BELFIC: Asa Mancing Negeri Laskar Pelangi

Sejuta cerita budaya negeri laskar pelangi sudah mahsyur di telinga masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Ruas pantai pasir putihnya terbentang indah, diselimuti alunan ombak pantai-pantai nan syahdu. Para pelancong pun berbondong-bondong datangi berbagai lokasi wisata di tanah Belitung. Namun Belitung tidak hanya tentang budayanya yang mendunia, atau pantai pasir putihnya yang menggoda. Belitung juga menyimpan potensi wisata mancing terbaik di wilayah Sumatera bagian Timur.

Sebagian besar penduduknya, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai, sangat akrab dengan kehidupan bahari yang kaya dengan hasil ikan laut. Kontur karang yang dangkal jadi daya tarik bagi pegiat mancing untuk merasakan sensasi tarikan predator laut macam Giant Trevally. Kondisi ini mengetuk hati Belitung Fishing Community (BelFiC) guna mempertahankan potensi yang ada serta mempromosikannya ke seluruh dunia.

Bagaimana potensi, perkembangan mancing serta upaya yang dilakukan BelFiC dalam mempromosikan kegiatan mancing di Belitung? Berikut wawancara kami dengan Yudi AB, salah satu pengurus BelFiC:

Sejauh ini, Belitung mahsyur akan wisata alam (laut) dan budayanya, lalu bagaimana perkembangan wisata mancing di sana?
Geliat pariwisata di Pulau Belitung sejak booming-nya film Laskar Pelangi memang terlihat pesat kemajuannya. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Belitung untuk melihat dan menikmati secara langsung keindahan alam pantainya maupun jernihnya laut dan indahnya terumbu karang.

Seiring dengan itu, perkembangan wisata mancing juga mengalami peningkatan yang cukup bagus, terutama untuk wisata mancing di perairan laut Pulau Belitung. Banyak wisatawan yang datang, selain menikmati keindahan alamnya, juga menjajal spot-spot mancing yang direkomendasikan pegiat wisata yang bekerja sama dengan nelayan tradisional. Bahkan ada beberapa pengusaha lokal yang saat ini membangun industri jasa pemancingan di laut, yang juga bekerja sama dengan para pegiat dan pelaku usaha wisata. Sehingga jika ada wisatawan penghobi mancing yang tertarik dengan wisata mancing, maka bisa menjajal spot yang mereka eksplorasi sebelumnya.

Bagaimana antusiasme pemancing tradisional hingga pegiat sport fishing?
Dengan mulai berkembangnya pecinta sport fishing di Pulau Belitong, memang sangat berpengaruh kepada pemancing tradisional, terutama bagi nelayan yang memiliki perahu (boat). Banyaknya trip mancing yang dilakukan oleh rekan-rekan pecinta sport fishing, sepertinya membuka wawasan nelayan tradisional maupun pegiat mancing, bahwa tidak selamanya ikan di laut hanya memakan umpan hidup. Hal ini dapat terlihat dari antusiasnya nelayan tradisional dalam melayani penghobi sport fishing yang menyewa perahu atau boat-nya.

Demikian juga para pegiat mancing yang saat ini mulai banyak mencoba piranti dan tackle sport fishing. Bahkan
dalam gelaran turnamen sport fishing yang diadakan, banyak nelayan tradisional dan pegiat mancing lokal yang ikut memeriahkan sebagai peserta lomba.

Antusias pemancing tradisional maupun pegiat mancing ini terhadap sport fishing merupakan hal positif. Sinergi antara pemancing tradisional dan pegiat mancing (sport fishing) sejauh ini terjalin dengan sangat baik. Intinya, pemancing tradisional sangat welcome dengan kehadiran sport fishing di pulau Belitung, antara tradisional dan sport fishing saling mengisi dan memberi warna tersendiri bagi perkembangan wisata mancing di Pulau Belitung.

Kegiatan Komunitas Belitung Fishing Community (BelFiC):

 

Dan bagaimana peran Belfic dalam menarik wisatawan ke Belitung?
Sejauh ini atas nama kelompok, BelFiC yang merupakan salah satu wadah pemancing belum maksimal dalam mempromosikan kegiatan mancing dengan tujuan menarik wisatawan secara kontinu. Namun secara tidak langsung peranan BelFiC melalui anggota-anggotanya sudah banyak berbuat dalam mempromosikan spot mancing ini kepada wisatawan.

