JOJONERS: Menilik Mancing Dari Mata Jurnalis

Akhir pekan merupakan saatnya untuk melepas penat dari ketatnya jadwal pekerjaan, melepas seluruh atribut dan menggantinya dengan piranti mancing. Berawal dari kecintaan terhadap kegiatan mancing, beberapa wartawan dari berbagai media massa berkumpul dalam satu wadah komunitas. Tahun 2014 menjadi tahun berdirinya Jurnalis Joran Indonesia (Jojoners) dalam mewadahi hobi para pekerja media se-Indonesia ini.

Tidak hanya sebagai wadah penyaluran hobi memancing para anggotanya, Jojoners juga ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian dan tanggung jawab sosial. Kegiatan sosial seperti apa saja yang dilakukan Jojoners sejauh ini? Bagaimana Jojoners menyikapi geliat mancing di Indonesia dewasa ini? Simak penuturan salah seorang pembina Jojoners, Firman Wibowo kepada SM berikut ini:

Bagaimana pandangan Jojoners mengenai geliat mancing yang ada di Indonesia?
Contohnya tidak perlu secara luas, dari lingkup kalangan kami para wartawan sendiri, seiring berjalannya waktu, Jojoners dengan anggotanya yang kian bertambah dengan beragam kegiatannya membuktikan bahwa kami berhasil istilahnya ‘meracuni’ orang-orang baru terutama para pekerja media untuk menggeluti kegiatan mancing. Jika kami melihat dari kacamata sendiri untuk melihat secara global, terbukti bahwa kegiatan mancing yang ada sekarang ini di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Itu artinya antusias mancing dari berbagai kalangan memang sangat besar.

Faktor apa saja yang membuat rekan-rekan pekerja media ini ingin sekali mengembangkan dunia pemancingan di Indonesia?
Potensi bahari di Indonesia itu besar sekali. Hobi lain banyak, komunitas wartawan yang punya kegemaran lain juga mulai merebak luas. Mengapa mancing? Sebab menurut saya dari segi perlengkapan, mancing lebih ekonomis. Agar lebih memudahkan anggota, kami menerapkan sistem cicil beberapa bulan sebelum melakukan trip mancing. Tindakan itu dilakukan agar tidak memberatkan. Yang pertama mancing itu lebih ekonomis.

Selanjutnya adalah tanggung jawab sosial. Seorang wartawan harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Salah satu agenda rutin yang berkaitan dengan kegiatan mancing adalah penebaran benih ikan di berbagai lokasi. Berkali-kali kami menjalankan kegiatan tersebut bahwa apa yang kita ambil wajib kita kembalikan. Penebaran benih sudah menjadi trademark Jojoners. Seperti yang terakhir sudah dilakukan di Danau Batur dalam rangka perayaan ulang tahun Jojoners ke-3.

Apa tujuan dari setiap kegiatan sosial yang dilakukan Jojoners?
Karena kami memiliki akses serta jaringan yang lebih luas baik ke pihak pemerintahan maupun swasta, maka kami kerap menggandeng mereka (corporate khususnya) untuk bekerja sama dalam setiap kegiatan sosial dari Jojoners. Bisa diistilahkan bahwa kami berposisi sebagai gerbang mereka dalam mengakses serta merealisasikan program Coorporate Social Responsibility (CSR), sebuah pelaksanaan program tanggung jawab sosial sebuah perusahaan kepada masyarakat ke berbagai lokasi yang sama-sama sudah kita tentukan tempatnya.
Karena Jojoners kan kerap mendatangi lokasi-lokasi mancing yang kondisi masyarakatnya bisa dibilang memprihatinkan. Hal itu sebenarnya tujuan serta fungsi secara luas kami (pers) sebagai pilar keempat dalam demokrasi. Jadi kami tidak serta merta hanya melakukan kegiatan mancing saja.

Indonesia merupakan salah satu negara bahari terbesar. Menurut kacamata dari Jojoners, apa yang mesti dilakukan pemerintah untuk semakin meningkatkan geliat wisata mancing di Indonesia?
Bisa dibayangkan, per hari ada banyak kapal pemancing yang berangkat menuju spot. Jika dalam satu kapal berisi 6 orang pemancing, dalam satu dermaga ada sekian banyak kapal, pasti akan terlihat bahwa geliat mancing di Indonesia itu sangat besar. Tinggal pemerintah sebagai pembuat kebijakan melakukan pengawasan terhadap aktifitas mancing. Apa yang sudah dilakukan pemerintah saat ini melalui Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menurut saya sudah bagus.

Salah satunya melakukan pelarangan pengambilan telur kepiting untuk konsumsi agar keberlangsungan hidupnya tetap terjaga. Mengenai penerapan peraturan wilayah penangkapan ikan berdasarkan ukuran serta daya angkut kapal juga bagus, karena ekosistem akan jauh lebih terjaga. Mengurangi over fishing (bagi nelayan). Intinya kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat juga sangat diperlukan.

Apa harapan untuk Jojoners kedepannya?
Harapannya semoga Jojoners menjadi komunitas mancing yang memiliki rasa tanggung jawab sosial yang jauh lebih tinggi sehingga mampu menjadi contoh bagi komunitas mancing lainnya. Karena kami adalah wartawan, kami punya lebih banyak akses, jaringan serta informasi. Jojoners harus menjadi contoh. Jika perlu seluruh pemancing/komunitas bisa bergabung dengan Jojoners agar memiliki langkah lebih besar lagi dalam hal pelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dimana kita tidak hanya mengambil hasil perikanan (alam), namun juga harus memelihara dan menjaga untuk kelangsungan hidup sesama. Sebab jika tidak dipelihara keseimbangannya dengan hanya mengambil pasti lama kelamaan akan habis.

Berikut foto- foto kegiatan Komunitas Jurnalis Joran Indonesia (Jojoners):