JAL: Mengangkat Muruah Lady Angler

Kegiatan memancing umumnya dijalani oleh kaum adam. Namun seiring berjalannya waktu, kini sudah digandrungi oleh kaum hawa. Orang terdekat menjadi pengaruh para perempuan memilih mancing sebagai hobi baru, seperti suami, kekasih atau sahabat karib. Dibalik faktor tersebut kini para lady angler semakin mengepakkan sayapnya dalam menggeluti kegiatan mancing hingga kesan lemah dan remeh tidak lagi disandang oleh mereka.

Jogja Angler Ladies (JAL), salah satu komunitas mancing asal Jogja khusus perempuan merupakan pembuktian dari bangkitnya animo para lady angler di kota Budaya. Emansipasi berangkat, atas dasar kegelisahan salah satu pendirinya, listiana adel atas anggapan diremehkannya para pemancing perempuan. Kopdar pada 15 Mei di Jogja menjadi awal dibentuknya JAL dan sudah berjalan hingga sekarang. Bagaimana JAL melakukan upaya dalam membangun stigma positif bagi lady angler khususnya di Jogja? Simak wawancara SM dengan listiana Adel berikut ini:

Apa visi dan misi dari JAL?
Jogja Ladie Angler (JAL) didirikan sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian pada pemancing perempuan di Jogja khususnya. Kami melihat banyak lady angler di Jogja yang tergabung di dalam komunitas mancing kerap dipandang sebelah mata. Oleh sebab itu kami berniat untuk mempersatukan pemancing perempuan di Jogja khususnya, agar eksistensinya juga diakui dan diperhitungkan.

Berawal dari pembuatan fanpage di media sosial, sebetulnya Jogja Angler Ladies (JAL) didirikan pada tanggal 30 desember 2015. Efek kecepatan informasi di sosmed menjadi alasannya lalu diundang lah para lady angler di sekitar Jogja untuk melakukan kopdar pada 15 Mei 2016. atas kesepakatan bersama, tanggal itu dipilih sebagai hari jadi JAL.

Sudah ada Ladies Angler Community sebagai grup komunitas mancing perempuan, bagimana menurut JAL?
Ladies Angler Community (LA Com) adalah komunitas pemancing perempuan yang lingkupnya seluruh Indonesia dan anggotanya sebagian besar adalah senior kami. Sedangkan JAL lingkupnya lebih kecil, hanya sekitar Jogja saja. Kegiatan kami pun hanya di sekitar Jogja. anggota JAL sebagian besar adalah pemancing yang masih dalam tahap pemula. Kalau saya pribadi memang anggota LA Com, saya banyak belajar dari sana dan kemudian saya tularkan ke JAL.

kami (JAL) ingin pemancing perempuan di Jogja bisa lebih maju sebagaimana pemancing pria. kami juga ingin menunjukkan ke khalayak umum bahwa hobi mancing bukan hanya milik pria saja, tapi perempuan juga bisa menekuninya. Kami berharap tak ada lagi tatapan aneh ketika melihat perempuan membawa joran pergi ke spot mancing.

Bagaimana pandangan rekan-rekan JAL terhadap fenomena pemancing perempuan di Indonesia?
Dewasa ini pemancing perempuan di Indonesia sudah mulai nampak ke permukaan, bahkan beberapa reputasinya tidak kalah dengan pemancing laki-laki, tapi tidak bisa dipungkiri kalau jumlahnya masih relatif kecil. Kalau kita perhatikan di sosmed, pemancing perempuan masih sering diremehkan kemampuannya, masih sering disangkal bahwa ikan hasil pancingannya bukan hasil sendiri melainan hasil mancing orang lain dan hal ini sering menjadikan kendala pemancing perempuan untuk maju.

Sebetulnya ini adalah tantangan, dan pemancing perempuan harus bisa membuktikan kemampuannya hingga tidak lagi diragukan kemampuannya. Dalam hal mancing kita juga harus belajar segala hal tentang mancing, jangan takut untuk mencoba teknik mancing baru karena semua bisa dipelajari dan kita pasti bisa.

Bagaimana JAL melakukan daya tarik terhadap pemancing perempuan di Jogja pada khususnya?
Kami selalu berusaha untuk tampil sebagai pemancing yang sebenarnya. Kami ingin mengikis stigma yang menganggap kami hanya ‘darma wanitanya’ pemancing pria. Dalam mencari anggota baru, kami menawarkan kepada istri yang sering  menemani suaminya mancing untuk bergabung dengan JAL.

Kami juga menawarkan kepada pemancing perempuan yang tergabung dalam komunitas mancing lain. Setelah bergabung dengan JAL, mereka sangat senang karena bisa sharing maupun mancing bareng.

