SH2G: Gabusmania, Antusias dan Solid

Eksistensi komunitas mancing di Indonesia sudah kian merebak, baik yang memiliki banyak anggota maupun yang masih terbatas. Yang terbuka untuk umum maupun yang masih kalangan sendiri. Pada dasarnya komunitas merupakan wadah berkumpul bagi para pemancing, seperti yang dilakukan para pemancing senior tradisional bernama SH2G. Pergerakan awal dilakukan dengan membuat kegiatan mancing bagi para pemancing Gabus di Jonggol, Jawa Barat. Siapa sangka, kegiatan yang dihadiri puluhan ‘Gabusmania’ itu rupanya menjadi cikal-bakal Kopdar Nasional oleh Forum Castinger Seluruh Indonesia (Forcasi).

Kekompakan antar anggota menjadi akar dari suksesnya SH2G meramaikan setiap event-event mancing yang mereka hadiri. Berbagai event menjadi saksi antusiasnya para anggota SH2G sebagai satu-satunya komunitas dengan perwakilan peserta terbanyak. Apa yang menjadi magnet dalam komunitas ini? Simak wawancara kami dengan Ketua SH2G, Sudargo Hartono berikut ini:

Apa yang mendasari didirikannya SH2G?
Berawal dari obrolan di Facebook bersama rekan saya Urip Widodo dan Moh. Erwin Oktavianus, kami sama- sama satu sekolah di Sman 47 Jakarta Selatan. Dalam obrolan tersebut kami menemukan kesamaan hobi yaitu memancing, pada saat itu juga kami sepakat merencanakan mancing bareng di Setu Sawangan pada 2010. Pertemuan ini menjadi cikal-bakal berdirinya komunitas SH2G. Awal cerita, saya dan Erwin dikenalkan Urip dengan Aki Dayit, Daus, Amir serta lainnya yang merupakan para senior mancing Gabus dari daerah Pamulang, TangSel. Pertemuan mancing pun berlanjut semakin rutin setiap minggunya dan bertambah pula pemancing yang gabung, salah satunya kusmayadi Erick (Erick) yang juga teman lama kami satu sekolah dahulu. Singkat cerita, setelah satu tahun melakukan eksplorasi, tercetus ide untuk menggelar acara mancing bareng dengan skala yang lebih meriah.

Kami pun berkoordinasi dengan komunitas mancing lain di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung dan sekitarnya untuk menyelenggarakan kopdar di Danau Astron, Jonggol. Meski belum memiliki nama komunitas dan jersey, kopdar bergulir dan tercatat sebagai kopdar perdana. kemudian saya dan Erwin mencoba menentukan nama yang cocok, secara spontan tercetus nama SH2G. Pengambilan nama disesuaikan dengan kegemaran kami berburu ikan Gabus. dalam bahasa inggris, Gabus diartikan Snake Head, maka tercetuslah nama Snake Head Hunter Gabusmania. Jersey SH2G baru dibuat pada H-7 dengan desain jersey dan logo yang spontan juga oleh urip. Sempat timbul kekhawatiran, apakah bisa menyelesaikan jersey dalam tujuh hari? Bisa, kebetulan saya memiliki usaha yang bergerak dalam pembuatan jersey di Bandung, jadi semua bisa saya kondisikan.

Dari semua hal tersebut bisa disimpulkan bahwa terbentuknya SH2G berawal dari spontanitas. SH2G resmi terbentuk pada 26 Juni 2011, bertepatan dengan kopdar yang diadakan di Danau Astron Jonggol. Pada kopdar pertama, anggota kami baru ada sekitar 30-an pemancing.

Apa ciri khas yang dimiliki SH2G hingga membuat para pemancing tertarik berperan serta?
Mungkin dari sudut pandang orang-orang yang menilai bahwa komunitas ini solid, selalu kompak dan tidak pernah memiliki masalah antar sesama anggota. Kami tidak pernah mempermasalahkan apapun karena tujuan kita adalah mancing, gembira dan senang. Maka dari itu SH2G menggunakan tagline Let’s join & have fun with us mari kita senang- senang bersama. Kami tidak pernah mempersoalkan masalah spot mancing. Jika kami menemukan sebuah spot, kami dengan senang hati mengajak para pemancing dari komunitas manapun. Hal ini yang membuat komunitas lain senang dengan nuansa kekeluargaan di sini. Intinya SH2G selalu welcome dengan orang lain dan itu yang sudah ditanamkan sejak dahulu.

