karena mengharuskan pemancing turun ke air seperti yang dilakukan oleh Hartini.

Apakah anda tergabung dengan sebuah klub mancing?
Ya, saya kebetulan bergabung dengan klub mancing bernama 100% Nyobok. Awalnya sepulang dari mancing, saya melihat ada orang menggunakan jersey klub tersebut. Kemudian iseng mencari tahu dari berbagai sumber dan kemudian menemukan fanpage-nya di Facebook dan setelah bergabung sambutan dari anggota lain luar biasa. Dinamakan demikian karena mayoritas kegiatan memancing yang dilakukan oleh klub ini cukup ekstrim. Klub mancing ini juga memiliki beberapa kegiatan sosial setiap tahun yang sudah diagendakan seperti donor darah, tebar benih serta kegiatan lainnya.

Bagaimana perasaan anda bergabung dengan mayoritas laki- laki? Apa manfaat yang didapat?
Mulanya saya minder, tapi begitu acara kopdar dan bertemu secara langsung dengan rekan-rekan klub yang ternyata mereka semua sangat menerima dan menghormati saya sehingga rasa minder saya hilang. Manfaatnya, pengetahuan mancing saya agak bertambah dari sebelumnya yang tidak tahu apa- apa menjadi tahu setelah gemar berdiskusi dengan para senior.

Walau satu – satunya perempuan tidak sedikit pun menghalangi keinginan Hartini untuk nyobok bersama rekan – rekannya yang mayoritas pria.

Bagaimana anda melengkapi peralatan dan aksesoris memancing?
Untuk melengkapi peralatan mancing biasanya saya bertanya ke teman-teman yang sudah senior, Tipe atau model apa yang cocok untuk digunakan sesuai kebutuhannya nanti.

Di spot mana saja biasanya anda melakukan kegiatan memancing dan berapa sering intensitasnya?
Waduk menjadi spot mancing favorit di daerah tempat tinggal saya. Ada beberapa waduk, Namun hanya waduk Kedung Ombo dan Gajah Mungkur yang ukurannya besar. Sementara yang lain kecil- kecil tapi potensinya tak kalah bagus untuk dijadikan alternatif spot mancing. Saya dan teman- teman 100% Nyobok selalui menanamkan prinsip catch and release ketika memancing agar kelestarian ekosistem tetap terjaga.

Bagaimana cara anda dalam membagi waktu antara mancing dengan keluarga dan pekerjaan?
Selama ini keluarga belum pernah protes, saya hanya diingatkan untuk berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan. Saya berangkat mancing minimal 2 kali dalam 1 bulan, saya hanya bisa berangkat mancing pada hari minggu saja lantaran hari-hari normal berbenturan dengan waktu kerja. Kalau dalam satu bulan tidak mancing, akan membuat hati gundah. Terlebih lagi bila melihat postingan ikan oleh teman-teman di grup.

Hartini dengan ikan tangkapannya.

Adakah pengalaman menarik yang berkesan selama anda menggeluti hobi mancing?
Ada hal menarik yang pernah saya alami sewaktu memancing yaitu ketika pertama kali trip ke waduk Wadas Lintang di Wonosobo bersama rekan-rekan lainnya. Sampai disana masih gelap, yaitu pukul 03:00 WIB. Di sana kami menyewa perahu untuk memancing di tengah danau. Sedang asyik- asyiknya mancing sambil mata sedikit mengantuk tiba-tiba brakkkkk. Perahu menabrak karamba ikan. Aduh ga kebayang kan, Saya ga bisa berenang kalau ngampul- ngampul di tengah waduk saat kondisi masih gelap begitu. Itu pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Apa yang anda cari dari hobi memancing ini?
Bagi saya, memancing merupakan kegiatan yang mengasyikkan karena mampu menghilangkan kepenatan setelah bergelut dengan rutinitas pekerjaan. Tujuan kita memancing memang mencari ikan, namun harus ditanamkan kesadaran pada diri kita masing-masing untuk tidak merusak habitat yang ada. Pegang teguh prinsip catch and release, galakkan penebaran benih, dan lain-lain. Ikan yang didapat harus dilihat terlebih dahulu, layakkah untuk dibawa pulang? Bila masih kecil-kecil, ya mesti dirilis. –RPS