Chairus Diana: Kepakkan Sayap Ladies Angler Community

Nama : Chairus Diana
Profesi : Karyawati
Asal : Jakarta

Emansipasi di era modern bisa diraih dalam berbagai bidang kehidupan. Sebuah upaya dalam menyama-ratakan kedudukan dalam menghapus istilah pemanis di antara dominasi pria. Keberuntungan memang hal yang bisa kapan saja datang. Namun tidak akan terbang jika burung tak pernah mengepakkan sayapnya.

Sejauh ini, penilaian sebelah mata kepada kaum hawa mungkin masih ada. Terlebih, penilaian tersebut terjadi pada lingkup kegiatan para pria yang juga digandrungi perempuan, salah satunya kegiatan mancing. Namun perlahan, waktu menjawab keraguan. Dimana sayap pemancing perempuan akan terus dikepakkan dengan asa melewati batas cakrawala dunia oleh ketua Ladies Angler Community yang baru.

Mendengar nama Chairus Diana, bagi sebagian kalangan khususnya di dunia pemancingan mungkin masih asing. Padahal, wanita berparas ayu ini sudah aktif dalam struktur pengurusan komunitas pemancing khusus wanita ‘Ladies- Angler Community’ sejak wadah perkumpulan tersebut dibentuk pada 2015 silam.

Peran suami yang memperkenalkan dunia memancing nampaknya berpengaruh besar terhadap berbagai aktifitas Diana sejauh ini, hingga mengantarkannya menjadi ketua Ladies Angler Community (LA.Com) baru sejak 2017, menggantikan pendahulunya Puji Astuti Agustina. Pemilihan dirinya sebagai ketua bukan tanpa dasar, keinginan kuat mengantarkan harkat dan martabat LA.Com di mata banyak orang jadi alasan utama.

“Peresmian Ladies Angler Community menjadi momentum bagi saya untuk lebih aktif menggeluti kegiatan mancing, khususnya casting setelah sebelumnya hanya sekedar menemani suami memancing,” jelas Diana. Pada peresmiannya itu, dirinya pun sukses membawa pulang juara kedua atas perlombaan mancing yang juga dilaksanakan di lokasi yang sama di kawasan Puncak, Jawa Barat.

Tidak selesai sampai di situ ketekunan yang dijalani Diana membuahkan hasil usai dirinya sukses mendapatkan satu-satunya ikan pada perhelatan lomba mancing dalam rangka perayaan Hari Kartini oleh LA.Com di Situ Cibuntu Lestari (SCL) Cibinong pada April 2016. Seekor Toman di danau kawasan LIPI tersebut mulanya membuatnya tersentak, hingga akhirnya tarik menarik dengan ikan dimenangkan Diana hingga ikan pun naik ke darat.

Pose saat peresmian Ladies Angler Community

Tangan hangat sang suami ditambah berbagai masukan dari ketua LA.Com sebelumnya menempa Diana untuk lebih tahu banyak segala macam informasi bahkan teknik mancing. Wadah komunikasi LA.Com, tambah dia, sangat dirasakan manfaatnya karena pula diisi oleh para lady angler berpengalaman lainnya.

“Peran rekan-rekan LA.Com sangat membantu. Sebut saja Bu Puji dan Mbak Khusnul Quin dengan pengalaman casting mereka ke berbagai spot liar di Indonesia. Ada pula Mbak Listiana Adel yang menekuni flyfishing serta Mbak Nunu di Solo dengan keahlian mancing nyobok. Sementara di empang, ada Bunda Yayang dengan kemampuannya dalam meracik umpan. Banyak-pengetahuan dari mereka yang belum saya dapatkan sebelumnya,” tambah Diana.

Untuk itu pada kesempatannya sebagai ketua LA.Com ini, dirinya bercita-cita untuk mengangkat nama LA.Com lebih tinggi lagi. Karena pada faktanya, komunitas ini diisi oleh lady angler yang tak kalah kompeten dengan jam mancing yang tinggi. Sehingga para anggotanya mendapatkan informasi secara merata. Tidak dipungkirinya bahwa sejauh ini memang LA.Com hanya dipandang hanya sebagai ‘pemanis’ saja oleh sebagian kalangan.

