JFFC: Seni dan Kreatifitas Dalam Memancing

Tarian benang yang digunakan ketika dilempar menjadi daya tarik tersendiri dari salah satu metode mancing ini. Eksotismenya kini kian berkembang seiring bertambahnya penghobi mancing. Jakarta Fly Fishing Club (JFFC), merupakan sebuah komunitas berkumpulnya para fly fisher (sebutan bagi pemancing fly fishing) yang menjadi wadah berbagi ilmu serta pengalaman seputar dunia fly fishing di Jakarta dan sekitarnya. Ingin tahu lebih dalam apa itu fly fishing? Mari simak wawancara SM dengan Ketua JFFC, Gunawan Tjandra beberapa waktu lalu.

Apa yang dimaksud dengan fly fishing?
Sebuah tehnik mancing menggunakan umpan tiruan binatang-binatang kecil yang mirip dengan aslinya (serangga, semut, dll) dimana umpan tersebut dilempar ke depan dan ke belakang hingga tepat berada di dekat ikan buruan sehingga mampu menarik perhatian ikan secara alami. Para fly fisher dituntut untuk mahir memainkan benang (fly line) yang cukup berat sehingga mampu membuat umpan yang ringan tetap mampu melayang. Pada umumnya umpan dibuat dengan cara mengikat bulu-bulu (tying), rambut hewan asli, atau bahan-bahan alami lainnya.

Namun seiring berkembangnya teknologi, pembuatan umpan tiruan bisa juga menggunakan bulu buatan (sintetis). Warna, corak atau model umpan biasanya disesuaikan dengan kondisi spot agar menarik perhatian ikan yang menjadi target. Di negara asalnya, ikan yang menjadi target adalah ikan trout atau salmon di air tawar, sementara di Indonesia biasanya ikan Bandeng, tarpon lalu jenis ikan air tawar seperti gurame.

Bagaimana sejarah fly fishing dari negara asalnya dan perkembangannya di Indonesia?
Keberadaan fly fishing sudah ada sejak lama, ditemukan di Inggris lalu dibawa ke Amerika dan hingga kini disana menjadi terkenal dan sedang booming. Di Indonesia sendiri, fly fisihing belum berkembang secara pesat. Kesulitan yang ada ialah masih sedikitnya ketersediaan spot-spot untuk fly fishing. Kita hanya memanfaatkan keberadaan kolam pemancingan atau danau untuk dijadikan spot memancing. Tidak seperti di negara asalnya dengan memanfaatkan sungai yang jernih. Untuk itu peran pemerintah sangat diharapkan dalam memberikan bantuan melalui tiap-tiap kepala daerahnya.

Sebagai contoh seperti kebijakan yang sudah ada di lubuk larangan, Padang dimana spot tersebut masih sangat potensial karena dibuatnya aturan bagi masyarakat yang tidak boleh mengambil sumber daya ikan disana. Mudah-mudahan pemerintahan yang baru ini dengan Susi Pujiastuti sebagai Menteri Perikanan mampu mensosialisasikan pembudidayaan spot mancing di seluruh Indonesia seperti di lubuk larangan. Karena bila itu terwujud, maka akan tersedia spot-spot mancing yang baru dan secara tidak langsung akan menunjang sektor perekonomian dan pariwisata yang mampu membuka lapangan kerja baru.

Hal apa saja yang membedakan fly fishing dengan tehnik mancing yang lainnya?
Dari peralatan yang digunakan jelas berbeda. Memang fly fishing bukan seperti tehnik mancing lain pada umumnya yang menggunakan macam-macam lure. Kalau di fly fishing justru kita mengimitasikan umpan menyerupai aslinya contoh jangkrik, ulat, ikan kecil dan serangga lainnnya. Para fly fisher dituntut untuk kreatif dengan membuat umpan yang menyerupai makanan kegemaran ikan. Karena umpannya tidak dijual secara umum dan harus dibuat sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Contoh ketika kita sedang mancing di sebuah spot, kita harus melihat situasi disekitar kira- kira jenis umpan apa yang banyak terdapat di spot tersebut. Jika banyak semut, ya kita harus menggunakan semut sebagai umpan. Jadi itu adalah sebuah seni. Selain itu para fly fisher harus menguasai tehnik bagaimana melempar umpan yang benar sehingga tidak mengganggu keberadaan ikan yang kemudian kabur. Juga bagaimana cara memainkan benang agar tidak kusut dan menyangkut ketika memancing di spot yang banyak pepohonannya. Untuk itu bagi siapapun yang ingin bergabung jangan sungkan untuk menanyakan segala sesuatunya kepada para anggota lain karena di JFFC membuka lebar pintu kepada siapapun.

Apa tujuan dibentuknya komunitas ini?
Pada mulanya saya dan beberapa teman sesama penghobi fly fishing berfikir, mengapa tidak membuat sebuah komunitas yang dijadikan sebagai wadah berbagi ilmu serta pengalaman mengenai dunia fly fishing. Saling berbagi pengetahuan bagaimana cara membuat umpan, bagaimana cara melempar umpan (cast), serta tehnik-tehenik lainnya. Maka dari itu pada Januari 2009 dibentuklah Jakarta Fly Fishing Club.

