KOMPABAN: Berperan Aktif Dalam Aksi Nyata

Rumpon Kompaban. Penurunan rumpon ikan oleh Kompaban di perairan sekitar Selat Sunda pada Selasa (11/11) selain bertujuan untuk memudahkan spesies laut berkumpul, juga membantu menjaga kelestarian ekosistem bawah laut. “Rumpon harus berada pada perairan yang aman agar tidak menggangu lalu-lintas kapal laut. Bila ada yang sengaja atau tidak sengaja menemukan spot rumpon Kompaban, bagi kami tidak menjadi masalah, sebab kami juga tidak mengontrol rutin setiap hari,” jelas Nanang.

“Menangkap ikan menggunakan pukat harimau merupakan kejahatan yang masih kerap terjadi di laut,” sambungnya, walau sudah ada peraturan yang melarang penggunaan pukat harimau, samarnya penegakkan hukum membuat para pelaku bebas menjarah ikan tanpa jera. “Secara pribadi saya ingin kapal-kapal pencuri ikan ditenggelamkan supaya bangkainya bisa jadi rumpon baru.” Untuk itu, Nanang bersama para anggota dari Kompaban berniat rutin melakukan kegiatan pasang rumpon. Menurutnya, sebagai komunitas penghobi mancing di laut sudah sepatutnya peduli terhadap kelestarian laut. Nanang berharap semua komunitas atau grup pemancing mampu bekerjasama dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.

Komunitas Pemancing Banten, sesuai dengan namanya, komunitas ini mewakili pegiat mancing dari wilayah Banten, namun bukan berarti warga Banten saja yang boleh bergabung, Kompaban terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung meramaikan kegiatan komunitas ini. Kompaban lahir sebagai komunitas yang bebas, beralamat di Jl. KH. Yasin Beji, Cilegon, Kompaban menjalankan berbagai macam aktivitas berdasarkan kesepakatan para anggota. Selengkapnya, SM mewawancara Nanang Maulana, salah seorang pencetus berdirinya Kompaban, sebagaimana berikut:

Bagaimana awal mula terbentuknya komunitas ini?
Di dalam mobil sepulang dari Ujung Kulon sekitar Mei 2010, Saya, Muh, Boby dan Rohman membahas niatan pembentukan komunitas mancing. Kompaban awal mulanya tidak berbentuk komunitas, melainkan grup mancing, kemudian dibentuk menjadi komunitas, agar siapa saja bisa bergabung ke dalam kegiatan kami tanpa harus mendaftar menjadi anggota. Faktanya, kami sering melihat grup-grup mancing yang memiliki struktur organisasi justru tenggelam dan tidak bertahan lama. Oleh karena itu, kami lebih memilih menjadi komunitas tanpa ada ketua dan pengurus. Ada usulan dari teman-teman saat pemberian nama komunitas ini dan akhirnya disetujui nama Komunitas Pemancing Banten (Kompaban), karena sebelumnya komunitas ini sering melakukan kegiatan memancing di sekitaran perairan Banten seperti Binuangeun, Ujung Kulon dan lainnya.

Selain mancing, Apa tujuan dibentuknya komunitas ini?
Tujuannya tidak lain adalah menjalin persahabatan antar pemancing. Dalam wadah komunitas ini, para pemancing bisa bertukar pikiran, pengalaman dan informasi mengenai kegiatan memancing. Juga bukan hanya memancing. Kompaban punya visi dan misi yaitu tetap menjaga kelestarian alam, khususnya laut. Sebab kita tidak bisa terus menerus menikmati hasilnya, tapi juga membantu menjaga keseimbangan antara alam dengan manusia.

Sebagaimana kali ini pemasangan rumpon dimaksudkan untuk memberi rumah bagi biota laut sehingga membantu kelangsungan hidup mereka. Manfaat lainnya, kita akan mendapat hasil maksimal hanya dengan memancing di satu titik tanpa harus mencari arah konsentrasi keberadaan ikan. Kompaban sudah melakukan pemasangan rumpon lebih kurang delapan kali. Meski pada akhirnya kordinat rumpon diketahui orang lain dan ikannya dipanen, tidak masalah. Kami tetap mencoba mengagendakan pemasangan rumpon sekali dalam satu tahun.