Bagaimana upaya JAL dalam mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan mancing?
Sekarang ini sumber informasi sangat mudah kita dapatkan melalui internet, baik itu web maupun sosmed, sehingga kita bisa mendapatkan segala macam informasi tentang mancing dengan mudah. Selain itu kami juga sering berdiskusi dengan pemancing yang lebih berpengalaman.

JAL juga sering mengadakan mancing bersama komunitas lain. Di situ kami bisa saling bertukar informasi tentang apa saja, misalnya tentang teknik mancing, spot, ataupun tentang umpan. Bidang mancing tidak jauh berbeda dengan bidang lain, selalu berkembang. Bila kita tidak mengikuti perkembangan kita akan ketinggalan zaman, kita akan merasa minder ketika berbaur dengan pemancing lain.

Bagaimana JAL memaksimalkan potensi spot yang ada di Jogja?
Baik fresh maupun saltwater-nya? kebetulan di Jogja tersedia berbagai macam spot baik freshwater, payau, maupun saltwater. Banyaknya jumlah pemancing di Jogja menuntut kami untuk selalu mencari spot baru yang masih potensial ikannya. Tidak jarang kami harus menerobos semak-semak dan naik turun jurang untuk mencari spot yang belum banyak dikunjungi pemancing.

Spot yang mudah diakses bisa dipastikan setiap hari libur sudah dipenuhi pemancing. Setiap spot mempunyai karakter dan jenis ikan berbeda, dari situ kita dituntut untuk bisa menyesuaikan baik itu teknik maupun jenis umpan. Di sinilah kemampuan dan pengetahuan kita diuji untuk bisa memahami spot tersebut.
dalam melakukan kegiatan mancing kami juga berusaha untuk menjaga kelangsungan ekosistem dengan cara melakukan catch and release (CnR) untuk spesies ikan tertentu. Pada awalnya ini memang tidak mudah, karena masih banyak yang beranggapan mancing sama dengan mencari lauk. Tapi dengan cara memberi pengertian dan contoh nyata sedikit demi sedikit ini bisa diikuti oleh pemancing lain.

JAL kerap mancing di alam liar?
Yang menjadi ciri khas JAL adalah semua anggotanya pemancing wild fishing, ada yang menguasai teknik konvensional, casting, fly fishing maupun pasiran (surf fishing). dan hampir semua kegiatan mancing, baik ketika mancing sendiri-sendiri maupun ketika kopdar, dilakukan di alam liar seperti sungai, danau, embung, muara, maupun pantai. Kenapa kami lebih suka mancing wild fishing, karena kami lebih menikmati sensasi perlawanan ikan saat strike-nya walaupun ikannya kecil dari pada strike ikan besar di kolam.

Aksi sosial yang pernah dilakukan?Seberapa rutin melakukan kegiatan mancing bersama dan dimana saja?
Kegiatan JAL tidak hanya sebatas mancing, kami juga melakukan kegiatan sosial baik yang berhubungan dengan mancing atau tidak, misalnya ikut serta aksi damai menolak pembuangan sampah dan limbah ke sungai dan membantu renovasi pos mancing yang menjadi korban gelombang pasang di pantai. JAL juga sering bekerja sama dengan komunitas mancing lain untuk melakukan kegiatan tebar benih ikan di sungai.

Kami juga berusaha melestarikan ikan endemik di Jogja dengan cara relokasi ikan dari wilayah satu ke wilayah yang lain tapi lingkupnya masih tetap di wilayah Jogja. juga kerap diundang di acara grup lain dan sebisa mungkin kami hadir ikut berpartipasi agar terjalin hubungan yang harmonis dengan sesama pemancing. untuk memancing bersama biasanya diadakan dengan spontan dan spot waderan adalah spot idola kami.

Apa harapan anda sebagai ketua terhadap JAL kedepannya? Baik di Jogja maupun Indonesia?
Semoga kemampuan memancing tiap individu anggota JAL bisa semakin berkembang baik secara teknik maupun pengetahuan. Saat ini sarana untuk belajar sangat mudah didapat, sumber informasi sangat mudah diakses, tinggal kemauan kita untuk berkembang atau tidak.

Jangan puas menguasai satu teknik mancing saja, tapi ada baiknya belajar menguasai teknik mancing lain untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Sehingga JAL bisa semakin diperhitungkan eksistensinya di antara komunitas pemancing pria.

Selain itu, kehadiran JAL semoga bisa menjadi pemicu tumbuhnya komunitas mancing perempuan dari daerah lain sehingga nantinya bisa menambah warna baru dunia pemancingan di Indonesia. Kita beruntung tinggal di Jogja yang kaya akan spot mancing, mau mancing dengan teknik apa saja kita tinggal pilih spot yang sesuai. –RPS

Foto- foto komunitas Jogja Angler Ladies (JAL):