Kurnia Nalurita Budi Apsari: Di Luar Kebiasaan

Wanita kelahiran Madiun 24 tahun silam ini masih terdaftar sebagai mahasiswi di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya. Sebuah disiplin ilmu yang berhubungan erat dengan hobi mancingnya. Berbagai macam kegiatan di luar kebiasaan wanita pada umumnya kerap ia lakukan, salah satunya menjadi seorang discjockey (DJ) di salah satu management hiburan di Indonesia. Untuk mengenalnya lebih akrab, simak wawancara kami berikut ini:

Kurnia saat memegang ikan hasil pancingnya di sebuah spot mancing di wilayah Jawa Timur. Ia kerap melakukan trip mancing bersama rekan-rekannya dan sang kekasih.
PROFIL
Nama: Kurnia Narulita Budi Apsari
Profesi: Mahasiswi
Asal: Surabaya

Apa yang mendasari anda untuk terjun menggeluti kegiatan mancing?
Awal mula saya suka mancing yaitu ketika Papah yang juga sejak lama menekuni kegiatan tersebut menularkan hobinya kepada saya. Sejak kelas 1 Sekolah Dasar beliau sering mengajak saya mancing, baik hanya sekedar refreshing maupun mengikuti lomba. Intensitas tersebut bertambah pada saat setelah saya masuk di bangku perkuliahan. Tapi teknik casting baru saya dalami di akhir tahun 2012 karena kebetulan pacar saya yang ngeracunin.

Kenapa harus memilih untuk mancing dan apa tujuannya?
Pada dasarnya memang saya adalah wanita tomboy yang suka tantangan, suka olahraga (outdoor), dan suka liburan (travelling). Saya lebih memilih mancing karena tujuannya sederhana, bisa jalan-jalan sambil meluapkan hobi. Apalagi pacar saya juga memiliki hobi serupa, jadi ketika memiliki tujuan liburan yang sama pasti kami tidak lupa membawa fishing tackle (peralatan mancing). Itu semua sudah satu paket.

Kegiatan mancing mayoritas digeluti oleh pria, bagaimana perasaan anda soal ini mengingat anda adalah wanita?
Justru saya senang sekali, saya bisa menunjukkan bahwa kaum wanita pun juga bisa (memancing), saya bisa merubah opini masyarakat kalau mancing tidak hanya bisa dilakukan oleh kaum pria saja. Selama ini saya merasakan teman-teman pemancing justru ‘welcome’ sekali dengan hadirnya Lady Angler seperti saya.

Bagaimana anda membagi waktu antara mancing dengan keluarga?
Untuk saat ini saya memang lebih memprioritaskan skripsi untuk menyelesaikan kuliah Perikanan dan Kelautan UNAIR jurusan Budidaya Perairan, jadi hanya saat akhir pekan (Sabtu-Minggu) saya bisa meluangkan waktu untuk memancing. Karena waktu yang sedikit itu saya jadi sangat memaksimalkan kesempatan untuk bisa memancing. Sementara keluarga saya (orangtua) jauh di Madiun, di Surabaya saya menjalani hari dengan jadwal kuliah yang padat. Namun komunikasi harus tetap lancar, apalagi Mama dan Papa juga sering ke Surabaya untuk berkunjung ke sanak suadara yang tinggal di sini. Saya tidak pernah melewatkan kesempatan bertemu mereka karena saya merasa bahwa waktu itu sangat berharga.

Mancing memang membutuhkan tingkat kesabaran tinggi. Apa efek yang anda rasakan dari kegiatan mancing terhadap hidup anda, terutama terhadap kehidupan anda sehari-hari?
Sebelumnya saya adalah tipe orang yang tidak sabaran, bahkan sudah banyak teman-teman yang mengetahui sifat saya itu. Namun setelah menekuni kegiatan memancing, mereka berubah penilaian dengan bilang kalau sekarang saya lebih sabar dalam melakukan pekerjaan walaupun sedang sibuk. Selain itu menurut saya memancing tidak hanya soal melatih kesabaran, namun membuat saya lebih mengenal banyak orang dengan karakter yang berbeda beda.

Selain menyiapkan peralatan mancing, sebagai perempuan persiapan apa saja yang biasa anda bawa sebelum melakukan kegiatan mancing terutama untuk meminimalisir hitamnya kulit karena sinar matahari langsung?
Tidak ada persiapan khususnya yang saya lakukan sebelum melakukan kegiatan memancing. Saya adalah tipikal wanita yang cuek apalagi dengan penampilan, ya beginilah saya apa adanya. Jika semua peralatan untuk memancing sudah lengkap dan siap, ya sudah langsung berangkat. Banyak sekali orang yang bilang, “Gak takut kulitmu gosong, kim?” “Kok tambah item?” Jawab saya simpel, “Kalo mancing takut gosong (kulit hitam) ya gak usah mancing.”

Apakah anda tergabung dalam komunitas mancing? Apa keuntungan yang anda rasakan setelah bergabung?
Ada beberapa komunitas mancing yang saya ikuti dan dari komunitas tersebut banyak sekali mendatangkan manfaat. Kita bisa sharing dan berbagi pengetahuan satu sama lain. Saya bisa mengetahui apa yang belom saya tahu, khususnya segala hal yang berkaitan dengan kegiatan memancing. Dari luasnya pergaulan tersebut kita juga bisa mempelajari berbagai macam karakter orang kemudian mengambil hal positifnya.