Bagaimana prosedur menjadi anggota Kompaban?
Tidak ada prosedur, komunitas ini terbuka untuk siapa saja bergabung di sini. Kompaban mempunyai halaman grup di Facebook dan di Blackberry Messenger. Biasanya bila ingin mengadakan berbagai macam kegiatan komunitas, maka informasi tersebut disebarkan melalui sosial media. Bila sudah disetujui bersama, ya sudah kita tinggal jalan.

Walau tidak memiliki pengurus, Kompaban selalu membuat rancangan anggaran sebelum melakukan kegiatan. Pembuatan anggaran dilakukan oleh salah satu anggota untuk menghitung estimasi biaya. Setelah itu anggota patungan secara merata untuk biaya tersebut. Kompaban tidak menerapkan iuran kas kepada anggota-anggotanya.

Sudah berapa banyak anggota yang tergabung sampai saat ini?
Saat ini ada sekitar dua puluhan anggota yang aktif mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan. Sedangkan yang ada di Facebook sekitar 500-an anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Kompaban juga bergabung dengan komunitas lain di luar Banten dalam melakukan kegiatan mancing, seperti dengan Tim Anak Laut (TAL) yang ada di Jakarta, hubungan begitu akrab karena sering mancing bareng di laut, sehingga pernah gabung dengan nama KompabanTAL (Komunitas Pemancing Banten & Tim Anak Laut).

Kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh komunitas ini?
Kegiatan umum yang dilakukan seperti mancing di laut hampir setiap seminggu sekali. Pemilihan spot biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan diskusi para anggota. Kadang ingin ke Pulau Tunda, Pulau Sangiang, dan biasanya sih ke Pulau Mundu di perairan Lampung.

Apa kegiatan lain yang dilakukan Kompaban selain memancing?

Kopdar adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh komunitas ini.
Kopdar adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh komunitas ini.

Biasanya sepulang dari kantor atau jika ada waktu luang kami berkumpul di salah satu kafe di Krakatau Junction untuk ngobrol- ngobrol, berbagi cerita dan informasi mengenai pengalaman masing- masing. Kemudian kegiatan selanjutnya yaitu pemasangan rumpon tadi.

Foto- foto Kegiatan Komunitas Pemancing Banten (KOMPABAN)

Bagaimana manfaat media sosial bagi Kompaban?
Penggunaan media sosial seperti Facebook dan Youtube kami manfaatkan untuk mengupload foto dan video kegiatan memancing. Yang terasa efeknya mungkin Facebook, kebanyakan orang mengenal Kompaban dari halaman grup kami di situs jejaring sosial tersebut. Kami juga pernah membuat situs forum komunitas (forumkompaban.org), namun belum banyak yang aktif dan mengakses. Selama dua tahun saya kelola secara pribadi dengan membuat dan membeli domain menggunakan uang pribadi, namun karena tidak maksimal, maka saya nonaktifkan saja.

Apa harapan ke depannya untuk komunitas ini?
Agar komunitas ini terus berjalan, terjaga tali silaturahmi antar pemancing. Selain itu, bisa membantu dan memudahkan masyarakat dan nelayan mendapatkan ikan. Karena tujuan dibuatnya rumpon ialah memberikan tempat bagi ikan untuk berkembang biak. Jadi kita tidak perlu sulit mencari spot, kan jadi lebih hemat bahan bakar juga. Kemudian potensi wisata bahari juga bisa dimaksimalkan, intinya semoga Kompaban bisa berguna bagi banyak orang.

Lalu apa harapan bagi pemerintahan baru dalam memaksimalkan potensi kelautan?
Pemerintah harus menindak tegas para pelanggar hukum kelautan, terutama oknum yang menggunakan pukat harimau untuk mengeksploitasi sumber daya laut. Seperti kita ketahui, potensi laut Indonesia sangat besar. Kegiatan ekspor hasil laut masih menjadi komoditas utama. Bila dibiarkan terus seperti ini maka tinggal menunggu hilangnya mata pencaharian nelayan. Pemerintah daerah harus memfasilitasi nelayan tradisional dari segi peralatan. Bantuan seperti itu yang juga kami lakukan sedikit demi sedikit untuk para nelayan.

Selanjutnya masalah pencemaran air laut. Limbah rumah tangga dan pabrik juga semakin memprihatinkan karena dibuang ke sungai yang kemudian bermuara dan berakhir di laut. Kondisi ini jelas merusak habitat yang ada dalam laut. Belum lagi usaha reklamasi oleh investor- investor di sepanjang pantai-pantai di Indonesia yang mengubah lahan atau pantai menjadi area komersil, pemerintah harus tegas. –RPS