Tujuan utama pembentukan JFFC adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan olahraga fly fishing khususnya di perairan sekitar Jakarta dan juga pada umumnya mencakup pulau-pulau lainnya di Indonesia. Selain itu dibentuknya JFFC agar olahraga mancing khususnya fly fishing semakin berkembang dan peminatnya semakin banyak. Sebab dengan fly fishing tidak membuat ikan mudah mati saat terpancing dan bisa kembali dilepas (release). itu karena krut (barb) pada mata kail yang digunakan dalam fly fishing dihilangkan agar tidak melukai ikan yang dipancing. Kalau mancing fly fishing ikan jarang yang sampai menelan umpan dan kail hanya mengenai bibir.

Hingga saat ini ada berapa anggota yang tergabung?
Jakarta Fly Fishing Club punya banyak anggota yang tersebar di beberapa kota seperti Jakarta dan Tangerang namun hanya lebih kurang 9 orang anggota yang aktif dan sering bertemu. Mereka yang jarang ikut kumpul-kumpul biasanya akan kembali bergabung dengan JFFC jika mendapatkan kesulitan mengenai fly fishing, entah itu menanyakan bagaimana membuat umpan yang baik atau ingin mencari piranti fly fishing.

Apa keuntungan lain yang didapat jika menjadi anggota?
Bagi siapapun yang bergabung dengan JFFC akan mendapatkan berbagai keuntungan seperti fasilitas belajar berupa lapangan di dekat sekretariat kami dimana pada setiap selasa malam kami sering berkumpul untuk berbagi ilmu dari para fly fisher senior yang sudah mendapatkan setifikat pengajar dari International Federation of Fly fishers (IFFF) yang bermarkas di Amerika Serikat. Selain tehnik dan cara melempar, kita juga bersama-sama diskusi mengenai cara membuat umpan tiruan dan bagaimana agar umpan tersebut bisa disukai oleh ikan yang akan dipancing. Kalau ada anggota yang ingin trip mancing, teman-teman yang lain biasanya berinisiatif membuatkan umpan. Karena kalau membuat umpan sendiri kemudian cocok dan dimakan ikan pasti ada rasa kepuasan.

Kita memang tidak menerbitkan kartu anggota seperti komunitaskomunitas lain pada umumnya. Namun hal terpenting bukanlah anggota dengan member card, melainkan keinginan yang kuat dari para anggota untuk serius mendalami fly fishing serta berperan serta dalam setiap kegiatan yang diadakan JFFC. Kami JFFC sangat mengharuskan bagi seluruh anggota untuk turut serta menjaga kelestarian alam dan ekosistem yaitu dengan mengkampanyekan Catch and Release (tangkap dan lepas) ketika memancing dimanapun.

Foto- foto Kegiatan Komunitas Jakarta Fly fishing Club (JFFC)

Di spot mana biasanya para anggota Jakarta Fly Fishing Club memancing?
Kita jFFC juga memiliki kolam di daerah tanjung Pasir. selain disana, biasanya kita juga sering untuk pergi ke beberapa spot lain seperti di serpong. Kami dari jFFC jarang mengadakan acara mancing bareng karena fly fishing itu tidak cocok untuk dilakukan beramai- ramai, Kenapa? Karena kita tahu sendiri bahwa fly fishing merupakan mancing dengan tehnik melempar umpan yang tali pancingnya terbang kedepan-belakang sehingga berbahaya jika dilakukan saat banyak orang takut terkena kail. selain di jakarta kami juga memiliki tempat pelatihan bagi para fly fisher berupa komplek rumah yang dibatasi oleh tembok-tembok. tak jarang pula kami melakukan trip mancing hingga ke luar negeri seperti ke Sabah, Malaysia. Rencananya, pada bulan Juli ini dua orang dari JFFC akan pergi fly fishing ke Amerika.

Peminat fly fishing tidak sebanyak mancing lainnya, lalu langkah/ sosialisasi apa yang dilakukan JFFC agar fly fishing kian diminati masyarakat?
JFFC biasanya memanfaatkan peran media sosial seperti Facebook sebagai perantara untuk memberikan pengenalan serta edukasi mengenai fly fishing. selain itu, kami juga membuat website yang menampilkan profil serta informasi mengenai klub ini dan umumnya fly fishing itu sendiri. jadi bagi siapapun yang ingin bergabung dengan JFFC bisa membuka facebook ataupun website kami. selanjutnya seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa setiap selasa malam kami sering mengadakan kumpul bareng di lapangan dekat sekretariat kami di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Di situ siapa saja bisa ikut bergabung dengan JFFC untuk membahas berbagai macam masalah dan perkembangan fly fishing. Tapi kembali lagi itu semua tergantung sesuai dengan passion-nya masingmasing dan diperlukan kemuan untuk mendalami fly fishing.

Orang selalu berfikir kalau fly fishing itu mahal. Padahal tidak semuanya bisa dikatakan mahal, (peralatan) yang murah pun ada. Mahal atau murahnya harga alat-alat fly fishing tidak mempengaruhi hasil. Hal yang mempengaruhinya pertama adalah skill dari pemancing, kemudian umpan yang dibuat seperti apa, apakah sesuai dengan ikan yang akan diburu atau tidak sesuai dengan kriteria di lokasi mancing. Kesulitankesulitan tersebut jangan dijadikan alasan tidak ingin bergabung dengan kami dan mencoba fly fishing. –RPS