Rig Anglers: Geliat Mancing di Zona Rig

Geliat kegiatan mancing menghadirkan berbagai kisah. Tidak hanya selalu bicara proses ataupun hasil, namun potensi serta keunikan sebuah spot nampaknya jadi sesuatu yang tak kalah menarik, pengeboran lepas pantai salah satunya. Kawasan perairan di bawah anjungan pengeboran terungkap membentuk ekosistem besar akan keberaaan beragam spesies ikan. Mulai dari ukuran terkecil hingga predator besar. Daya tariknya sudah banyak dinikmati para pemancing dari berbagai tempat. Sebagian bahkan memasukkan rig ke-dalam salah satu tujuan lokasi mancing mereka guna merasakan adrenalin melayani perlawanan para predator. Komunitas Rig Anglers salah satunya. Komunitas ini didirikan atas dasar kegemaran para anggotanya mancing di perairan sekitar rig. Apa keistimewaan mancing di rig? Lalu bagaimana dengan adanya larangan memancing di area tersebut? Simak wawancara kami dengan Budi Mulyadi, wakil ketua Rig Anglers berikut ini:

Apa keistimewaan mancing di rig?
Mancing di pengoboran minyak lepas pantai atau yang kerap disebut rig itu ibarat seperti mancing di spot rumpon. Sebab, panasnya kandungan air laut yang berasal dari kegiatan pengeboran di wilayah rig membuat ikan-ikan berbagai ukuran, terutama spesies-spesies predator lebih nyaman di lokasi perairan ini. Selain itu cahaya yang berpancar dari setiap sudut bangunan rig menarik minat ikan untuk berkumpul ketika malam hari. Mancing di rig memerlukan keterampilan dalam menjaga ikan tetap aman pada saat momentum strike. Berbeda dengan mancing di laut lepas, dimana penggunaan senar pe 2-3 contohnya masih bisa mengangkat ikan di atas 15 kg, walaupun harus mengulur senar terlebih dahulu. Pada saat di rig, paling tidak menggunakan senar pe 5-8 sepanjang 100 meter. Sensasinya adalah harus berhadapan dengan tiang-tiang rig. Agar menjauhi ikan dari rig dibutuhkan pe yang kuat.

Semua kegiatan mancing tentu beresiko, khususnya di rig. Apa hal yang perlu menjadi perhatian?
Pemancing harus memperhatikan datangnya arah angin. Sebab angin ditambah arus laut yang berhembus membuat kapal terombang-ambing dan dikhawatirkan akan menyeret kapal menuju tiang-tiang instalasi rig. Kapal harus berjangkar agar di tempat aman dan jangan sekali-kali mengikat kapal di tiang-tiang pengeboran.

Jaga jarak menjadi hal pasti paling tidak radius 500 m dari instalasi bangunan pengeboran. Jika lelah, jangan sampai semua pemancing memejamkan mata (tidur). Usahakan salah satu pemancing harus siaga agar mengetahui situasi kapal. Yang paling utama kenakan jaket pelampung selama berada di laut.

Ada Keppres yang memuat larangan mendekati objek vital nasional, salah satunya kegiatan mancing di RIG. Bagaimana Rig Anglers menyikapinya?
Iya memang benar, larangan itu (mancing di rig) memang ada. Mereka pengelola pengeboran pasti menyiagakan kapal patroli yang berkeliling perairan di sekitarnya. Kami bahkan mungkin para pemancing pada umumnya mungkin pernah diperingatkan atau bahkan diusir oleh kapal patrol tersebut. Namun karena memang rasa penasaran yang ada, kita rela kabur dan menunggu kapal patroli menjauh dan kemudian kembali
mendatangi area rig.

Bagi saya pribadi, yang terpenting adalah bagi para pemancing harus jaga jarak dengan rig, apalagi rig yang aktif. Intinya jangan mengganggu aktifitas pengeboran. Sosialisasi larangan mancing di area seperti rig menurut saya perlu dilakukan. Sebab tidak semua orang mengetahui larangan tersebut. Perlu pengetahuan kesigapan bagi pemancing ketika akan mancing di rig.

Menurut anda bagaimana antusias mancing di rig kedepannya?
Saya melihat dari tahun ke tahun antusias para pemancing untuk mancing di kawasan rig terus meningkat. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa potensi yang ada tersebut menjadi daya tarik bagi para pemancing dari berbagai daerah. Terlebih Indonesia memiliki banyak titik-titik anjungan pengeboran lepas pantai, khususnya di Pantura Jawa. Tinggal bagaimana pemancing bisa bijak ketika melakukan kegiatan mancing terutama memperhatikan tingkat keselamatan diri tanpa mengganggu aktifitas pengeboran. Selain itu, tindakan pelepasan kembali (catch and release) semestinya diberlakukan bagi spesies ikan yang dilindungi agar ekosistem tetap terjaga.

Foto- foto kegiatan Komunitas Rig Anglers

Lalu bagaimana awal mula terbentuknya rig anglers?
Pada mulanya, kami tergabung dalam Komunitas Angler Karawang (KAKA) yang berdiri sekitar tahun 2009-2010. KAKA merupakan sebuah komunitas yang para anggotanya lebih cenderung melakukan kegiatan mancing menggunakan teknik casting di perairan freshwater dengan target ikan spesies keluarga Snakehead.

Seiring berjalannya waktu antusias anggota KAKA merambah ke kegiatan mancing di laut, kami sepakat untuk melakukan ‘pemekaran’ anggota dengan membuat komunitas Rig Anglers pada 2015. Sesuai dengan namanya, Rig Anglers cenderung melakukan kegiatan mancing di area pengeboran lepas pantai (rig), khususnya di wilayah pantura Jakarta- Bekasi. Tidak hanya di kawasan rig saja, kami juga kerap mancing di spot berkontur karang, bahkan hingga ke Bengkulu.

Edukasi seperti apa yang kerap dilakukan kepada sesama anggota bahkan pemancing dari komunitas lain?
Hal utama yang kerap dibahas adalah potensi ikan di spot rig. Bagaimana situasi dan kondisi mancing yang tepat, teknik serta peranti yang digunakan, termasuk umpan. Informasi yang disampaikan kepada sesama anggota biasa dilakukan dengan menikmati hidangan ikan hasil pancing. Sebab dengan berkumpulnya para anggota secara rutin, bisa menambah erat silaturahmi serta menjaga komunikasi agar tetap solid. Tapi kami tidak pernah menyepelakan perbincangan mengenai keselamatan ketika memancing. Apa yang mesti dibawa serta yang dilakukan agar mancing-menjadi aman dan nyaman.

Seperti komunitas pada umumnya, dengan berjalannya waktu, kami berharap agar Rig Anglers mampu menjadi wadah berinteraksi dan berkegiatan bagi pemancing yang gemar mendatangi rig khususnya di wilayah Karawang. – Rico Prasetio