Baik spot freshwater maupun laut sama-sama disukai oleh Kurnia sebab alasan memilih spot tidak menghalangi keinginannya untuk memancing.
Baik spot freshwater maupun laut sama-sama disukai oleh Kurnia sebab alasan memilih spot tidak menghalangi keinginannya untuk memancing.

Lebih memilih mancing di freshwater atau laut? Mengapa?
Saya suka mancing dimana saja, apalagi wildfishing. Karena saya suka berkunjung ke tempat-tempat yang pesona alamnya masih keren dan terjaga. Tempat dimana masih jarang dikunjungi wisatawan domestik maupun asing. Menurut saya memancing di saltwater memang berkemungkinan mendapatkan sensasi tarikan yang lebih terasa dibanding freshwater karena faktor behaviornya berbeda. Tapi untuk saat ini saya lebih memilih mancing di freshwater karena mempertimbangkan beberapa faktor seperti waktu dan tenaga, apalagi mengingat saat ini saya sedang melangsungkan skripsi.

Adakah anda pernah mengalami momen yang tak terlupakan selama mancing?
Ya. Ada dua pengalaman paling berkesan yang pernah saya alami. Ketika saya masih duduk di bangku kelas 4 SD, saya diajak Papa untuk mengikuti lomba mancing di kolam. Saat itu saya berhasil strike ikan Lele yang menurut saya sudah sangat besar saat itu. Dengan tackle tradisional cekrikan (bambu yang diukir dengan panjang 110cm dipasang line kecil dan hanya bisa ditarik menggunakan tangan) saya berhasil mendaratkan ikan sampai harus mengorbankan tangan saya hingga sobek dan berdarah. Namun saya bangga karena ikan yang saya naikkan tersebut berhasil membawa saya meraih juara kedua.

Pengalaman selanjutnya saya rasakan saat mancing di Gili Labak, Madura pada September kemarin (2015). Ketika itu saya mancing dengan metode casting menggunakan piranti Ultra Light. Saat sedang strike, tiba-tiba ombak datang menerjang. Saya yang ngoyor (menyeburkan diri ke air) sampai air setinggi dada dengan seketika terbawa arus hingga kaki saya tidak bisa berpijak. Alhasil saya strike dengan keadaan berenang hingga akhirnya berhasil landed 1 ekor Kerapu Macan. Keadaan yang membuat saya kesal adalah tingkah teman-teman bahkan pacar saya sendiri tidak memberi pertolongan dan hanya melihat dari kejauhan sambil tertawa.

Adakah raihan ikan terbesar rekor pribadi anda? Atau ikan dengan spesies tertentu?
Ada beberapa spesies ikan terbesar untuk rekor pribadi, jenis gabus berbobot 2.5 Kg untuk freshwater, ikan Mas pada saat lomba di kolam, dan beberapa jenis ikan lainnya. Sampai ada juga spesies ikan yang tidak saya tahu jenisnya ketika saya mancing di Serangan, Bali. Ikan tersebut saya dapat dengan bentuk fusiform berwarna transparan, hanya insang yang berwarna merah.

Bagaimana langkah anda dalam mendapatkan kelengkapan tackle serta aksesoris memancing?
Sharing dengan teman-teman komunitas menjadi cara saya memenuhi kebutuhan kelengkapan alat-alat pancing karena bisa mendapatkan berbagai referensi. Kemudian saya juga mencoba browsing di internet dan diskusi dengan pacar saya mulai. Memang mengenai kelengkapan tackle set dan aksesoris lebih sering pacar saya yang merekomendasikan. Bahkan dia juga memberikan masukan mengenai beberapa lure yang cocok untuk digunakan, karena dia gemar membuat lure sendiri (handmade).

Bagi Kurnia, hobi mancing yang ia geluti saat ini bisa membawa dirinya merasa nyaman karena bisa sekaligus travelling, hobi lainnya selain mancing.

Bagi Kurnia, hobi mancing yang ia geluti saat ini bisa membawa dirinya merasa nyaman karena bisa sekaligus travelling, hobi lainnya selain mancing.Adakah tackle kesayangan yang selalu anda bawa saat mancing?
Kalau tackle set lebih suka dan sering saya bawa rod Storm Discovery 4-10 Lb, dengan pasangannya Reel Shimano Sienna 1000.

Adakah hobi lain selain memancing?
Sebelum kenal teknik casting tepatnya lulus SMA 2009, saya masih aktif menjadi discjockey (DJ). Namun setelah kontrak nge-DJ habis saya hanya mengambil job di event-event. Karena management membuat kebijakan yang mengutamakan DJ muda yang baru bergabung. Jadi saya tidak terlalu mementingkan tawaran yang masuk. Terkadang juga ada rasa jenuh pada saat nge-DJ karena pekerjaannya memutar lagu lalu mencampurkan mix dengan playlist yang itu-itu saja. Ditambah saat ini tidak ada banyak waktu yang bisa saya luangkan untuk nge-DJ.- RPS