Bagaimana SH2G menyuluhi para anggota baru agar bisa sejalan dan mendapatkan pengetahuan mancing?
Anggota baru kami ajak untuk mancing bersama di spot-spot yang pernah disurvei sebelumnya. Di sana kita saling bertukar ilmu seputar kegiatan mancing, bagaimana cara mancing yang benar hingga menanamkan sifat kekeluargaan antar anggota. Sehingga setelah mendapatkan kenyamanan dari anggota SH2G yang lain maka akan membuat para pemancing lain ikut bergabung di komunitas ini. Belakangan ini, sekitar 20-an orang dari Jabodetabek bergabung dengan SH2G. Sementara total anggota aktif mengikuti serangkaian kegiatan SH2G lebih dari 60 anggota.

Seberapa rutin SH2G mengadakan aktifitas memancing?
Untuk memancing kami sesuaikan dengan waktu luang yang ada. Berbagai macam kesibukan masing- masing anggota dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda membuat kami jarang melakukan kegiatan mancing bersama dengan keseluruhan anggota. Kegiatan pertemuan atau eksplorasi mancing biasanya dilakukan dengan spontanitas saja. Spot mancing yang sering didatangi yaitu disekitaran tangerang, berdasarkan info dari sesepuh mancing kami di sana.

Apabila ikan di sebuah spot semakin berkurang, langkah apa yang dilakukan SH2G?
Ikan Gabus itu tidak akan pernah habis. Jika memang di sebuah spot terdapat Gabus namun tidak ada sambaran, berarti ikan tersebut sedang masuk fase bertelur. Karena pada saat musim tersebut selera makan ikan berkurang, para sesepuh mancing di SH2G juga memiliki feeling yang bagus terhadap keberadaan Gabus. Apabila hanya dipancing, kecil kemungkinan Gabus akan habis. Kemungkinan hilangnya ikan yaitu penggusuran spot, tindakan penyetruman serta penebaran racun.

Namun dibalik itu SH2G juga memiliki tim eksplor yang hampir setiap hari mencari spot-spot potensial. Jika mendapatkan hasil maksimal maka informasi mengenai spot tersebut akan disampaikan kepada para anggota bahkan ke pemancing lain dengan harapan bisa mancing bersama-sama. Kita selalu mengajak komunitas lain untuk ikut bergabung dan kita tidak pernah mengakui sebuah spot menjadi milik pribadi.

Apa yang dimaksud kepedulian lingkungan menurut rekan-rekan SH2G?
Yang dimaksud dengan kepedulian lingkungan yaitu jangan berpikir hanya sekedar menyalurkan hobi untuk mencari kesenangan pribadi saja, tapi disamping itu pikirkan juga bagaimana kita membuat hobi kita bisa bermanfaat untuk orang lain atau masyarakat setempat. Itulah mengapa kami menebar ikan-ikan konsumsi seperti Bawal, lele dan mujair di spot-spot mancing yang kerap kami datangi. Jadi menurut kami jangan lakukan penebaran bibit ikan predator ditempat-tempat yang sifatnya umum karena predator merupakan hama dan dikhawatirkan akan membahayakan ekosistem setempat (sesuai uu no. 31 tahun 2004 tentang Perikanan).

Disini kami tidak menyalahkan teman- teman castinger yang berinisiatif untuk mendukung hobinya, kami hanya sarankan agar berhati-hati dengan tindakan kita jangan sampai yang dilakukan salah. Jaga dan junjung persaudaraan antar sesama pemancing, penebaran benih jangan dijadikan masalah atau perselisihan. Kita nikmati apa yang telah diberikan alam kepada kita dan bertindaklah bijak menyikapi semuanya. Penebaran benih biasanya kita lakukan saat menggelar event mancing bareng. Pertama kali dilakukan di Astron sebanyak ribuan ikan meliputi mujair, Bawal dan lele.