Diana menambahkan bahwa komunikasi yang lebih intens antar sesama anggota merupakan kunci-terbentuknya kesolidan. Sehingga jika komunikasi sudah berjalan dengan baik, maka informasi akan lebih mudah disampaikan. “Kedepannya tidak hanya sekadar berkumpul, namun mungkin akan ada kegiatan yang lebih edukatif. Misalkan mengundang para ahli mancing yang lebih berpengalaman untuk membahas teknik mancing,” ucapnya.

Menjadi juara pertama lomba mancing di Situ Cibuntu Lestari, Cibinong yang memperingati Hari Kartini 2016 .

Melebarkan jaringan komunikasi LA.Com tidak bisa hanya sekedar wacana. Baginya, pemetaan wilayah di Indonesia ini, dimana potensi pemancing perempuan berada, perlu dilakukan secara meluas. Diana menyontohkan apa yang sudah dilakukan oleh salah satu anggota LA.Com asal Jogja, Listiana Adel yang membangun Jogja Ladies Angler (JAL) merupakan tindakan tepat. “Pemetaan tersebut dilakukan agar kami mengetahui dimana saja para lady angler itu tersebar. Saya yakin ada banyak lady angler yang lebih aktif lagi melakukan kegiatan mancing. Keberadaan ruang komunikasi di sosial media pun turut membantu mempermudah silaturahmi,” tegas Diana.

Sebagai seorang istri, Diana mengaku jika dirinya harus lebih pintar membagi waktu antara kegiatan mancing dengan tanggung jawabnya sebagai istri. Keunikan justru ia rasakan seiring berjalannya waktu, dimana dahulu dirinya kerap ikut serta menemani suami memancing, namun kini justru berbalik bahwa dirinyalah yang lebih- berinisiatif mengajak sang suami- memancing.

Ditemani sang suami, Diana berpose dengan toman hasil pancingannya di situ Cibuntu Lestari Cibinong.

Secara pribadi, Diana pun memiliki impian besar dalam menambah jam terbangnya di dunia mancing yang ia gemari ini. Bukan hanya urusan LA.Com, namun sebuah prestasi dan pengalaman untuk bisa bertualang ke spot-spot potensial lainnya, khususnya perairan Kalimantan yang menyimpan berjuta potensi air tawar terbaik di Indonesia. “Bertualang ke daerah liar di Kalimantan seperti Tarakan adalah keinginan pribadi saya sebagai pemancing. Dimana di sana mahsyur akan potensi predator air tawar salah satunya spesies Snakehead,” jelas dia.

Tidak hanya merasakan sensasi mancing di pelosok spot freshwater, Diana juga menyimpan angan agar segera mungkin bisa menjajal nikmatnya mancing di perairan air asin. Perairan laut di sekitar Kepulauan Seribu jadi target awal dirinya akan ‘terjun’ ke dunia segara. Untuk saat ini, mengumpulkan peranti nampaknya jadi upaya pertama dirinya menyiapkan keperluan mancing tersebut selain nyali dan fisik yang kuat.

Diakhir perbincangan, wanita kelahiran Jakarta 32 tahun silam itu mengajak kepada para istri dari pemancing untuk bergabung dengan LA.Com agar silaturahmi baik dengan rekan dari suami mereka maupun para istri pemancing lain terjalin dengan erat. Sehingga kegiatan mancing akan menjadi semakin bermanfaat.

“Bagi para perempuan dimana pun anda berada, memancing itu merupakan kegiatan yang menyenangkan. Tidak hanya mengenai hobi, namun juga akan arti kekeluargaan yang kuat di dalamnya,” ajak Diana. Dan cuaca mendung menutup obrolan kami di antara gedung menjulang di kawasan Gambir siang itu. Naungan awan seolah merekam setiap harap yang kami perbincangkan sesaat sebelum jam makan siang menjelang. –Rico Prasetio