Peranan BelFiC secara organisasi saat membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan wisata mancing ini terlihat dalam kegiatan turnamen mancing sport fishing skala nasional yang telah diadakan sebanyak 2 kali dalam 2 tahun terakhir. Ada beberapa hal yang terus dilakukan BelFiC untuk mempromosikan kegiatan memancing ini, antara lain berupaya mengenalkan potensi perikanan khususnya kegiatan mancing kepada rekan-rekan angler di luar Pulau Belitung melalui komunitas yang ada, bekerja sama dengan para pelaku usaha untuk mempromosikan sport fishing dan potensi ikan yang ada di pulau-pulau kecil di kawasan Pulau Belitung dan juga bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan acara mancing skala nasional maupun internasional.

Sebenarnya bagaimana potensi spot mancing di sana?
Potensi spot mancing di Pulau Belitung cukup menjanjikan dengan ciri khas banyaknya karang-karang dangkal dan batu-batu mandi/timbul yang banyak di huni oleh spesies ikan Giant Travelly (GT) atau dalam bahasa lokal disebut Mamong, Tenggiri, Talang-talang dan lainnya. Melihat kontur perairan laut dangkal berkarang dan berbatu tersebut, teknik yang digunakan antara lain adalah popping, light popping, casting dan trolling.

Selain itu, melihat kondisi perairan laut Pulau Belitung berupa perairan dangkal (rata-rata 20-30 meter), serta kedalaman maksimumnya hanya 60 meter, juga bisa mengaplikasikan bottom fishing, jigging maupun light jigging. Potensi ikan untuk teknik jigging maupun light jigging ini, selain jenis ikan kuwe juga terdapat beberapa jenis ikan dasaran lainnya sepeti Jenahak, Kakap Merah dan lain sebagainya.

Bagaimana sarana dan prasarana di Belitung untuk kegiatan mancing?
Sejauh ini sarana dan prasarana untuk kegiatan memancing di Pulau Belitung masih melibatkan perahu atau boat milik nelayan tradisional. Penghobi mancing yang tergabung dalam wadah BelFiC sejauh ini bekerja sama dengan nelayan tradisional dengan menyewa perahu atau boat miliknya. Sampai saat ini pemerintah daerah melalui dinas terkait belum memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk mengembangkan kegiatan mancing. Kami sangat berkeinginan untuk menjadi operator mancing di Pulau Belitong, karena selain tujuannya untuk membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan industri pariwisata khususnya wisata mancing di Belitung, juga merupakan sarana kami untuk memberikan edukasi serta kampanye ke berbagai kalangan dalam menjaga kelestarian lingkungan, menjaga populasi ikan, serta menjaga laut Belitung dari tangan-tangan perusak.

Bagaimana potensi freshwater di Belitung?Dimana biasanya rekan-rekan BelFiC melakukan trip freshwater?
Potensi freshwater di Belitung saat ini sudah terganggu oleh aktifitas penambangan timah baik yang legal maupun illegal. Sungai dan danau yang merupakan habitat ikan seperti hampala atau sebarau, tapah, emperor atau channa marulioides dan lain-lain, saat ini dalam kondisi memprihatinkan, mengalami kerusakan yang sangat parah, selain membuat airnya keruh juga terjadi pendangkalan. Namun bagi para anggota BelFiC yang merupakan penghobi sport fishing dengan teknik casting, mereka masih bisa menyalurkan hobinya di danau-danau kecil atau sungai yang belum tercemar limbah tambang.

Bagaimana perkembangan BelFiC FC?
Sejak di bentuk pada tanggal 12 Mei 2012 perkembangan BelFiC sangatlah pesat. Hal ini terlihat dengan terus bertambahnya permintaan untuk menjadi anggota komunitas pada akun grup BelFiC di Facebook. Saat ini tercatat anggota grup sudah melebihi 2500 orang, yang terdiri dari berbagai kalangan, baik kaum muda, kaum tua, laki-laki maupun perempuan. Kegiatan mancing yang dilakukan oleh anggota BelFiC itu sendiri terlaksana dengan membuat tim-tim kecil saat nge-trip mancing, baik di saltwater maupun freshwater. Intinya kegiatan sport fishing baik itu dengan teknik casting, jigging maupun popping rutin dilakukan oleh rekan-rekan anggota BelFiC. –RPS