Apa keistimewaan dari Gabus sehingga membuat komunitas ini terbentuk?
Dari sensasi strike, jelas Gabus memiliki kelebihan tersendiri dalam hal perlawanan karena memiliki rahang yang kuat. Selain itu, kandungan albumin tinggi yang ada pada daging Gabus memiliki khasiat untuk pengobatan khususnya bagi orang yang sedang dalam masa penyembuhan usai operasi. Intinya, alasan para anggota SH2G mancing Gabus itu membantu orang-orang yang membutuhkan Gabus dengan segala khasiatnya. Maka dari itu, kami tidak terlalu terpaku dengan aturan catch and release terutama di spot liar apalagi di tempat tersebut memang dijadikan lokasi mancing untuk memenuhi kebutuhan ekonomi warga. Contohnya untuk kebutuhan rumah makan yang menyajikan menu ikan Gabus seperti Gabus Pucung. Siapa pun tidak bisa melarang penduduk dengan memaksa mereka melakukan catch and release. Kamipun punya maksud tersendiri, yaitu mengambil untuk keperluan pengobatan. Satu pengecualian apabila di spot tersebut ada aturan yang mengharuskan pemancing merilis ikan yang didapat maka kami akan ikuti aturan yang ada, fleksibel saja.

Di acara-acara mancing lintas komunitas, anggota SH2G terkenal antusias dan banyak hadir. Bagaimana bisa begitu?
Kami senang bersilaturahmi dengan teman-teman sesama castinger dari manapun mereka berasal, kami datang dengan rasa persaudaraan untuk bisa bertemu castinger lain dalam setiap event. Seperti yang sudah disebutkan tadi, SH2G memiliki kekompakan yang kuat satu sama lain sehingga membuat komunitas ini tetap aktif.

Pada saat kopdar, para anggota mengutamakan untuk hadir guna mewakili komunitas ini. Dari setiap event casting yang diadakan, kami tidak berambisi mendapatkan juara. Beberapa kali SH2G juga mendapatkan penghargaan sebagai komunitas dengan anggota yang hadir terbanyak, disamping juga perolehan juara. Seperti saat event kopdar forcasi pertama di Gunung Putri, Bogor dan kopdar Cipule, Karawang kami mendapat penghargaan sebagai komunitas dengan peserta terbanyak. Hal sama juga dilakukan SH2G dengan mengirimkan perwakilan 16 tim di kegiatan ‘Cast and Camp with maguro’ di Cipule, Karawang.

Bagaimana SH2G melihat peran medsos bagi perkembangan mancing di indonesia?
Pengaruh besar medsos bagi dunia pemancingan di Indonesia khususnya dari facebook. Banyak pemancing dari berbagai daerah berbeda menjadi kenal dan menjaga komunikasi via medsos. Kebebasan melakukan sesuatu hingga menyatakan pendapat terkadang membuat orang lain terganggu. Untuk itu kami di SH2G selalu menekankan sikap menghargai setiap pendapat siapapun dan menjaga etika serta nama baik komunitas. Kami tidak pernah mau membuat konflik dengan siapapun dan apabila terlanjur terjadi, kami akan selesaikan dengan bijak karena mancing hanya hiburan yang bertujuan refreshing.

Ke depannya, hal apa saja yang akan dilakukan untuk menjaga eksistensi komunitas ini? kami selalu mengedepankan hubungan baik, persaudaraan, kebersamaan dan silaturahmi dengan siapapun. Tidak ada batasan untuk memancing bersama kami. Dimanapun kami mengadakan kegiatan, semua orang boleh turut serta. Sebaliknya, kami akan wakilkan anggota kami di setiap gelaran event bila memang memungkinkan. Dalam waktu dekat kami berencana mengadakan kegiatan konservasi, membersihkan spot-spot mancing di wilayah kami namun waktu dan tempat belum disepakati. Pokoknya Let’s join & have fun with us. – RPS

Foto-foto kegiatan komunitas Snake Head Hunter Gabusmania (SH2G)